Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Indonesian Social Science Review

Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Menampung dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat (Studi pada Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang) Bagus, Nanang
Indonesian Social Science Review Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v1i2.51

Abstract

The Village Consultative Body (BPD), the Village Government (PD), and elements of the village community which aim to discuss strategic matters in the administration of the Village Government. In relation to the administration in village governance, the village government as the driving force for the community to be able to participate in the physical development of the village and the implementation of village administration, then every decision taken must be based on village deliberation to reach a joint decision. Law No. 6 of 2014, the village has four domains and authorities; village government, village development, community development and village community empowerment. This is what gives birth to the perspective that the village is an entity that organizes government (regulates and manages government affairs and the interests of the community). The purpose of the research is to find out the BPD channeling community aspirations using a study in Gadingkulon village, Dau district, Malang district. This type of research is snowball sampling. Data Collection Techniques Interviews, Observations, Documentation. The results of the research are the hopes and goals of the community for future success in relation to their lives, both individually and in groups.   Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa (PD), dan unsur masyarakat desa yang bertujuan untuk memusyawarahkan hal yang bersifat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintah Desa. Berkaitan dengan penyelenggaraan dalam pemerintahan di desa, pemerintah desa sebagai penggerak masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan fisik desa dan penyelenggaraan administrasi desa, maka setiap keputusan yang diambil harus didasarkan atas musyawarah desa untuk mencapai keputusan bersama. UU No 6 tahun 2014, desa memiliki empat domain dan kewenangan; pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa. Inilah yang melahirkan persfektif bahwa desa adalah endititas yang menyelenggarakan pemerintahan (mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat). Tujuan penelitian Untuk mengetahui BPD penyaluran aspirasi masyarakat menggunakan studi pada desa gadingkulon kecamatan dau kabupaten malang. Jenis penelitian snowball sampling. Teknik Pengumpulan Data Wawancara, Observasi, Dokumentasi. Hasil penelitian sesuatu harapan dan tujuan dari masyarakat untuk keberhasilan pada masa yang akan datang berkaitan dengan hajat hidup mereka, baik secara individu maupun secara kelompok.
Analisis Penerapan Modal Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Pengembangan Desa Wisata Sidomulyo Kota Batu Pedro, Ernani Lola; Bagus, Nanang; Adiwidjaja, Ignatius
Indonesian Social Science Review Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v2i2.90

Abstract

Sidomulyo Village in Batu City is one of the villages enriched with agricultural wealth, particularly in the field of ornamental plant cultivation. This village, renowned for its ornamental garden agriculture, possesses diverse and intriguing natural potentials. The village, which has a long-standing history, is characterized by a well-known agricultural sector, with its ornamental flower farms becoming a distinctive icon. The aim of this research is to analyze the application of socio-economic capital by the community in the development of Sidomulyo as a tourist village, and to evaluate its impact on the economic growth of the community. This research employs qualitative methods, utilizing both primary and secondary data collection techniques, followed by data processing to draw conclusions. The findings of this study indicate that strong social capital significantly accelerates economic sector growth due to the high level of trust and the expansive network relationships that develop among economic actors. Social capital is evidenced by aspects such as networks, trust, norms, and values present in Sidomulyo Tourist Village. Desa Sidomulyo di Kota Batu merupakan salah satu desa yang kaya akan potensi pertanian, khususnya dalam budidaya tanaman hias. Desa ini, yang terkenal sebagai pusat pertanian taman hias, memiliki beragam potensi alam yang menarik. Desa yang telah memiliki sejarah panjang ini dikenal dengan sektor pertaniannya yang khas, di mana pertanian bunga hias menjadi ikon yang mencolok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan modal sosial ekonomi oleh masyarakat dalam pengembangan desa wisata Sidomulyo, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder, yang kemudian diolah untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang kuat secara signifikan mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi karena adanya tingkat kepercayaan yang tinggi dan hubungan jaringan yang luas yang berkembang di antara para pelaku ekonomi. Modal sosial terlihat melalui aspek-aspek seperti jaringan, kepercayaan, norma, dan nilai yang ada di Desa Wisata Sidomulyo.
Peran Pemerintah Desa dalam Konsep Perencanaan Pembangunan di Bidang Ekonomi Bagus, Nanang; Waldus, Frumensius
Indonesian Social Science Review Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v3i1.140

