Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI “SURVIVAL OF THE FITTEST” SANTRI PEKERJA BURUH PABRIK ROKOK DI PT. DJARUM KUDUS Kastoro, Widiarsih; Masudi Masudi
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.853 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perwujudan doktrin agama dalam menginisiasi sikap hidup santri pekerja buruh Pabrik Rokok PT. Djarum Kudus. Kondisi pabrik yang mengikat menjadi unit analisis untuk diungkapkan di dalamnya usaha santri pekerja buruh Pabrik Rokok PT. Djarum Kudus bertahan hidup di antara kebutuhan sehari-hari dan ekseptasi peraturan pabrik yang mengikat. Analisis lanjutan dalam penelitian ini eksplorasi atas nilai-nilai penguat yang menetapkan santri pekerja buruh Pabrik Rokok PT. Djarum Kudus bertahan bekerja dalam ruang pekerjaan yang menyulitkan.Penelitian ini adalah bagian dari penelitian antropologi dengan fokus metodisnya penelitian kualitatif. Observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi, menjadi bagian pengumpulan data untuk merumuskan penelitian ini memeroleh data lapangan yang dirancang. Penelitian ini berlangsung di antara tahun 2015 sampai 2017.Penelitian ini menemukan kehidupan para santri pekerja buruh PT. Djarum Kudus dapat berjalan dalam ruang keagamaan yang sudah ditentukan dalam agama. Kesungguhan mereka untuk berjalan dalam koridor agama didasarkan kepada kesadaran mereka bahwa kehidupan di dunia dan akhirat harus berjalan dalam kepaduannya. Keterpaduan hidup ini mewujud secara seksama dalam kehidupan para santri pekerja buruh Pabrik Rokok PT. Djarum Kudus yag menyadari dirinya sebagai pribadi yang harus bekerja, mengaji, dan berdagang. Perspektif Gusjigang menjadi dasar realistis para santri untuk terus bekerja dalam lingkup kehidupan pabrik yang menyita.
THE INTERFAITH LELAYU TRADITION: RELIGIOUS PLURALISM IN BULUNGCANGKRING VILLAGE JEKULO KUDUS Rifqi, Rifqi Irfan; Masudi, Masudi; Mafud, Mowafg
Al-Qalam Vol. 31 No. 2 (2025): Jurnal Al Qalam
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v31i2.1660

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of the interfaith lelayu tradition practiced by the Muslim community and members of the Evangelical Church in Tanah Jawa (GITJ) congregation in Bulungcangkring Village, Jekulo, Kudus. The analysis focuses on the humanitarian values embodied in this tradition and examines how the community preserves harmony and respects religious boundaries during the lelayu process, which serves as a tangible expression of interreligious coexistence in local culture. The acts of offering condolences and performing tahlil reflect the spirit of tolerance and harmony among different faith communities. This research employed a qualitative approach with fieldwork as the primary data source, using observation, interviews, and documentation for data collection. The findings reveal that the lelayu tradition in Bulungcangkring Village transcends religious boundaries and provides a shared space for interfaith interaction grounded in mutual cooperation, empathy, and solidarity. Despite theological differences, community members maintain respect for their respective religious doctrines. Consequently, this tradition does not generate doctrinal conflict but rather reinforces the spirit of tolerance in social life, contributing to a broader understanding of cultural practices that foster peace and harmony within a pluralistic society.
AKAR-AKAR TEORI KONFLIK: Dialektika Konflik; Core Perubahan Sosial dalam Pandangan Karl Marx dan George Simmel Masudi, Masudi
FIKRAH Vol 3, No 1 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.245 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v3i1.1832

Abstract

PEMIKIRAN FILSAFAT IBNU THUFAIL (Khazanah Pemikiran Filsafat dari Timur Asrar al-Hikmat al-Masyriqiyyah) Masudi, Masudi
FIKRAH Vol 3, No 2 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.408 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v3i2.1822

Abstract

Perubahan Paradigma Beragama (Analisis Perubahan Pemikiran Keagamaan Masyarakat Desa Jepang Mejobo Kudus) Masudi, Masudi
FIKRAH Vol 4, No 2 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.335 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v4i2.1770

