Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN CHEMISTRY WEB DENGAN PENDEKATANCONTEXTUAL TEACHING AND LEARNINGMATERI LAJU REAKSI Zuhaida, Anggun; Prasetyo, Eko Budi; Saptorini, Saptorini
Chemistry in Education Vol 1 No 1 (2012): Terbit Bulan April 2012
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran kimia di SMA cenderung masih bersifat teoritik yangmenyebabkan siswa jarang memanfaatkan fasilitas internet gratis (wifi) yangtersedia di sekolah, oleh sebab itu diperlukan pendekatan serta mediapembelajaran yang menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan media chemistry web dengan pendekatancontextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar materi pokok lajureaksi. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA di SMAN 3Semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster randomsampling dan terpilih kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang mendapatperlakuan dengan menggunakan media chemistry web dengan pendekatan CTL,dan kelas XI IPA 6 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional danmedia powerpoint. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes,observasi dan angket. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dankoefisien determinasi dan diperoleh rb 0,65 dengan besarnya kontribusi 42,11%.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media chemistry webdengan pendekatan CTL berpengaruh terhadap hasil belajar materi pokok lajureaksi siswa kelas XI IPA SMAN 3 Semarang dengan kontribusi 42,11%.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS WEB PADA PRAKTIKUM KIMIA Zuhaida, Anggun
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.752 KB)

Abstract

Proses pembelajaran kimia di SMA/MA masih cenderung bersifat konvensional artinya pembelajarannya masih bersifat teoritik dan belum mengembangkan kemampuan siswa secara maksimal. Pembelajaran praktikum dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji dan mengaplikasikan teori dengan menggunakan fasilitas laboratorium maupun di luar laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan CTL berbasis web terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di MAN 2 Kudus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan pendekatan CTL berbasis webdan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan media powerpoint. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi dan diperoleh rb 0,65 dengan besarnya kontribusi 42,11%. Simpulannya adalah penggunaan pendekatan CTL berbasis web berpengaruh terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi siswa kelas XI IPA MAN 2 Kudus dengan kontribusi 42,11%. The learning process chemistry in SMA/MA still tends to be a conventional means are still teoritik out the lesson and had yet to develop the ability of students to the maximum. Practical learning can provide an opportunity to students to test and apply the theory by using the facilities of the laboratory and outside the laboratory. This research aims to know the influence of the use of web-based CTL approach towards learning outcomes subject matter the reaction rate. The population in this research is the grade XI IPA in MAN 2 Kudus. Sampling is done using cluster random sampling techniques, namely class XI IPA 4 as a class experiments who got the treatment by using web-based CTL approach and Class XI IPA 5 as a control class get conventional learning with media powerpoint. Method of data collection in this research is a method of documentation, tests, observation and question form. Test hypotheses using the coefficient of biserial correlation and coefficient of determination and acquired rb 0.65 with the amount of contributions 42,11%. The conclusion is the use of web-based CTL influential approach towards learning outcomes subject matter the rate of grade XI IPA MAN 2 Kudus with contributions 42,11%.
Program Pembelajaran IPA Berbasis Masalah untuk Menumbuhkan Metakognisi Siswa MTS di Salatiga Zuhaida, Anggun
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.326 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i2.30

Abstract

Perkembangan bahan kajian tentang IPA yang pesat menuntut para pendidik agar mampu merancang dan melaksanakan pendidikan yang lebih terarah pada pengusaan konsep IPA. Perkembangan IPA tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta, melainkan timbul akibat adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. IPA tidak hanya sekedar  pengetahuan, melainkan melibatkan operasi mental, keterampilan dan strategi dalam menemukan konsep IPA itu sendiri. Program pembelajaran IPA berbasis masalah untuk menumbuhkan metakognisi merupakan pelaksanaan perangkat pembelajaran, khususnya silabus, RPP, lembar kerja, media, dan asesmen. Model pembelajaran yang dipakai dalam penelitian ini adalah model problem based learning (PBL). Inovasi model pembelajaran merujuk pada penggunaan model PBL dalam pelaksanaan pembelajaran yang digunakan untuk mengetahui pencapaian metakognisi. Secara umum, penelitian ini dilakukan dengan prosedur penelitian Research & Development. Penelitian dilakukan pada MTs di Kota Salatiga dengan subjek penelitian  siswa kelas VIII dengan cara pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk meninjau karakteristik Program Pembelajaran IPA berbasis masalah, serta menganalisis tingkat pencapaian kemampuan metakognisi. Indikator-indikator metakognisi yang digunakan adalah mengacu pada tipe-tipe Metakognisi Schraw dan Dennison (1994:472-474). Hasil pencapaian keterampilan metakognisi pada aspek tes essay menunjukkan hasil yang positif, aspek kinerja menunjukkan indikator yang dominan adalah planning, sedangkan dari hasil angket menunjukkan dominasi indikator evaluasi.
PENGEMBANGAN ASESMEN METAKOGNISI CALON GURU IPA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Zuhaida, Anggun
Jurnal Penelitian Vol 12 No 2: Nopember 2015
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.23 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v12i2.650

