Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

DISCREPANCY ANALYSIS OF AUTHENTIC ASSESSMENT IMPLEMENTATION IN EFL CLASSROOM BASED ON CURRICULUM 2013 OF SMAN 6 DENPASAR IN DENPASAR SELATAN DISTRICT ., NI PUTU DIAH LAKSMI LESTARI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah a) untuk memengetahui sejauhmana kesenjangan pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran Bahasa Inggris menurut Kurikulum 2013 di Kecamatan Denpasar Selatan yang berfokus pada empat jenis penilaian autentik: penilaian diri, unjuk kerja, projek dan portofolio yang di tinjau dari asesmen perencanaan, pelaksanaan dan analisa serta pelaporan. b) untuk mengetahui persepsi guru dalam pelaksanaan penilaian autentik menurut Kurikulum 2013. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model kesenjangan (Discrepancy Evaluation Model) dengan membandingkan kondisi standar dalam pelaksanaan penilaian autentik menurut Kurikulum 2013 dengan kondisi real tentang pelaksanaan penilaian otentik di SMAN 6 Denpasar oleh guru bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas sepuluh, sebelas and dua belas. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi, studi dokumen, kuesioner, dan wawancara yang dianalisa secara descriptif dengan menggunakan Pedoman Acuan Ideal Teoritis (PAIT). Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat kesenjangan antara rancangan penilaian autentik menurut kurikulum 2013 dan praktek yang dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa Inggris; 2) guru memiliki positive belief terhadap implementasi penilaian autentik didalam pembelajaran bahasa Inggris.Kata Kunci : Kata Kunci: kesenjangan, kurikulum 2013, penilaian autentik The aim of this study was: a) to investigate the discrepancy of authentic assessment implementation in EFL Classroom based on Curriculum 2013 in Denpasar Selatan District which focused on four types of authentic assessment namely, self assessment, performance, project and portfolio that conducted in three stages, such as: planning, executing and analysis and reporting; b) to analyze the teacher’s belief toward authentic assessment based on Curriculum 2013. The research design used evaluation research method namely Discrepancy Evaluation Method by Provus that was used to compare the standard of authentic assessment implementation based on Curriculum 2013 and the real implementation of authentic assessment in SMAN 6 Denpasar by teachers. The subjects were English teachers who teach in grade tenth, eleventh and twelfth. The data were collected through observation sheet, document study, questionnaires and interview which were analyzed by using descriptive statistics analysis namely Ideal Theoretical References. The result showed that 1) there is a discrepancy occurred between the ideal of authentic assessment implementation based on Curriculum 2013 and the practice in EFL classroom of SMAN 6 Denpasar; 2) The EFL teachers have positive beliefs toward authentic assessment implementation in EFL classroom. keyword : Keywords: authentic assessment, curriculum 2013, discrepancy
Discrepancy Analysis of Authentic Assessment Implementation Based on the Curriculum 2013 in EFL Classroom at SMA Negeri 4 Denpasar ., I PUTU GEDE SUARDIKA; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis diskrepansi antara pelaksanaan penilaian otentik yang ideal dan implementasi nyata di kelas EFL pada jenjang SMA dan mendeskripsikan keyakinan guru tentang penilaian otentik. Penelitian dilakukan di SMAN 4 Denpasar. Studi evaluasi deskriptif dengan menggunakan analisis diskrepansi Provus (1981) diaplikasikan sebagai desain penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, kuesioner dan wawancara. Data dari observasi dan kuesioner dianalisis secara kuantitatif dalam persentase yang dimana mengacu pada penilaian teoritis ideal. Selanjutnya, data dianalisa secara kualitatif. Hasil temuan penelitian yaitu diskrepansi pelaksanaan penilaian otentik di kelas EFL dikategorikan besar. Secara umum diskrepansi mencapai 62,67% dengan 69,00% pada tahap perencanaan, 58,00% pada tahap eksekusi, 61,00% di tahap analisis dan pelaporan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ada kesenjangan antara standar penilaian dalam Kurikulum 2013 dengan implementasi nyata. Namun, keyakinan guru tentang penilaian autentik dikategorikan cukup positif. Secara umum, hasil yang diperoleh 157,33 atau 65,56%. Temuan ini sangat kontradiktif dimana keyakinan guru cukup positif namun implementasi autentik asesmen secara nyata tidak optimal. Temuan ini menyiratkan diperlukannya kebijakan lebih lanjut tentang pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam konteks kelas bahasa Inggris.Kata Kunci : asesmen otentik, diskrepansi, keyakinan guru This study aimed at analyzing the discrepancy between the ideal authentic assessment implementation and the real implementation in EFL class at senior high school, and describing the teachers’ belief on authentic assessment. The study was conducted in SMAN 4 Denpasar. This evaluation study employed modified Provus’ discrepancy analysis by Marhaeni (2012). Data were collected by using observation sheet, questionnaire and interview. The data from observation and questionnaire were analyzed quantitatively in form of percentage of frequency with ideal theoretical reference. Further, the analyzed data were described qualitatively. The study found that, the discrepancy on authentic assessment implementation in EFL class at school observed was big. The overall result of the discrepancy rate was 62.67% with 69.00% occurred at the planning stage, 58.00% at execution stage, 61.00% at analysis and reporting stage. This finding indicated that there was a discrepancy between the standard of authentic assessment in Curriculum 2013 and the real implementation. However, the teachers’ belief on authentic assessment was categorized as moderate. The overall result was 157.33 or 65.56%. These findings were contradictive in way that the belief was positive enough but the real implementation was not optimally implemented. These findings suggested further policies on the implementation of authentic assessment especially in English classroom context.keyword : authentic assessment, discrepancy, teachers’ belief
Discrepancy Analysis of the Implementation of Authentic Assessment in EFL Classroom of SMA Negeri 1 Tabanan Based On Curriculum 2013 ., PUTU EMY WIDNYANI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui kesenjangan implementasi penilaian autentik dalam kelas Bahasa Inggris pada Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Tabanan berdasarkan Kurikulum 2013 dan (ii) mengetahui keyakinan guru tentang implementasi penilaian autentik dalam kelas Bahasa Inggris pada Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Tabanan berdasarkan Kurikulum 2013. Ini adalah penelitian evaluasi tentang program pendidikan. Subyek penelitian ini adalah 3 (tiga) guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Tabanan. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga metode yaitu penelitian dokumen, observasi kelas, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner. Pengumpulan data menggunakan beberapa instrumen seperti lembar observasi, kuesioner keyakinan guru, dan panduan wawancara. Data yang diperoleh dari lembar observasi dan kuesioner keyakinan guru dianalisa dan dihitung dengan menggunakan Kriteria Acuan Ideal secara Teoritis. dari data analisis ditemukan bahwa (i) perbedaan implementasi penilaian otentik dalam kelas Bahasa Inggris pada Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Tabanan berdasarkan Kurikulum 2013 dikategorikan sangat besar yang dibuktikan dari nilai rata-rata sebesar 47.15; (ii) keyakinan guru tentang implementasi penilaian autentik dikategorikan sebagai sangat positif. Kata Kunci : analisis kesenjangan, kelas pembelajaran bahasa inggris, keyakinan guru, kurikulum 2013, pnilaian autentik This study aimed at (i) finding out the discrepancy of authentic assessment implementation in EFL classroom of SMA Negeri 1 Tabanan based on the curriculum 2013 and (ii) finding out teachers’ beliefs about authentic assessment implementation in EFL classroom of SMA Negeri 1 Tabanan based on the curriculum 2013. This is an evaluative study of education program. The subject of this research is three English teachers in SMAN 1 Tabanan. The data were collected by using three methods namely document study, class observation, in depth interviews, and questionnaire distribution. The data collection utilized some instruments such as observation sheet, teacher’s belief questionnaires, and interview guide. The data obtained from the observation sheet and questionnaire of teacher belief were analyzed and calculated by using Ideal Theoretical Reference Criteria. From the data analysis it was found that (i) the discrepancy of authentic assessment implementation in EFL classroom of SMA Negeri 1 Tabanan based on the curriculum 2013 is categorized into very big which was proven from the mean of the score of 47.14; (ii) the teachers’ beliefs about authentic assessment implementation is categorized into very positive category. keyword : authentic assessment, curriculum 2013, discrepancy analysis, EFL classroom, teachers' belief
