Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, merupakan salah satu sentra produksi kedelai yang memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Namun, pengolahan kedelai oleh UMKM tahu setempat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan variasi produk dan pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga nilai jual dan jangkauan pasar produk belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu UMKM meningkatkan nilai tambah dan daya saing melalui inovasi produk serta pendampingan digitalisasi pemasaran. Kegiatan diawali dengan observasi dan identifikasi permasalahan mitra, dilanjutkan dengan penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan tahu sutera, pendampingan pemasaran digital, serta evaluasi dampak kegiatan. Pelatihan difokuskan pada penguasaan teknik pembuatan tahu sutera dengan tekstur lebih lembut dan cita rasa yang lebih baik, disertai penerapan higiene dasar dan pengemasan sederhana. Pada aspek pemasaran, mitra didampingi memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk promosi, penyusunan katalog produk, dan pengelolaan pemesanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada praktik usaha mitra, ditandai dengan kemampuan memproduksi tahu sutera sebagai produk bernilai tambah, penggunaan kemasan dan label yang lebih informatif, serta mulai aktifnya kanal pemasaran digital. Selain memberikan dampak awal terhadap peningkatan kompetensi produksi dan pemasaran UMKM tahu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs No. 1 (No Poverty), SDGs No. 2 (Zero Hunger), dan SDGs No. 3 (Good Health and Well-being). Kegiatan ini berpotensi memperkuat keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM secara bertahap. Tofu MSME Product Innovation in Gandusari District, Trenggalek Regency Through Digital Marketing Training and Mentoring Abstract Gandusari District in Trenggalek Regency is a soybean production center with the potential to meet the community's protein needs. However, the utilization of soybeans by tofu Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still faces limitations, particularly in product variation and conventional marketing, resulting in relatively low market reach and selling value. This Community Service (PKM) activity aims to increase the added value and competitiveness of tofu MSMEs through product innovation training in making silk tofu (tahu sutera) and digital marketing assistance. The implementation methods included observation and problem identification, program planning, counseling, practical training and mentoring, and impact evaluation. Product innovation training focused on mastering the techniques of producing seasoned silk tofu with a soft texture and improved flavor, accompanied by the application of basic hygiene and simple packaging. Digital marketing assistance was conducted by optimizing social media and instant messaging applications for promotion, product catalogs, and ordering. The results showed a significant increase in the partner's understanding and skills in producing silk tofu and managing digital marketing channels. This activity has successfully opened up new market opportunities and increased the economic value of the partner's tofu products.