Indri Neforawati, Indri
Jurusan Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta, Kampus Baru UI Depok, Bogor 16424

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : MULTINETICS

Penggunaan Notifikasi Berbasis Android untuk Memantau Perawatan pada Sistem Otomasi Akuaponik Menggunakan Mikrokontroller ATmega 2560 Neforawati, Indri; Adani, Dinabilah; Rahmawati, Eka; Fitriana, Ayu
MULTINETICS Vol 2, No 2 (2016): MULTINETICS Nopember (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol2.No.2.2016.pp.24-29

Abstract

Permasalahan masyarakat di kota-kota besar saat ini adalah sulitnya melakukan perawatan terhadap tanaman yang saat ini mulai ditanam menggunakan sistem akuaponik. Maraknya fenomena penggunaan smartphone di masyarakat perkotaan, serta penerapan mikrokontroler dalam bidang pertanian menjadikan sebuah sistem notifikasi berbasis smartphone untuk memonitoring sistem akuaponik mampu menjadi solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dibuatnya sistem adalah untuk memudahkan perawatan sistem akuaponik sehingga masyarakat perkotaan tertarik untuk bertani dengan mengoptimalisasi penggunaan smartphone dan mikrokontroller sebagai teknologi  yang populer saat ini. Metode yang digunakan untuk membangun sistem adalah metode Waterfall. Keuntungan menggunakan aplikasi ini, pengembangan dan daur ulang sistem akan menjadi lebih mudah dan terarah. Setelah proses pengujian sistem, dapat disimpulkan bahwa sistem yang telah terbangun 80% ini mampu mengirimkan notifikasi pada kondisi-kondisi yang telah ditentukan
ANALISA QOS (QUALITY OF SERVICE) ZEROSHELL PADA MEKANISME LOAD BALANCING DAN FAILOVER Risnaldy, Praja; Neforawati, Indri
MULTINETICS Vol 6, No 1 (2020): Multinetics May (2020)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v6i1.2750

Abstract

Kebutuhan bandwidth semakin hari semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna internet. Masalah yang sering dihadapi pengguna dalam mengakses internet adalah ISP yang sering down dan koneksi internet yang cenderung lambat. Sehingga, perlu diadakan multikeneksi menggunakan dua ISP yang berbeda dengan pemanfaatan load balancing dan failover. Load balancing dan failover diimplementasikan pada zeroshell 3.9.3 dengan metode weight round-robin. Pengujian dilakukan dengan internet speed tester, download video dari YouTube, serta memutuskan salah satu jalur koneksi. Pengujian dengan internet speed tester untuk mendapatkan nilai throughput dari sistem load balancing dan sistem tanpa load balancing. Pengujian download video dilakukan untuk mendapatkan nilai QoS, yaitu throughput, packet loss, delay, dan jitter. Pengujian dengan memutuskan salah satu jalur koneksi untuk mendapatkan fungsi dari failover sekaligus menghitung nilai delay dari perpindahan jalur koneksi. Hasil penelitian ini adalah sistem load balancing dan failover dapat berfungsi pada zeroshell, sistem yang menerapkan load balancing memiliki nilai throughput yang lebih tinggi dibandingkan dengan ISP 1 dan ISP 2 yang tidak menerapkan sistem load balancing, nilai QoS throughput, packet loss, dan delay memiliki kategori TIPHON ?sangat bagus? dengan indeks 4, nilai QoS jitter memiliki kategori TIPHON ?bagus? dengan indeks 3, serta nilai delay sistem failover memiliki kategori TIPHON ?Jelek? dengan indeks 1.
Analisa QOS (Quality of Service) Zeroshell pada Mekanisme Load Balancing dan Failover Risnaldy, Praja; Neforawati, Indri
MULTINETICS Vol. 6 No. 1 (2020): MULTINETICS Mei (2020)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v6i1.2750