The Effect of Project Assessment Strategy and Achievement Motivation on Writing Competency of the Eighth Grade Students of SMP N 4 Kuta Selatan in Academic Year 2014/2015 ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.; ., DESAK PUTU BONITA ARYVADEVI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi penilaian proyek dan motivasi berprestasi terhadap kemampuan menulis siswa kelas VIII SMP N 4 Kuta Selatan tahun akademik 2014/2015. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design.Populasi dari penelitian ini adalah 440 siswa kelas VIII pada tahun akademik 2014/2015. Empatkelas (VIII2, VIII5, VIII10, VIII 11) digunakan sebagai sample dari penilian ini yang dipilih melalui metode random sampling. Pada akhir pengajaran, tes kompetensi menulis diberikan pada siswa. Data kemudian dianalisa dengan menggunakan Two Way ANOVA dan Tukey Test. Hasil dari penelitian ini adalah (a) terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi penilaian proyek dan siswa yang diajarkan dengan strategi konvensional, (b) ditemukan adanya efek interaksi antara strategi penilaian proyek dan motivasi berprestasi terhadap kemampuan menulis siswa, (c) terdapat perbedaan signifikan pada siswa dengan motivasi berprestasi tinggi, yang diajarkan dengan menggunakan strategi penilaian proyek dan siswa yang diajarkan dengan strategi konvensional, dan (d) terdapat perbedaan signifikan pada siswa dengan motivasi berprestasirendah, antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi penilaian proyek dan siswa yang diajarkan dengan strategi konvensional.Kata Kunci : kompetensi menulis, motivasi berprestasi dan strategi penilaian proyek This study was aimed at investigating the effect of project assessment strategy and achievement motivation on students’ writing competency at eighth grade students of SMP N 4 Kuta Selatan in academic year 2014/2015. Post- test only control group design was used as a design of this study. The population of the study was 440 eighth grade students in academic year 2014/2015. Four classes (VIII2, VIII5, VIII10, VIII11) were used as the sample of the study which was assigned using random sampling method. At the end of treatments, writing competency tests were used to collect the intended data. The collected data were analyzed by using Two Way ANOVA and Tukey Test. The result of this study showed that (a) there is significant difference in writingcompetency between the students who are taught by using project assessment and those who are taught by using conventional strategy, (b) there is an interactional effect between assessment strategies and achievement motivation toward students’ writing competency (c) there is a significant difference on students’ writing competency between the students with high achievement motivation taught by using project assessment strategy and conventional assessment strategy,(d)there is a significant difference on students’ writing competency between the students with low achievement motivation taught by using project assessment strategy and conventional assessment strategy.keyword : achievement motivation, project assessment, and writing competency
Discrepancy Analysis of Authentic Assessment Implementation based on Cutricilum 2013 in EFL Classroom of Senior High School in Tabanan ., LUH PUTU ANGGI TRISYA ANGGRAENI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study were the discrepancy between the ideal of Authentic Assessment and the real implementation in SMAN 1 Kerambitan. The second research proble is to figure out the teachers’ belief about authentic assessment implementation. This was a qualitative research. Subjects of the study were the teachers of SMAN 1 Kerambitan in academic year 2016/2017. The data were collected by document study, interviewing and observation. The research employed by discrepancy model of evaluation by Provus (1971).The instrument used in the present study is interview guide, questioner and classroom observation sheet. This research focused on discrepancy of authentic assessment implementation (self-assessment, performance assessment, project assessment and portfolio assessment). There are three stages in authentic assessment implementation namely, 1) planning, 2) executing and 3) analyzing and reporting. The findings were presented in percentile and data description. Then, the research found that the discrepancy of planning stage was 67.11%. It shows high discrepancy occurred in the implementation of planning stage. The second stage was executing in which the discrepancy is 59.17% and the discrepancy was moderate. The last stage is analyzing and reporting in which the discrepancy was 61.6%. It shows high discrepancy in implementation of the stage. Thus, based on the findings of the research, it is suggested to conduct training and workshop modeling of authentic assessment implementation for teachers in to minimalize the discrepancy.Kata Kunci : authentic assessment, discrepancy, evaluation Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan antara penerapan penilaian otentik yang sesuai standar dengan kenyataan di SMAN 1 Kerambitan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yaitu sejauh mana kesenjangan penerapan penilaian otentik di kelas English as Foreign Language (EFL) di SMAN 1 Kerambitan. Yang kedua adalah untuk memahami bagaimana pemahaman guru-guru terhadap penerapan penilaian otentik. Ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru-guru di SMAN 1 Kerambitan pada tahun akademik 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen, interview, dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan model kesenjangan evalusi oleh Provus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah panduan interview, penyebaran kuesioner, dan lembar observasi kelas. Penelitian ini berfokus pada kesenjangan penerapan penilaian otentik (asesmen diri, penilaian unjuk kerja, penilaian projek dan penilaian portofolio). Terdapat tiga tahap dalam penerapannya yaitu 1) perencanaan, 2) eksekusi, dan 3) analisis dan pelaporan. Temuan penelitian ditunjukan dengan persentase. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa kesenjangan pada tahap perencanaan adalah 67.11%. Hal tersebut menunjukan tingginya kesenjangan yang terjadi pada penerapan tahap perencanaan. Yang kedua adalah tahap eksekusi yaitu 59.17%. Merujuk kepada Acuan Ideal Teoritik kesenjangan yang dimiliki adalah rata-rata. Tahap terakhir adalah analisis dan pelaporan dimana kesenjangannya adalah 61.6%. hal tersebut menunjukkan kesenjangan pada penerapan tahap ini sangat tinggi. Maka berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar untuk mengadakan pelatihan dan workshop model penerapan penilaian otentik. Untuk meminimalisir kesenjangan baik itu pada tahap perencanaan, eksekusi dan analisis dan pelaporan. keyword : evaluasi, kesenjangan, penilaian otentik
Discrepancy Analysis of Authentic Assessment Implementation based on Curriculum 2013 in EFL Classrooms of SMAN 1 Gianyar ., NI WAYAN SRI NOPIANA ; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 5, No 1 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a) berapa tinggi kesenjangan yang terjadi pada penerapan penilaian otentik di kelas Bahasa Inggris di SMAN 1 Gianyar berdasarkan Kurikulum 2013, b) bagaimana persepsi guru terhadap penilaian otentik. Penelitian ini menggunakan Model Evaluasi Kesenjangan oleh Provus yang dimodifikasi oleh Marhaeni (2012). Subjek penelitian guru-guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Gianyar dan objek penelitian adalah penerapan penilaian otentik. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan lembar observasi penerapan penilaian otetik dan kuesioner persepsi guru dan dianalisis dengan Pedoman Acuan Ideal Teoretis. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan antara standar penerapan penilaian autentik dengan praktek di kelas adalah besar dengan persentase 56.77%. Secara detail, kesenjangan yang ditemukan, yaitu : 61.44% pada penilaian portfolio; 46.91%% pada penilaian kinerja; 56.90% pada penilaian proyek; 61.81%% pada penilaian diri. Selain itu, secara umum guru memiliki persepsi yang positif terhadap penilaian otentik. Berdasarkan temuan tersebut, maka dianjurkan kepada para guru, menejemen sekolah, dan pembuat kebijakan agar melakukan upaya dan pelatihan-pelatihan untuk mengurangi tingkat kesenjangan tersebut.Kata Kunci : kesenjangan, penilaian otentik, Kurikulum 2013 This evaluation study aimed at investigating: a) to what extent the discrepancy between the standard of authentic assessment implementation required by Curriculum 2013 and the practices in EFL classrooms of senior high schools based on the Curriculum 2013 in Gianyar District, Gianyar Regency is; b) what the EFL teachers’ beliefs towards the authentic assessment based on the Curriculum 2013 are. The study employed five stages of Provus’ Discrepancy Model of Evaluation modified by Marhaeni (2012). The subject of the study was three English teachers teaching in Grade 10, Grade 10 Peminatan, Grade 11, and Grade 12 in SMAN 1 Gianyar. The object of the study was the implementation of four types of authentic assessment, namely portfolio, performance, project, and self-assessments. The data were collected by means of authentic assessment implementation checklist and observation sheet based on Curriculum 2013 and teacher’s belief questionnaire