Abstract

Membincang tentang fenomena keberagamaan masyarakat, situasi yang berjalan di tengah-tengah mereka akan senantiasa menjadi titik sorot untuk menjelaskan ihwal kehadiran, dimulai dari tradsi, kebudayaan, etnik, agama, dan realitas kehidupan sosial yang berjalan. Fenomena beragama yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat akan menjadi bagian penyimpulan yang bisa dikaji, bagaimanakah kondisi nyata keberagamaan masyarakat yang berjalan. Kenyataan keberagamaan yang ada di masyarakat inilah nantinya akan mengisi ruang-ruang persepsi masyarakat akan bukti hakiki makna agama dalam kehidupan mereka.Mengamati dinamika keberagamaan yang berjalan di tengah-tengah kehidupan masyarakat Desa Jepang Mejobo Kudus, penelitian ini terfokus untuk mengkaji fenomena perubahan paradigma masyarakat tentang agama. Berpijak kepada dinamika kehidupan masyarakat yang tergolong abangan, terdapat hal unik yang bisa dieksplorasi mengenai keberagamaan masyarakat Desa Jepang Mejobo Kudus. Beragama di antara mereka masih tampak mengadaptasi dengan kegiatan kebudayaan yang cenderung ambigu dalam hukum agama. Dalam hal ini bisa dijelaskan seperti menyabung ayam, meminum-minuman keras, dan berjudi. Namun, di antara aktivitas ambigu dalam kaca pandang agama tersebut, masyarakat juga aktif untuk melaksanakan kirim doa kepada para leluhur yang sudah meninggal (hajatan) atau juga membaca silsilah Syaikh Abdul Qodir al-Jailani manaqiban.Kehidupan beragama masyarakat Desa Jepang Mejobo Kudus menampakkan adanya perubahan pola keberagamaan. Dimulai dari masifnya kondisi masyarakat yang tergolong abangan, mereka mulai beralih untuk aktif mengisi waktu-waktu luang mereka guna beribadah menjalankan perintah-perintah agama. Aktivitas kebudayaan yang masih banyak dijumpai, seperti menyabung ayam, meminum-minuman keras, dan berjudi, hal tersebut mulai terkikis dengan kegiatan mereka untuk memenuhi tuntutan agama.
RUU PERADILAN AGAMA PADA LEGISLASI NASIONAL 2010 DALAM TELAAH GENDER Masudi, Masudi
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.1001

Abstract

Ketimpangan yang dapat menimpa kaum perempuandalam praktik poligami atau model perkawinan lainnya,seperti sirri (sembunyi-sembunyi), mut’ah (kontrak), danperkawinan tanpa wali hakim yang tidak berhak harusditangani dengan penanganan yang terarah. Artikelini mencoba untuk melihat bagaimana Usulan RUU Peradilan Agama dalam Legislasi Nasional 2010 yang menjadi sandaran hukum dalam penentuan sanksi pidana bagi para pelaku poligami, nikah siri, kawin kontrak,dan wali hakim yang tidak sah di mata hukum. Satu halyang menarik bahwa pro kontra yang muncul akibatRUU ini merupakan satu hal yang mutlak. Namun perluditekankan bahwa kearifan dan kebijaksanaan setiapelemen bangsa Indonesia merupakan penentu eksistensiIslam yang “membumi” sebagai perwujudan semangat “rahmatan lil’alamin”.Kata Kunci: Kesetaraan, RUU Peradilan Agama, perkawinan Islam proposed equality for both men and women not only in terms of their public relation but also domesticone, i.e. marital relationship. Unfair treatment that facedby women in the practice of polygamy or other marital models, such as sirri marriage, mut’ah contract, andmarriage without a legal guardian should be solved bydirectional handling system. This article tries to see howthe Proposed Religion Justice Bill, which became theNational Legislation and the laws in the determinationof criminal sanctions for the actors of polygamy,unregistered marriage, mut’ah contract, and alsomarriage without a legal guardian in the eyes of the law.One interesting thing that the pros and cons that arise asa result of this bill is an absolute must. However, it shouldbe emphasized that the wisdom and discretion of eachelement of the Indonesian people is what determines theexistence of Islam that is “grounded” as the embodimentof the spirit of “rahmatan lil’alamin”.Key words: equality, Proposed Religion Justice Bill,marriage.