Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ZOO INDONESIA

PERILAKU HARIAN DAN KONSUMSI PAKAN BAYAN (Eclectus roratus) PADA MASA KAWIN, MENGERAM, DAN MEMELIHARA ANAK Rachmatika, Rini
ZOO INDONESIA Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan perkembangbiakan tidak lepas dari aspek pakan dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perilaku dan konsumsi pakan saat masa kawin, masa mengeram, dan memelihara anak. Penelitian ini menggunakan sepasang burung bayan selama tiga siklus di Penangkaran Burung, Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Penga-matan konsumsi pakan dan perilaku pada masa kawin dilakukan selama 15 hari, masa mengeram selama 15 hari, dan masa memelihara anak selama 15 hari. Perilaku diamati menggunakan metode focal sampling dengan pencatatan continuous recording. Pakan diberikan secara ad libitum. Jenis pakan yang diberikan adalah roti tawar, kangkung, kacang panjang, wortel, kedondong, kelapa, telur puyuh, biji matahari, jagung kering, tauge, dan jambu biji. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada masa kawin perilaku seksual meningkat pada jantan dan betina, pada masa mengeram perilaku bersarang meningkat pada betina, dan pada masa memelihara anak perilaku makan meningkat pada jantan dan betina. Untuk konsumsi pakan pada masa kawin sebesar 72,11 g/pasang/hari, pada masa mengeram 55,26 g/pasang/hari, dan pada masa me-melihara anak sebesar 102,67 g/keluarga/hari. 
The Use of Internal Marker to Estimate Digestibility in Black-Capped Lory (Lorius Lory., 1758) Sari, Andri Permata; Rachmatika, Rini
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.221 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menghitung nilai serapan nutrien menggunakan metode koleksi total dan rasio abu pada nuri kepala hitam (LoriusloryL.,1758) yang diberi pakan bubur jagung giling (K1), bubur pollard (K2), dan bubur bekatul (K3). Penelitian ini terdiri dari 7 hari uji pendahuluan, dan 2 periode koleksi data masing-masing 28 hari untuk tiap perlakuannya. Jadi total waktu penelitian untuk setiap perlakuan adalah 73 hari. Burung nuri kepala hitam yang digunakan sebanyak 5 ekor. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, nilai energi metabolis semu (EMS) dan nilai kecernaan protein semu. Konsumsi tertinggi selama penelitian didapat dari perlakuan bubur pollard (K2). Bubur bekatul (K3) memiliki nilai EMS, efisiensi metabolik, dan nilai kecernaan protein semu (ADP) tertinggi dibandingkan yang lain. Penggunaan marker rasio abu menghasilkan nilai kecernaan nutrien yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan metode koleksi total. Sebagai kesimpulan, metode rasio abu dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk menentukan kecernaan nutrien. Selain itu, bubur bekatul direkomendasikan untuk diberikan kepada burung nuri kepala hitam
Komparasi Kecernaan Protein pada Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana,Finsch 1863) dengan Pemberian Sumber Protein Nabati yang Berbeda Prijono, Siti Nuramaliati; Rachmatika, Rini; Sari, Andri Permata
ZOO INDONESIA Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.065 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecernaan protein semu (KPS) dan metabolisme energi semu (MES) pada kakatua tanimbar yang diberi pakan dua sumber protein nabati yang berbeda, yaitu biji bunga matahari dan kacang tanah. Penelitian dilakukan di Penangkaran Burung, Puslit Biologi-LIPI. Analisis nutrisi bahan pakan dan ekskreta dilakukan di Laboratorium Pengujian Puslit Biologi-LIPI. Penelitian berlangsung selama 75 hari. Materi yang digunakan adalah 5 ekor kakatua tanimbar yang terdiri dari 2 jantan dan 3 betina. Burung tersebut mendapatkan 3 perlakuan pakan dengan sumber protein yang berbeda, yaitu kontrol (P0), P0 + kacang tanah (P1), dan P0 + biji bunga matahari (P2). Pakan kontrol ada-lah jagung manis, kelapa, jambu biji, pisang lampung, kedondong, tauge, kacang panjang, dan kangkung. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, KPS, MES, dan efisiensi metabolisme. Data dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil menunjukkan, rataan konsumsi bahan kering P0 ? P1 dan P2. Rataan KPS P1 (1,76%) ? P0 (0,66%) dan P2 (1,39%). Rataan efisiensi metabolik P1 (88,98%) ? P0 (86,72%) dan P2 (87,65%). Rataan MES pada P0 (1354,99 kal/g) ? P1 (1194,21 kal/g) dan P2 (1189,47 kal/g). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kacang tanah dan biji bunga matahari dapat digunakan secara bergantian sebagai sumber protein alternatif bagi burung kakatua Tanimbar.