and were analyzed by using The Ideal Theoretic Reference. It was found that the discrepancy in authentic assessment implementation was 56.77% which is categorized as big. In more detail, the discrepancy in implementing authentic assessment was 61.44% in portfolio assessment, 46.91% in performance assessment, 56.90% in project assessment, and 61.81% in self-assessment. In addition, the belief of teachers towards authentic assessment was positive in which authentic assessment was considered beneficial to improve students’ achievement. Based on these findings, it is recommended to the teachers, schools management, and the policy makers to do further actions in order to minimize the discrepancy and to meet the quality required by the future standards.keyword : Key words: discrepancy, authentic assessment, Curriculum 2013
Discrepancy Analysis of the Implementation of Authentic Assessment in EFL Classroom of SMA N 2 Tabanan Gerokgak District Tabanan Regency Based on Curriculum 2013. ., LUH TRI JAYANTI SWASTYASTU; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diskrepansi antara pelaksanaan penilaian otentik yang ideal berdasarkan Permendikbud No 81A tahun 2013 dan implementasi nyata di kelas EFL SMA N 2 Tabanan. Rumusan masalah menjadi pedoman penelitian. Pertama adalah diskrepansi pada pelaksanaan penilaian otentik di kelas EFL SMA N 2 Tabanan. Kedua adalah keyakinan guru pada pelaksanaan penilaian otentik berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Discrepancy Evaluation Model oleh Provus (1971). Langkah-langkahnya terdiri dari (1) tahap definisi, (2) tahap instalasi, (3) tahap proses, (4) tahap produk, dan (5) tahap banding. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kelas, administrasi kuisioner, dan wawancara dengan para guru. Tahapan pada penilaian otentik berdasarkan Permendikbud No. 81A adalah perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dan pelaporan. Penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan penilaian otentik secara keseluruhan, dikskrepansinya adalah 36.15%. secara detail, diskrepansi pada penilaian performa adalah 31.17%, penilaian proyek adalah 36.93%, penilaian diri adalah 56.50%, dan penilaian portofolio adalah 20%. Selain itu, hasil dari kuisioner menunjukkan bahwa guru EFL memiliki keyakinan positif dalam pelaksanaan penilaian otentik. Mengacu pada temuan, ada dua isu penting yang muncul dari temuan. Pertama, guru memiliki keyakinan positif dalam pelaksanaan penilaian autentik; Namun, para guru masih memiliki kesalahpahaman pengetahuan untuk melaksanakan penilaian dengan baik. Kedua, waktu pelaksanaan tidak cukup untuk melakukan beberapa jenis penilaian otentik dalam kelas yang besar dan beban kerja yang berat.Kata Kunci : asesmen otentik, kurikulum 2013, diskrepansi This study aimed at analyzing the discrepancy between the ideal authentic assessment standard according to Permendikbud No 81A Year 2013 and the real implementation in EFL class in SMAN 2 Tabanan. The research questions become guideline of the research. First is the discrepancy of the implementation of authentic assessment in EFL classroom in SMA N 2 Tabanan. Second is the teachers’ belief of authentic assessment implementation based on curriculum 2013. The research conducted using Discrepancy Evaluation Model by Provus (1971). The steps consist of (1), Definition Stages, (2) Installation Stages, (3) Process Stages, (4) Product Stages, and (5) Compare Stages. The instruments used are classroom observation sheet, questionnaire administration, and interview with the teachers. The stages of authentic assessment based on Permendikbud No.81A are planning, executing, and analyzing and reporting. The research found that overall implementation of authentic assessment, the discrepancy was 36.15%. In detail, the discrepancy of performance assessment was 31.17%, project assessment was 36.93%, self-assessment was 56.50%, and portfolios assessment was 20%. In addition, the result of questionnaire shows that the EFL teachers have positive beliefs in authentic assessment implementation. Referring to the findings, there are two key issues which emerged from the finding. First, teachers had positive beliefs in authentic assessment implementation; however, the teachers still had misconception knowledge to implement the assessment well. Second, the time was not enough for conducting some types of authentic assessment in a big classes and heavy workloads.keyword : Authentic Assessment, Curriculum 2013, Discrepancy
