Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengelompokan 6 Klon Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) pada Fase Vegetatif Berdasarkan Karakter Morfologi dan Fisiologi Utami, Desy Fitri Fajar; Nihayati, Ellis; Roviq, Mochammad; Djumali, Djumali
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan bahan baku utama gula yang menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat dan sumber kalori yang relatif murah. Hal ini mendukung terjadinya peningkatan konsumsi gula di Indonesia dari tahun ke tahun. Tetapi, jumlah produksi gula di dalam negeri saat ini dirasakan belum mampu memenuhi kebutuhan gula di Indonesia. Permasalahan yang sering mucul pada rendahnya produksi gula antara lain dari segi budidaya tebu, yaitu penyiapan bibit, kualitas bibit dan varietas yang digunakan. Pemberdayaan koleksi plasma nutfah tebu hanya bisa dilakukan apabila tersedia informasi yang cukup tentang potensi sifat-sifat yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik morfologi dan fisiologi 6 klon tanaman tebu pada fase vegetative dan mengelompokkan 6 klon tanaman tebu berdasarkan kemiripan karakteristik morfologi dan fisiologi. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 6 klon tanaman tebu dan dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Karangploso, Malang pada April – Juni 2018. Pengamatan dilakukan dengan pengambilan sampel acak sederhana dan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS 11.5 dengan dua tahap yaitu Analisis komponen utama dan Analisis klaster. Metode pengelompokan yang digunakan adalah metode aglomeratif dan ukuran ketidakmiripan yang digunakan adalah jarak Euclidean. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengelompokan berjumlah 3 klaster, klaster 1 terdiri dari MLG – 26, BL, MLG – 23. Klaster 2 terdiri dari MLG – 38 dan MLG – 45 sedangkan klater 3 terdapat klon Kentung.
Clone Characteristics Of Sil 04, 6535, Ps 881, And Bululawang Polycross Yulaikah, Sri; Djumali, Djumali; Herwati, Anik; Abdurrakhman, Abdurrakhman; Supriyono, Supriyono; Mulyani, Sri; Sohri, M.
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 2 (2023): March 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i2.762

Abstract

Indonesia’s sugar productivity is low and requires improvement. Producing new superior sugar varieties may increase sugar productivity. In 2019, a polycross between female SIL 04 and male 6535, PS 881, and Bululawang made 11 potential clones. Therefore, it is necessary to determine each clone's characteristics. This research aimed to determine superior clones that generate higher crystal production than the female parents. The research location was the Agricultural Technology Research and Assessment Installation (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian - IP2TP) Karangploso from December 2020 until November 2021. The clones and female parents (SIL 04) were arranged in a Randomized Block Design using 2 replications. The research result showed that 9 clones (MLG 19/P6/1, MLG 19/P6/4, MLG 19/P6/5, MLG 19/P6/6, MLG 19/P6/8, MLG 19/P6/9, MLG 19/P6/11, MLG 19/P6/13 and MLG 19/P6/16) produced more crystals (7.07-12.95 t/ha) than the female parents (5.82 t/ha). To sum up, increasing sugarcane productivity improves crystal yields.