Abstract

Kebutuhan bandwidth semakin hari semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna internet. Masalah yang sering dihadapi pengguna dalam mengakses internet adalah ISP yang sering down dan koneksi internet yang cenderung lambat. Sehingga, perlu diadakan multikeneksi menggunakan dua ISP yang berbeda dengan pemanfaatan load balancing dan failover. Load balancing dan failover diimplementasikan pada zeroshell 3.9.3 dengan metode weight round-robin. Pengujian dilakukan dengan internet speed tester, download video dari YouTube, serta memutuskan salah satu jalur koneksi. Pengujian dengan internet speed tester untuk mendapatkan nilai throughput dari sistem load balancing dan sistem tanpa load balancing. Pengujian download video dilakukan untuk mendapatkan nilai QoS, yaitu throughput, packet loss, delay, dan jitter. Pengujian dengan memutuskan salah satu jalur koneksi untuk mendapatkan fungsi dari failover sekaligus menghitung nilai delay dari perpindahan jalur koneksi. Hasil penelitian ini adalah sistem load balancing dan failover dapat berfungsi pada zeroshell, sistem yang menerapkan load balancing memiliki nilai throughput yang lebih tinggi dibandingkan dengan ISP 1 dan ISP 2 yang tidak menerapkan sistem load balancing, nilai QoS throughput, packet loss, dan delay memiliki kategori TIPHON “sangat bagus” dengan indeks 4, nilai QoS jitter memiliki kategori TIPHON “bagus” dengan indeks 3, serta nilai delay sistem failover memiliki kategori TIPHON “Jelek” dengan indeks 1.
Optimalisasi Server Proxmox Pada Nict Uin Syarif Hidayatullah Jakarta Achmad Fachri; Neforawati, Indri; Kurniawan, Asep
MULTINETICS Vol. 7 No. 2 (2021): MULTINETICS Nopember (2021)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v7i2.3960

Abstract

Servers are needed as a network infrastructure that supports services at various companies, the more services needed, the more servers are needed. The number of servers needed also requires a large fee. It takes a Cluster system on the Proxmox server so that the required services are run on a virtual machine so that each server can run various services and reduce the need for physical servers. The Proxmox server cluster system is implemented to be able to use a migration system that aims to move virtual machines from one node to another without stopping the services provided. The goal of moving virtual machines is to move virtual machines from nodes with small specifications to nodes with large specifications so that virtual machines can make better use of resources and the supported services continue to run.
Penggunaan Notifikasi Berbasis Android untuk Memantau Perawatan pada Sistem Otomasi Akuaponik Menggunakan Mikrokontroller ATmega 2560 Neforawati, Indri; Adani, Dinabilah; Rahmawati, Eka; Fitriana, Ayu
MULTINETICS Vol. 2 No. 2 (2016): MULTINETICS Nopember (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v2i2.1038

Abstract

Permasalahan masyarakat di kota-kota besar saat ini adalah sulitnya melakukan perawatan terhadap tanaman yang saat ini mulai ditanam menggunakan sistem akuaponik. Maraknya fenomena penggunaan smartphone di masyarakat perkotaan, serta penerapan mikrokontroler dalam bidang pertanian menjadikan sebuah sistem notifikasi berbasis smartphone untuk memonitoring sistem akuaponik mampu menjadi solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dibuatnya sistem adalah untuk memudahkan perawatan sistem akuaponik sehingga masyarakat perkotaan tertarik untuk bertani dengan mengoptimalisasi penggunaan smartphone dan mikrokontroller sebagai teknologi  yang populer saat ini. Metode yang digunakan untuk membangun sistem adalah metode Waterfall. Keuntungan menggunakan aplikasi ini, pengembangan dan daur ulang sistem akan menjadi lebih mudah dan terarah. Setelah proses pengujian sistem, dapat disimpulkan bahwa sistem yang telah terbangun 80% ini mampu mengirimkan notifikasi pada kondisi-kondisi yang telah ditentukan
Instalasi Kabel Fiber Optic dan Perangkat Switch untuk Layanan Internet Menggunakan Metode CWDM oleh PT. XYZ Fardani, Ahmad Syahrul; Neforawati, Indri
MULTINETICS Vol. 5 No. 1 (2019): MULTINETICS Mei (2019)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v5i1.2787