Discrepancy Analysis of Authentic Assessment Implementation in EFL Classroom of SMAN 1 Blahbatuh in Blahbatuh District Based On Curriculum 2013. ., NI PUTU WIDYA LAKSANA DEWI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengetahui perbedaan pada kesenjangan pelaksanaan penilaian otentik berdasarkan Kurikulum 2013 dan praktek dalam kelas oleh guru di SMA N 1 Blahbatuh; b) mengetahui pemahaman guru terhadap pelaksanaan penilaian otentik berdasarkan Kurikulum 2013. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan model evaluasi kesenjangan oleh Provus. Data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi; studi dokumen, wawancara dan kuesioner distribusi, dan observasi kelas yang di analisis menggunakan pedoman acuan ideal teoritis. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa guru memiliki kesenjangan yang sangat tinggi dalam melaksanakan penilaian otentik. Secara rinci, kesenjangan paling lebar terdapat dalam penilaian portofolio dengan persentase 79.22%. Sedangkan kesenjangan terendah terdapat dalam penilaian kinerja dengan persentase 57.45%.Selain itu, hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang positif terhadap pelaksanaan penilaian autentik berdasarkan Kurikulum 2013. Kata Kunci : Kata kunci: penilaian otentik, kurikulum 2013, kesenjangan This study aimed at: a) investigating the discrepancy between the ideal authentic assessment implementation based on Curriculum 2013 and the practice in EFL classroom of SMAN 1 Blahbatuh; b) investigating the EFL teachers’ belief toward authentic assessment implementation based on Curriculum 2013. The subjects of this research were English teachers. The research design for this study was an evaluative study that adopted Provus Discrepancy Model. In this study, the forms of data collection used were: document study, interview and questionnaires distribution, and direct class observation which are analyzed by using Ideal Theoretical Reference. The study showed that the teachers have very wide discrepancy in implementing authentic assessment. In detail, the widest discrepancy in authentic assessment was Portfolio assessment with the percentile of 79.22%. In addition, the lowest discrepancy was Performance assessment with the percentile of 57.45%. Furthermore, the questionnaire showed that the teachers have positive beliefs toward authentic assessment. keyword : Keywords: authentic assessment, curriculum 2013, discrepancy
Discrepancy Analysis of Authentic Assessment Implementation in EFL Classroom Based on Curriculum 2013 in SMAN 1 Kuta ., DESAK MADE RUKMINI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i3.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara standar dengan kesenjangan implementasi nyata Penilaian Otentik di SMAN 1 Kuta. Ada dua pertanyaan yang menjadi pedoman dari penelitian ini: a) sejauh mana kesenjangan yang terjadi antara penerapan penilaian otentik yang ideal berdasarkan Kurikulum 2013 dengan penerapannya di kelas EFL SMAN 1 Kuta; b) persepsi para guru EFL mengenai penilaian autentik berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian yang digunakan adalah Model evaluasi kesenjangan oleh Provus (1971) di mana langkah-langkahnya terdiri dari 1) Tahap Definisi; 2) Tahap Instalasi; 3) Tahap Proses; 4) Tahap Produk dan 5) Tahap manfaat-biaya. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, kuesioner dan observasi kelas langsung menggunakan lembar observasi dari empat instrumen (Self Assessment, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek dan Penilaian Portofolio). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik analisis deskriptif dengan menggunakan Pedoman Acuan Ideal Teoritis. Penelitian ini menemukan bahwa pada tahap perencanaan, kesenjangannya sangat rendah (34,25%);pada tahap pelaksanaan, kesenjangannya adalah (51,14%); pada tahap analisis dan pelaporan, kesenjangannya adalah sedang (46,11%). Dapat disimpulkan secara umum bahwa kesenjangan pada pelaksanaan penilaian otentik di EFL kelas di SMAN 1 Kuta adalah dengan kategori sedang (43,28%). Sementara itu kesenjangan dalam persepsi guru adalah sangat rendah (16,17%). Temuan ini menunjukkan bahwa guru memiliki pengetahuan yang baik dalam Kurikulum 2013 terutama pada penilaian otentik tetapi mereka masih menghadapi masalah dalam pelaksanaannya.Kata Kunci : Kesenjangan, Kurikulum 2013, Penilaian Authentic, Persepsi Guru EFL. This study aimed at analyzing discrepancy between the standard and the real implementation of Authentic Assessment in SMAN 1 Kuta. There are two research questions become guidelines of this study: a) the extent of the discrepancy between the ideal authentic assessment implementation based on Curriculum 2013 and the practice in EFL classrooms at SMAN 1Kuta; b) the EFL teachers’ belief on the authentic assessment