Abstract

The aim of this research is to find out what the role of the Village Government is in the Development Planning Concept in the Economic Sector of Torongrejo Village as well as the supporting and inhibiting factors in the Development Planning Concept in the Economic Sector of Torongrejo Village. The method used in this research was qualitative with five informants. Data collection techniques used in this research were interviews, observation and documentation. The theory used in this research is the Role Theory from Rivai 2006. The focus of this research is the Government's Role in the Development Planning Process in the Economic Sector of Torongrejo Village. The results of field research show that the Torongrejo village government has played a major role in the concept of development planning in the economic sector, which is implemented according to community aspirations and processed according to applicable laws and regulations. Supporting factors for the role of the Village Government in the Development Planning Concept in the Economic Sector, namely by building a strong business network to support business growth and access to wider markets and strengthening cooperatives as a means of empowering the community's economy to complement each other. each other so that they can create and realize good village economic development planning and can improve community welfare so that they can build a more advanced village. Meanwhile, the inhibiting factors are related to honesty, because economic conditions must be acknowledged with a sense of honesty and an honest nature. In general, people tend to be dishonest about their condition. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja Peran Pemerintah Desa Dalam Konsep Perencanaan Pembangunan di Bidang Ekonomi Desa Torongrejo serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam Konsep Perencanaan Pembangunan di Bidang Ekonomi Desa Torongrejo. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah informan lima orang. Teknik pengumpilan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Peran dari Rivai 2006. Fokus Peneliitian ini adalah Peran Pemerintah dalam Proses Perancanaan Pembanguan di Bidang Ekonomi Desa Torongrejo. Hasil penelitian  menunjukan bahwa pemerintah desa torongrejo telah berperan utama dalam konsep perencanaan pembangunan di bidang ekonomi, yang dilaksanakan sesuai aspirasi masyarakat dan diproses ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. faktor pendukng dari Peran Pemerintah Desa dalam Konsep Perencanaan Pembangunan di Bidang Ekonomi dengan membagun jaringan bisnis yang kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha dan akses ke pasar yang lebih luas dan memperkuat koperasi sebagai sarana pemberdaya ekonomi masyarakat agar saling mengisi satu sama lain sehingga dapat menciptakan dan mewujudkan perencanaan pembangunan ekonomi desa yang baik serta bisa meningkatkan kesejahtraan masyarakat sehingga bisa membangun desa yang lebih maju. Sedangkan faktor peenghamat Faktor Penghambatnya yaitu berkaitan dengan kejujuran, karna kondisi ekonomi itu harus diakui dengan rasa jujur dan juga sifat yang jujur. Pada umumnya masyarakat cendrung tidak jujur dengan kondisi dirinya. 
Manajemen Pelaporan Keuangan Digital Melalui Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) Di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Magi Diala, Cindy Claudia; Setiawan, MN Romi A; Bagus, Nanang
Indonesian Social Science Review Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v4i1.185

Abstract

The implementation of digital financial management at the village level remains a critical issue, particularly in ensuring transparency, accountability, and the quality of financial reporting. Although the Village Financial System (SISKEUDES) has been widely adopted, empirical studies examining how this system supports digital financial reporting management at the village level are still limited. This study aims to analyze the management of digital financial reporting through SISKEUDES and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation in Kalisongo Village, Dau District, Malang Regency. The study adopts a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using reduction, display, and conclusion-drawing techniques. The analysis is guided by the qualitative characteristics of financial reporting in the public sector, including relevance, reliability, understandability, and comparability. The findings indicate that the implementation of SISKEUDES in Kalisongo Village has improved the quality of digital financial reporting, particularly in terms of accuracy, efficiency, and transparency. However, several challenges remain, especially related to internet connectivity and technical constraints. Overall, SISKEUDES plays a significant role in strengthening digital financial reporting management at the village level, although continuous system and infrastructure improvements are still required. Penerapan pengelolaan keuangan digital di tingkat desa masih menjadi isu penting, terutama dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelaporan keuangan. Meskipun Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) telah banyak digunakan, kajian yang membahas secara empiris pengelolaan pelaporan keuangan digital di tingkat desa masih terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaporan keuangan digital melalui SISKEUDES serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis didasarkan pada karakteristik kualitas laporan keuangan sektor publik, yaitu relevan, andal, mudah dipahami, dan dapat dibandingkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SISKEUDES di Desa Kalisongo mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan digital, terutama dari sisi ketepatan, efisiensi, dan transparansi. Namun demikian, masih terdapat kendala, terutama terkait keterbatasan jaringan internet dan aspek teknis sistem. Secara keseluruhan, SISKEUDES berperan penting dalam memperkuat manajemen pelaporan keuangan digital di tingkat desa, meskipun perbaikan sistem dan infrastruktur tetap diperlukan.