Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Meaning of Symbolic Aesthetic of Basic Shapes in Sundanese Culture J. Jamaludin; Anwar Subkiman; Edwin Widia
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i1.2505

Abstract

This paper aims to examine the symbolic aesthetic concepts that exist in Sundanese society and culture in West Java, Indonesia. The symbolic meaning that exists or is applied to forms that are known in art and design. With the method of interpretation and using Sundanese as a source of research, several expressions and proverbs are found that use the basic shapes, namely squares, triangles and circles. The results of this study indicate that there are symbolic meanings of the three basic forms which indicate that in Sundanese culture there is awareness of the existence of these basic forms and give them symbolic meanings. These basic forms are generally sourced from objects found in nature. The meaning of this basic form refers to a certain function that is applied according to the character of the basic form in its implementation. This symbolic meaning generally refers to efforts to create cultural values towards perfection. The meaning of this basic shape can be used for the meaning of the basic shape used in designs with a local cultural approach, especially in areas where the culture grows and develops.
Kajian Inovasi Teknik Pemasangan Bambu Palupuh Untuk Lantai di Kantor RLA Studio Eco Pesantren Nashwa Gaura Adzani; Anwar Subkiman
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 2 (2026): Rekajiva Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bambu sebagai material vernakular kini berkembang tidak hanya sebagai elemen dekoratif sekunder, melainkan komponen struktural dan pengisi ruang yang responsif terhadap isu keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji penerapan material bambu pada interior Kantor RLA Studio di kawasan Eco-Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung Barat, yang direvitalisasi dari bangunan eksisting gudang perendaman bambu. Fokus kajian diarahkan pada integrasi etika ekologis dalam pengolahan material dan inovasi tektonika pemasangan lantai bambu palupuh (Gigantochloa pseudoarundinacea). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi fisik, dokumentasi teknis konstruksi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika ekologis diwujudkan melalui sistem pengawetan tertutup menggunakan larutan boraks dan asam borat dengan sirkulasi tanpa buangan limbah cair ke ekosistem tanah. Dari aspek tektonika interior, inovasi pelapisan subfloor multipleks 18 mm di atas balok rangka bambu petung berhasil menyelesaikan kelemahan deformasi dan kelenturan lantai bilah tradisional, menghasilkan bidang injak yang rata, rigid, dan presisi.