Abstract

Layanan internet adalah sebuah layanan dengan kecepatan tinggi berbasis teknologi VPN MPLS dengan lastmile fiber optic sehingga mampu memberikan kualitas layanan dan keamanan jaringan yang terbaik. Selain itu terdapat berbagai metode komunikasi. Salah satunya metode CWDM (Coarse Wavelength Division Multiplexing) yang merupakan salah satu teknologi WDM (Wavelength Division Multiplexing) yang memiliki channel spacing lebih lebar dibandingkan dengan teknologi WDM sebelumnya. Metode CWDM ini diimplementasikan sebagai pengembangan pada proses transmisi data guna  mempercepat transfer data dan meningkatkan bandwidth. Selain menggunakan fiber optic dan metode CWDM untuk berkomunikasi, layanan internet juga menggunakan switch sebagai perangkat pendukung layanan tersebut. Dimana perangkat switch diletakkan pada sisi user dan dikonfigurasi dengan memberikan VLAN dan IP Address sesuai dengan alokasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini penulis fokus untuk menganalisis hasil instalasi dari kabel fiber optic dan keunggulan metode CWDM serta hasil pengujian perangkat switch dengan melakukan monitoring melalui web speedtest dan menghasilkan bandwidth sebesar 50Mbps.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Pintu Gudang PT XYZ Berbasis Android Menggunakan Perangkat SIM800l dan Mikrokontroler AT Mega 328p Fahyurisandi, Reza; Neforawati, Indri
MULTINETICS Vol. 5 No. 1 (2019): MULTINETICS Mei (2019)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v5i1.2793

Abstract

Abstrak - PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang logistik, mempunyai sebuah gudang yang berfungsi untuk menyimpan barang perusahaan. Pada pengecekan gudang sering terjadi kehilangan barang yang tidak diketahui penyebabnya yang akan merugikan pihak perusahaan. Padahal pintu gudang hanya dapat diakses oleh pengelola gudang. Untuk mengatasi masalah itu dibuat sistem monitoring pintu gudang. Sistem monitoring ini akan memberikan informasi mengenai waktu kapan pintu tersebut terbuka maupun tertutup kembali. Pembuatan sistem ini menggunakan SIM800L, AT Mega 328P, dan Reed Switch. Reed Switch merekam aktifitas pintu gudang. Informasi aktifitas pintu gudang tersebut akan disimpan di memori AT Mega 328P dan dikirim ke server melalui SIM800L. Aplikasi android menerima informasi aktivitas dari server. Informasi yang terekam dari aktivitas pintu ini akan terlihat melalui aplikasi berbasis android yang terinstal di ponsel pengguna. Dengan bantuan aplikasi berbasis android yang sudah terinstal maka pihak perusahaan dapat mengetahui aktifitas yang terjadi di gudang. Aktifitas yang terjadi akan tampil pada aplikasi dengan informasi tanggal dan waktu yang terekam.
Analisis Pengiriman Data dari LoRa Gateway ke Network Server Rosyida Zain, Ayu; Hudi, Siti Azka Rahmawati; Neforawati, Indri
MULTINETICS Vol. 7 No. 1 (2021): MULTINETICS Mei (2021)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v7i1.3971

Abstract

The development of IoT in Indonesia encourages the development of networks that IoT devices need to be able to communicate between sensors and actuators. One of the networks that helps the communication process is LoRa. LoRa (Long Range) is a wide area network protocol with low power and resistant to interference from unwanted signals. LoRa has limitations, that is it cannot send data directly to the network server. So it requires a device that can bridge data transmission to the network server, it called LoRa Gateway. Because the use of LoRa Gateway is very important in this case, an analysis is carried out to see how much data is used and what protocol are used when the communication from the LoRa Gateway to the Network Server occurs. The method used is data collection, data processing, and data analysis. The conclusion of this analysis is that the Spreading Factors (SF) and the time interval used while sending data have an effect on the size of kilobytes and the speed of sending data to the network server