Abstract

This research aims to develop a metacognition assessment for students of IPA teacher candidates through problem-based learning. Subjects tested in this study were 30 students in the Department Tadris IPA IAIN Salatiga using one group pretest-posttest design. Assessment isdeveloped based on metacognition indicators including an essay test assessment, performance assessment, assessment of attitudes and self assessment. The result of essay test indicates an increase in the ability of metacognition in general by the N-gain of 0.5 (medium category) where as performances and attitudes assessment lie in the good and excellent categories, while the self-assessment shows improvement results with N-gain of 0:45 (medium category). Overall, problem-based learning enhances the skills of metacognition that is "evaluation" on students of IPA teacher candidates.
ANALISIS LEVEL LITERASI LABORATORIUM KIMIA DARI CALON GURU IPA TAHUN PERTAMA Zuhaida, Anggun; Imaduddin, Muhamad
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2019): July (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratory literacy is part of scientific literacy, in chemistry learning it is not only learning that is based on understanding concepts, but also requires a laboratory skill to test the truth of theories and to know the benefits of chemical learning in daily life. This study is aimed at describing the level of literacy in prospective science teacher students in the first year. Literacy conditions are needed by the lecturer in designing laboratory activities at the Basic Chemistry Practicum course as part of the course that students must follow. This research is a descriptive study with 35 subjects of science teachers with heterogeneous backgrounds in one of the LPTK in Central Java. Literacy levels include an understanding of the functioning of the tool, the introduction of materials at the basic level, and also an understanding of the laboratory background. Data collection uses reflection sheets that require them to document, describe their functions, and describe laboratory materials and dimensions. The results show that the level of literacy is at a low level in 60% of students, moderate in 35% of students, and high level in 5% of students. Seeing these conditions, before conducting laboratory activities in the first year, matriculation needs to be done through virtual laboratory activities as well as demonstrations to be more effective.
PENERAPAN CHEMISTRY WEB DENGAN PENDEKATANCONTEXTUAL TEACHING AND LEARNINGMATERI LAJU REAKSI Zuhaida, Anggun; Prasetyo, Eko Budi; Saptorini, Saptorini
Chemistry in Education Vol 1 No 1 (2012): Terbit bulan April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran kimia di SMA cenderung masih bersifat teoritik yangmenyebabkan siswa jarang memanfaatkan fasilitas internet gratis (wifi) yangtersedia di sekolah, oleh sebab itu diperlukan pendekatan serta mediapembelajaran yang menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan media chemistry web dengan pendekatancontextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar materi pokok lajureaksi. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA di SMAN 3Semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster randomsampling dan terpilih kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang mendapatperlakuan dengan menggunakan media chemistry web dengan pendekatan CTL,dan kelas XI IPA 6 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional danmedia powerpoint. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes,observasi dan angket. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dankoefisien determinasi dan diperoleh rb 0,65 dengan besarnya kontribusi 42,11%.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media chemistry webdengan pendekatan CTL berpengaruh terhadap hasil belajar materi pokok lajureaksi siswa kelas XI IPA SMAN 3 Semarang dengan kontribusi 42,11%.
ANALISIS KOMPONEN STEM DAN ESD PADA BUKU AJAR IPA Zuhaida, Anggun; Widodo, Ari
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen STEM (science, technology, engineering, dan mathematic) dan ESD (education for sustainable development) pada buku ajar IPA SMP kelas VII dan VIII yang disusun berdasarkan kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian analisis dokumen dengan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah buku ajar IPA kelas VII dan VIII SMP yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Komponen STEM terdiri dari science, technology, engineering, dan mathematic, sedangkan komponen ESD terdiri dari environment, social, dan economy. Dari hasil analisis komponen STEM dan ESD pada buku ajar IPA SMP menunjukkan bahwa komponen STEM yang dominan nampak pada buku ajar adalah komponen science karena pembelajaran IPA tidak akan terpisah dari kegiatan yang merupakan bagian dari metode ilmiah. Sedangkan komponen yang sedikit muncul adalah komponen engineering, hal tersebut dikarenakan masih kurangnya pengembangan kemampuan dalam melakukan rekayasa untuk menciptakan produk dan sistem berkualitas tinggi. Penelitian ini menjadi dasar untuk pengembangan buku ajar yang seharusnya mengandung komponen STEM dan ESD sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka yaitu meningkatkan pemahaman siswa dalam melakukan rekayasa untuk pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Science, Technology, Engineering, and Mathematics Professional Development on Science Learning: A Review Zuhaida, Anggun; Widodo, Ari; Prima, Eka Cahya; Solihat, Rini
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol 6, No 1 (2024): January 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v6i1.2389

Abstract

The STEM professional development (STEM PD) programs are important in improving teacher competence in developing STEM-integrated science learning. This study aims to determine the progress of STEM PD programs and effective STEM PD programs in science learning. The methodology used in this study is a systematic literature review conducted through 3 main stages: planning, conducting, and reporting the review. The results of the study stated that the progress of the STEM PD program can be seen in teacher participation, changes in teacher competencies, integration of STEM in the curriculum, improved student skills, and resource enhancement. Furthermore, an effective STEM PD program can be seen from the STEM approach, collaboration and partnerships, use of media and technology, stakeholder support, and sustainability. This study concludes that implementing STEM PD in science learning should be carried out sustainably so that teachers will continue to be exposed to the integration of STEM in science learning. STEM PD implemented with commitment and appropriate efforts will improve teacher competence and student interest in STEM-based science learning.