Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Validitas Neutrophil Gelatinase Associated Lipocalin sebagai Penanda Diagnosis Gangguan Ginjal Akut pada Sepsis Hidayat, -; Parwati, Ida; Gondodiputro, Rubin Surachno; Rita, Coriejati
Majalah Kedokteran Bandung Vol 44, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1561.984 KB)

Abstract

Gangguan ginjal akut (GgGA) merupakan penurunan fungsi ginjal secara mendadak yang ditandai dengan peningkatan kreatinin serum ≥0,3 mg/dL atau meningkat >1,5 kali dari kadar sebelumnya atau penurunan urine output (UO) <0,5 mL per jam selama >6 jam. Sepsis merupakan penyebab tersering GgGA dengan angka kejadian berkisar 20–50% dan angka kematian mendekati 70%. Kadar neutrophil gelatinase associated lipocalin (NGAL) urine penderita GgGA dapat meningkat secara cepat dan lebih awal dibandingkan dengan kadar kreatinin serum sehingga NGAL dapat dijadikan penanda diagnosis GgGA. Penelitian bertujuan mengetahui validitas NGAL urine sebagai penanda diagnosis GgGA pada penderita sepsis. Sebanyak 50 sampel urine diambil dari penderita sepsis di Unit Gawat Darurat (UGD), Intensive Care Unit (ICU), dan Medical Intermediate Care (MIC) di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung selama Februari sampai Mei 2010 dan dilakukan pemeriksaan kadar NGAL urine dengan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji nonparametrik Mann-Whitney, kurva receiver operating characteristic (ROC), dan uji validitas. Hasil penelitian didapatkan kadar NGAL urine penderita sepsis dengan GgGA lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan penderita sepsis tanpa GgGA (3.380 ng/mL berbanding 116 ng/mL; p<0,001). Pada cut-off point 107 ng/mL, NGAL urine memiliki sensitivitas 100%, spesifisitas 36%, positive predictive value (PPV) 60,9%, negative predictive value (NPV) 100%, dan akurasi 68%. Simpulan, kadar NGAL urine memiliki validitas yang baik dan dapat dijadikan sebagai penanda diagnosis terjadinya GgGA pada penderita sepsis. [MKB. 2012;44(2):121–6]. Validity Test of Neutrophil Gelatinase Associated Lipocalin as Diagnostic Marker forAcute Kidney Injury on SepsisAcute kidney injury (AKI) is an abrupt decrease of renal function which marked by increase of serum creatinine ≥0.3 mg/dL or ≥1.5 times of previous level or decrease urine output <0.5 mL/hour in >6 hours. Sepsis is the most common cause of AKI with incidence rate is about 20–50% and mortality nearly 70%. Urine neutrophil gelatinaseassociated lipocalin (NGAL) level in AKI patients can increase quickly and earlier compared with serum creatinine and could be as a marker for AKI. The purpose of this study was to assess the validity of urine NGAL as diagnostic marker of AKI on sepsis patients. Subjects were 50 urine samples of sepsis patients from Emergency Department (ED), Intensive Care Unit (ICU) and Medical Intermediate Care (MIC) in Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung between February and May 2010 and were examined with enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) method. Data analysis was performed by non parametric Mann-Whitney test, receiver operating characteristic (ROC) analysis and validity test.The results found that urine NGAL of AKI patients were significantly higher compared with non AKI patients (3,380 ng/mL vs 116 ng/mL, p<0.001). A cut-off point >107 ng/mL for urine NGAL had a sensitivity of 100%, specificity of 36%, positive predictive value (PPV) of 60.9%, negative predictive value (NPV) of 100% and accuracy of 68%. In conclusions, urinary NGAL level has good validity and could be used as a screening test for AKI on sepsis patients. [MKB. 2012;44(2):121–6]. DOI: http://dx.doi.org/10.15395/mkb.v44n2.131
IbM PADA KELOMPOK USAHA KECIL BERBASIS UPPKS DAN KUBE HIMPUNAN WIRAUSAHA TRANSMIGRASI Asriati, Nuraini; Hidayat, -; Ulfah, Maria
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.732 KB) | DOI: 10.21831/ino.v20i1.11276

Abstract

This IBM program aimed: (1) accompany and guide a group of microbusiness productive economic country society in developing production partner I and partner II; (2) create a partnership sinergy that condusive between society and university. General cases that occur in partner are: (a) fund limitation, market ing, and media production that produce a lot of products, (b) don't have dry oven at rainy season, (c) lack of skill in doing diversification product, (d) don't do good accounting report management, (e) don't have label and hausehold food industry. The solutions are: (1) counseling and guidancein applying a loan in a bank; (2) socialization about diversification product by appropriate technology; (3) counseling and guidance in making accounting report; (4) counseling production and marketing management; (5) counseling and guidance in making labrl, i-household food industry, and kosher certificate. The implementation program of IBM done in 3 stages: (1) preparation stage, (2) implementation stage, (3) evaluation stage. The out put activities are a simple innovation technology of slicer crackers, earn fund by light subsidy from Mandiri Bank, Branch of Rasau Jaya, Household Food Industry Certificate, and kosher 
Keragaan beberapa Klon Lidah Buaya pada Media Tanah Gambut Alfadillah, -; Hidayat, -; Wasian, -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16569

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari klon yang berkeragaan baik dan mempunyai stabilitas hasil tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan produksi lidah buaya di dataran rendah khususnya pada media berjenis tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sepakat II Kota Pontianak, dimulai dari tanggal 9 Agustus 2014 sampai 12 Februari 2015. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pada masing-masing asal tanah gambut yaitu Rasau Jaya I dan Rasau Jaya III dengan perlakuan yang terdiri dari lima jenis klon lidah buaya yaitu klon E4, E5, E6, E7, dan E8. Masing-masing perlakuan dikelompokkan sebanyak 5 kelompok dan setiap unit perlakuan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan sebanyak 150 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), jumlah anakan, jumlah pelepah hasil (helai), panjang pelepah hasil (cm), lebar pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat pelepah per tanaman (g) dan warna pelepah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon E5 dan E6 merupakan klon berkeragaan khusus pada tanah gambut asal Rasau Jaya I sedangkan klon E4, E5, E6 dan E7 berkeragaan umum. Klon E4, E5, dan E6 merupakan klon berkeragaan khusus pada tanah gambut asal Rasau Jaya III sedangkan klon E6 berkeragaan umum. Klon E6 merupakan klon yang berkeragaan baik dan stabil.