Ni Made Dwi Sulistia Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksistensi Konsep Nilai “Luan dan Teben” sebagai Pembagian Ruang pada Level Makro Berdasarkan Nilai Tradisional Bali di Wilayah Selatan Kabupaten Badung Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia; Buchori, Imam
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 11, No 1 (2015): JPWK Vol 11 No 1 March 2015
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.429 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v11i1.8655

Abstract

Bali Province has had local wisdom values as conceptual in its territory construction. This conceptual value system is an elaboration applied comprehensively and systematically in every aspect construction. Value concept that animates those elements are inspired by values of culture and translated into a spatial form. Every concept each value has an area that characterize as intermediate (in the middle). This zone system generates region to be designated for certain types of activities, which aim to maintain the balance of macrocosmos and microcosmos. Nowadays, the development that occurred in Badung is under control, due to the existence of Bali as ODTW, resulting in high interest investment, which in turn gives a positive and negative impact. This issue is interesting to be a study, considering the utilization of space in the area of Bali should be attached with the concept of macro space division implied in the positive rule. Based on the analysis by making a comparison between the map overlay spatial through the value concept "local genius" of space distribution on a macro level in the South region of Badung, it can be seen that the existence of value concept has undergone a shift in area and there are not more types of designing which specialize as it has been determined as the value concept.
Transformasi Rumah Adat Balai Padang Sebagai Hunian Tradisional Suku Dayak Bukit Di Kalimantan Selatan Damayanti, Desak Putu; Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia; Kuswara, Kuswara
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.33-44

Abstract

Rumah adat Balai Padang merupakan hunian tradisional Suku  Dayak Bukit, yang masih dapat ditemui di Pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan. Namun kini, keberadaan rumah adat Balai makin sulit ditemui, karena masyarakat lebih memilih untuk membangun rumah kayu dibandingkan rumah adat Balai. Fungsi hunian komunal pada rumah adat Balai telah berubah menjadi fungsi hunian pribadi pada rumah kayu. Hal ini menjadi penyebab rumah kayu sering diasumsikan sebagai rumah tradisional suku Dayak Bukit. Fokus pada tulisan ini untuk menganalis proses dan penyebab terjadinya transformasi dari rumah adat Balai Padang yang merupakan fungsi hunian komunal menjadi rumah kayu yang merupakan fungsi hunian pribadi. Aspek yang dianalisis meliputi transformasi fisik yang terjadi dari rumah adat Balai Padang menjadi rumah kayu, dan faktor-faktor penyebabnya. Transformasi fisik yang terjadi diperoleh melalui metode observasi lapangan, sedangkan faktor-faktor penyebab transformasi diperoleh dari hasil wawancara mendalam. Dari observasi lapangan ditemukan bahwa terdapat perubahan mendasar pada konsep ruang dan fungsi bangunan antara rumah Adat Balai Padang dengan rumah kayu. Faktor penyebab transformasi tersebut adalah keinginan penghuni sendiri. Keleluasaan gerak yang terbatas menjadi faktor dominan pemicu masyarakat memilih untuk membangun hunian pribadi, hal ini dapat dilihat dari sempitnya ruangan menjadi alasan terbesar yang dipilih responden untuk pindah ke rumah kayu. Pada proses membangun,  ditemukan bahwa 80% rumah kayu yang ada dibangun oleh tukang yang hanya menguasai metode membangun rumah konvensional, sehingga menghasilkan desain rumah kayu yang berbeda dengan rumah adat Balai Padang. 
Preferensi Masyarakat Sarbagita dalam Membangun Rumah Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia; Kasuma, I Putu Agus Wira
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.36

Abstract

Pemenuhan kebutuhan perumahan merupakan salah satu indikator capaian keberhasilan Kementerian PUPR dalam bidang perumahan untuk menurunkan angka backlog. Salah satu upaya penyedian perumahan adalah melalui rumah swadaya. Penyedian rumah secara swadaya pada wilayah tertentu umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor budaya dan arsitektur didaerah kelahiran pemilik serta beberapa faktor lainnya. Metodelogi kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis crostab atau tabulasi silang untuk mengetahui preferensi yang mempengaruhi masyarakat di wilayah kajian dalam proses membangun rumah. Secara keseluruhan yang memiliki pengaruh terhadap pembangunan rumah berdasarkan preferensi masyarakat adalah jenis kelamin, pendidikan, agama, pekerjaan, tingkat penghasilan. Berdasarkan faktor-faktor atau parameter tersebut akan menghasilkan jawaban masyarakat terkait dengan preferensi membangun rumah dan keterkaitan antar faktor-faktor yang berpengaruh akan menjadi dasar pertimbangan untuk membantu mengeluarkan kebijakan terkait penyediaan rumah.