Bryan Fredrik Paolo Mawey, Bryan Fredrik Paolo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM JARINGAN AIR BERSIH DI KELURAHAN WOLOAN TIGA KOTA TOMOHON Mawey, Bryan Fredrik Paolo; Mangangka, Isri R.; Kawet, Lingkan
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Woloan Tiga harus meningkatkan sistem jaringan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan pokok akan air bersih masyarakat serta dapat mempengaruhi aspek sosial, kesehatan masyarakat, peningkatan tata kehidupan desa dan juga faktor ekonomi di kelurahan. Seiring dengan terjadinya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi, khususnya dari rumah panggung maka diperlukan peningkatan sistem penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 25 tahun kedepan. Pemenuhan kebutuhan air bersih di perkotaan dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan sumber daya air, yaitu : mengalirkan air dari sumbernya ke tempat pengguna atau pelayanan umum, dan mengusahakan sendiri dengan menggali sumur. Proyeksi penduduk adalah suatu metode yang dipakai untuk memperkirakan jumlah penduduk dimasa yang akan datang berdasarkan data perkembangan penduduk pada tahun yang telah lalu, sedangkan air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci pakaian dan mandi, dan dapat dijadikan air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Dengan diketahuinya jumlah penduduk maka kebutuhan air dapat dihitung. Kebutuhan air diharapkan tidak melebihi ketersediaan air yang ada. Selanjutnya dapat dilakukan perencanaan jaringan sistem distribusi air bersih. Pengumpulan data dilakukan dengan memilah antara data primer dan data sekunder. Untuk jenis data primer, maka data yang dikumpulkan yakni jumlah penduduk untuk kepentingan proyeksi pada 25 tahun yang akan datang (2040), kebutuhan air rumah tangga (domestik), kebutuhan air non domestik (sebatas industri kecil), dan ketersediaan air di daerah Woloan Tiga. Untuk Proyeksi jumlah penduduk maka digunakan analisis regresi linier dan didapatkan jumlah penduduk tahun 2040 sebesar 2912 jiwa. Kebutuhan air total pada tahun tersebut sebesar 3,7157 liter/detik sedangkan ketersediaan air dari mata air Tatow sebesar 4,34 liter/detik. Jumlah hidran umum yang direncanakan sebanyak 13 buah dengan debit rata-rata yang mengalir sebesar 0,2858 liter/detik. Kapasitas pompa yang digunakan dalam perencanaan yakni 7,4314 liter/detik dengan head 67 meter. Berdasarkan hasil simulasi dengan EPANET menunjukkan dengan menggunakan pompa berkapasitas seperti di atas dan pipa transmisi berdiameter 100 mm sepanjang 635 meter terjadi tekanan di pompa sebesar 82,76 meter head, dan sistem jaringan tersebut mampu mentransport air dengan debit sebesar 7,43 liter/detik. Kata kunci : Woloan Tiga, Air Bersih, EPANET, Regresi Linier, Proyeksi Penduduk, Head, Pompa
Family educational patterns in strengthening teenager's character generation z: A literature review Fransiskus Markus Pereto Keraf; Marsianus Falo; Ody Wolfrit Matoneng; Fredik Lambertus Kollo Kollo; Nurlailah Nurlailah
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68978

Abstract

Generation Z teenagers were born in the internet and technological automation era. The negative impact of technological developments causes violations of applicable norms. Teenagers who are involved in juvenile delinquency are caused by a lack of assistance and family control. This study aims to identify appropriate educational patterns for integrating positive moral habits and norms in the family. The writing method uses a literature review. The data collection process through a literature review is supported by a comprehensive analysis of publications from academic journals in the last 5 (five) years, focusing on educational patterns in the family to strengthen the character of Generation Z teenagers. The study results show that there are 3 (three) patterns of education in the family to develop the character of Generation Z teenagers. The three education patterns are family education patterns based on example, monitoring, and understanding psychology. Parents must integrate these three educational patterns in the family to create a golden generation with positive, quality characters. Character development formed through family educational patterns can be collaborated with other character education models, such as in the school or community environment.   Abstrak Remaja generasi Z lahir di era internet serta otomatisasi teknologi. Dampak negatif perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya pelangaran norma yang berlaku. Remaja yang terlibat kenakalan remaja disebabkan kurangnya pendampingan serta kontrol keluarga. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi pola pendidikan yang tepat dalam mengintegrasikan pembiasaan moral dan norma yang positif dalam keluarga. Adapun metode penulisan menggunakan kajian pustaka. Proses pengumpulan data melalui tinjauan literatur ini didukung oleh analisis publikasi yang komprehensif dari jurnal akademik pada 5 (lima) tahun terakhir, berfokus pada pola pendidikan dalam keluarga untuk menguatkan karakter remaja generasi z. Hasil kajian menunjukan bahwa terdapat 3 (tiga) pola pendidikan dalam keluarga untuk mengembangkan karakter remaja generasi z. Ketiga pola pendidikan tersebut yakni pola pendidikan keluarga melalui keteladanan, pemantauan dan pemahaman psikologi. Orangtua harus mampu mengintegrasikan ketiga pola pendidikan dalam keluarga tersebut untuk mewujudkan generasi emas yang memiliki karakter positif berkualitas. Pengembangan karakter yang dibentuk melalui pola pendidikan dalam keluarga dapat dikolaborasikan dengan model pendidikan karakter lainnya, seperti di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kata Kunci: generasi z; karakter remaja; pendidikan keluarga