Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KESESUAIAN BIOFISIK SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI PANTAI MUTIARA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Yursida, Yursida; Sadarun, Baru; Takwir, Amadhan; Asmadin, Asmadin
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47263

Abstract

Pantai Mutiara termasuk salah satu destinasi objek wisata pantai di Kabupaten Buton Tengah yang diunggulkan dan memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu kawasan wisata bahari. Wisata Pantai Mutiara ini masih terus dilakukan pengembangan setiap tahunnya oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung. Sehubungan dengan hal tersebut penting bagi pemerintah daerah melakukan pengelolaan wilayah untuk mendapatkan strategi pengelolaan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya alam yang mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Berdasarkan pemaparan di atas maka saya mengambil penelitian dengan judul “Studi Kesesuaian Biofisik Sebagai Kawasan Wisata Bahari Pantai Mutiara di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung Kawasan wisata bahari Pantai Mutiara. Penelitian ini menggunakan analisis kesesuaian wisata dan analisis daya dukung Kawasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis kesesuaian wisata bahari Pantai Mutiara sudah sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan nilai 100%, untuk kegiatan wisata bahari kategori snorkeling termaksud dalam kategori sesuai (S2) dengan memperoleh nilai 73,61% dan untuk wisata bahari kategori selam termaksud dalam kategori sangat sesuai (S1) dengan memperoleh nilai 93.05%. Nilai maksimal daya dukung kawasan wisata untuk kegiatan rekreasi pantai sebesar 557 orang/hari, sedangkan untuk nilai maksimum daya dukung kawasan untuk kegiatan snorkeling dan selam sebesar 211 orang/hari dan 157 orang/hari. Kata Kunci : Wisata, Rekreasi, Snorkeling, Selam, Pantai Mutiara
Uji Adaptasi Galur-Galur Tanaman Sorgum di Lahan Kering Kota Palembang Agustina, Karlin; Kriswantoro, Haris; Mareza, Evriani; Yursida, Yursida; Wirnas, Desta
Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi Vol 27, No 1 (2025): Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v27i1.79100

Abstract

Sorghum is a cereal plant that has great potential to be developed in Indonesia as a food crop, feed, and biofuel. Sorghum breeding has resulted in a variety of adaptive lines being developed on dry land. This study aimed to determine the adaptability of sorghum in dry land of Palembang City. The research was conducted in Sukamulya Village, Palembang City, from May to October 2021.  The experimental design was arranged using  non-factorial Randomized Block Design with treatment of various sorghum lines from IPB breeding, consisting of 11 various lines: A-18-12-7-5 (G1), A-19-18-3-8 (G2), B-14-25-5-6 (G3), B-043-16-5-5 (G4), B-4-6-7 (G5), C-248-16-5-3-4 (G6), C-267-18-18-2-7 (G7), C-375-17-5-9 (G8), Bioguma 1 (G9), Super 6 Agritan (G10), dan Samurai 2 (G11),  each treatment was repeated 3 times.  The Honestly Significance Difference (HSD) test showed that there were significant differences in plant height, number of leaves, flowering age, harvest age, panicle wet weight, panicle dry weight, 1000 seeds weight, and productivity.  C-375-17-5-9 and  Bioguma 1 were lines which were able to adapt well on dry land, because overall they showed better agronomic characters than other sorghum lines. The correlation between the characters of the growth component and the yield component showed that the number of leaves, panicle weight and 1000 seeds weight could be used as estimating indicators in selection activities for the improvement of sorghum yield.