based on Curriculum 2013. The research employed Discrepancy Evaluation Model by Provus (1971) in which the step comprises 1) Definition stage; 2) Installation stage; 3) Process stage; 4) Product stage and 5) Cost-benefit stage. The data were collected through interview with teachers, questionnaire and direct class observation using observation sheets of four instruments (Self Assessment, Performance Assessment, Project Assessment and Portfolio Assessment). The obtained data were analyzed using statistics descriptive analysis of Ideal Theoretical Reference. The research found that in planning stage, the discrepancy was very low (34.25%); in executing stage, the discrepancy was (51.14%);in analyzing and reporting stage, the discrepancy was moderate (46.11%). In general it can be concluded that the discrepancy in the implementation of authentic assessment in EFL classroom at SMAN 1 Kuta was categorized as moderate (43.28%). Meanwhile the discrepancy in teachers’ belief was very low (16.17%). These findings indicate that teachers have good knowledge in Curriculum 2013 mainly on Authentic assessment but they still faced problems in its implementation. keyword : Authentic Assessment, Curriculum 2013, Discrepancy, EFL Teachers’ belief
Discrepancy Analysis of The Implementation of Authentic Assessment in EFL Classroom of Senior High School in Kuta Utara, Badung based on Curriculum 2016. ., NI LUH PUTU SUASTINI; ., PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A.; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i3.2523

Abstract

TujuanpenelitianiniadalahuntukmenganalisakesenjanganantaraStandarAsesmenOtentikdenganpelaksanaannya di kelas yang menggunakanBahasaInggrissebagaibahasaasing di SMAN 1 Kuta Utara.Penelitianinimenjawabduapertanyaan, 1)Sejauhmanakesenjangan yang terjadidalampelaksanaanAsesmenOtentik n 2) pemahaman guru tentangOtentikAssesmen yang adadalamKurikulum 2013.PenelitianinimenggunakanDiskrepansi Model Provus.Terdapat lima langkahdalam model ini, yaitu; 1) tahapdefinisi, 2)tahapinstalasi, 3) tahap proses, 4) tahapproduksi, dam 5) tahapmanfaatbiaya. Data yang diperolehmencakupPenilaianDiri, PenilaianUnjukKerja,PenilaianProduk, danPenilaianPortofolio. Data diperolehdariobservasikelas, interview, dankuisioner.Data tersebutdiolahdengan PAIT (PedomanAcuan Ideal Teoritic).Kesenjangan yang banyakmunculpadaPenilaianDiri (52.91%) danPenilaianPortofolio (64.64%). Secaraumumkesenjanganynagterjadiadalah 35.22% dengankategori ‘sedang’.Untukpemahaman guru, diperolehnilai 20.99 (sangattinggi).Hal inimenjelaskanbahwa guru memilikipersepsi yangbagusterhadapAsesmenOtentik yang terdapatdalamKurikulum 2013.Akan tetapibanyakkendala yang dihadapi guru dalampelaksanaanya. Prototype penelitianinidikembangkanberdasarkananalisasilabus, observasikelas, interview dankuisioner.Kata Kunci : kesenjangan, penilaian otentik, kurikulum 2013, pemahaman guru This study aimed at analyzing the discrepancy between the ideal Authentic Assessment Standard and the real implementation in EFL Classroom at SMAN 1 Kuta Utara, Badung Regency. There are two research questions in this study; first, to what extend the discrepancy of the implementation of the authentic assessment in SMAN 1 Kuta Utara is, and second, what the teachers’ belief of the authentic assessment based on Curriculum 2014 in SMAN 1 Kuta Utara is. The study was modified by using Provus’ Discrepancy Model. Thesteps comprises are (1) Definition Stage,(2) Instalation Stage, (3) Process Stage, (4) Product Stage, and (5) Cost-Benefit Stage. Thedata which cover Self-Assessment, Performance Assessment, Project Assessment, and Portfolio Assessment were collected through classroom observation, interview, and questionnaire. The data was analyzed by using Analysis Statistic Descriptive and Ideal Theoretical Reference. The results confirm that there are discrepancy occurred in the implementation of Authentic Assessment in SMAN 1 Kuta Utara based on Curriculum 2013. The most discrepancy occurred in Self-Assessment (52.91%) and Portfolio Assessment (64.64%). The general discrepancy found was 35.22%. it is categorized ‘moderate’. The results of the questionnaire which reflects teacher’s belief is 20.99 (very high). It described the teachershave good perception toward the authentic assessment based on Curriculum 2013.However, they found some obstacles to implement them.The prototype of this study was developed based on syllabus analysis, classroom observation, interview and questionnaire. Thus, the implementation should be developed to reach the standard (Curriculum 2014).keyword : discrepancy, authentic assessment, Curriculum 2013, teacher’s belief