Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIALEKTIKA BUDAYA SUNDA DAN NILAI-NILAI ISLAM (STUDI ATAS NILAI-NILAI DAKWAH DALAM BUDAYA PAMALI DI TATAR SUNDA) Qusyaeri, Nurdin; Azhari, Fauzan
Syntax Idea Vol 1 No 4 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dialektika budaya Sunda dan nilainilai islam, untuk mengetahui makna pamali dan untuk menginformasikan bahwa dalam pamali memiliki nilai-nilai yang berkaitan dengan dakwah (keagamaan) untuk menjadi salahsatu metode dakwah. Analisis isi dapat didefinisikan sebagai suatu teknik penelitian ilmiah yang ditujukan untuk mengetahui gambaran karakteristik isi dan menarik inferensi dari isi. Analisis isi ditujukan untuk untuk mengidentifikasi secara sistematis isi komunikasi yang tampak, dan dilakukan secara objektif, valid, reliabel, dan dapat direplikasi (Eriyanto, 2015). Di sini peneliti bermaksud untuk mengidentifikasi isi pesan dari budaya pamali di tatar Sunda, yang kemudian isi pesan pamali itu ditinjau dari segi nilai -nilai dakwah.Dari hasil penelitian penulis, ada tiga nilai yang terkandung dibalik makna pamali, yaitu akidah, akhlak, dan syariah. Namun, dari ketiga nilai-nilai dakwah itu, ternyata pamali lebih dominan memiliki nilai -nilai akhlak, karena seperti makna lahirnya pamali itu sendiri untuk mengatur kehidupan manusia dengan sesama manusia, dan alam dalam hal adab, etika, dan tata krama. Dan hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang mana Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak.
Respon Indonesia Atas Klaim Teritorial Tiongkok di Laut Natuna Utara 2019-2024 Azhari, Fauzan; Saeri, Mhd.; Yessi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17106

Abstract

Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis respon Indonesia atas klaim teritorial Tiongkok di Laut Natuna Utara 2019-2024, Laut Natuna Utara merupakan laut yang memiliki sumber daya alam yang sangat besar serta jalur perekonomian terbesar kedua di dunia. Tiongkok mengklaim secara sepihak Laut Natuna Utara sebagai daerah kedaulatannya dari faktor sejarah dengan dasar nine dash line untuk meraih keuntungan sepenuhnya di Laut Natuna Utara Hal tersebut membuat Indonesia tidak terima dengan klaim yang dibuat Tiongkok, karena Tiongkok melanggar UNCLOS 1982 dan menganggu hak berdaulat wilayah Indonesia berdasarkan UNCLOS 1982. Penelitian ini menggunakan perspektif neorealisme yang berfokus pada perilaku lindung nilai (Hedging) untuk merespon klaim Tiongkok di Laut Natuna Utara terhadap ZEE Indonesia. Hedging adalah salah satu dari banyak bentuk perilaku penyelarasan Hal ini dapat dibedakan dari pilihan penyelarasan lainnya (misalnya penyeimbangan murni dan ikut-ikutan) terutama dalam hal posisinya yang ambigu, bercampur dan 'berlawanan', yang menunjukkan unsur-unsur penerimaan kekuasaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui analisis dokumen (document analysis). Penelitian ini menunjukkan respon Indonesia atas klaim teritorial Tiongkok di Laut Natuna Utara. Jalur yang diambil oleh Indonesia dengan bekerjasama dengan Amerikas Serikat, memperbaiki peta wilayah Indonesia dengan membuat penamaan Laut Natuna Utara dan di daftarkan ke PBB sebagai wilayah kedaulatan Indonesia, Indonesia mendakati Rusia serta ASEAN dan tetap menjaga hubungan yang baik dengan China di segi ekonomi dan keamanan.