Damar Nandiwardhana, Damar
UPN “Veteran” Yogyakarta Jln SWK Ring Road Utara Condong Catur 55283

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Daerah Potensi Panas bumi Songa-Wayaua, Bacan, Maluku Utara Berdasarkan Data Geologi dan Geokimia Nandiwardhana, Damar; Haryanto Lukmana, Allen; Sumintadireja, Prihadi; Saepuloh, Asep
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 2 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i2.34952

Abstract

Kajian geologi dan geokimia merupakan kajian awal yang dilakukan pada suatu lapangan panas bumi yang bertujuan untuk mengetahui gambaran awal potensi panas bumi lapangan tersebut. Dari kajian geologi dan geokimia ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi geologi (geomorfologi, vulkanostratigrafi, dan struktur) dan geoindikator (soil, pH, isotop, dan temperatur) lapangan. Pada penelitian ini dilakukan kajian geologi dan geokimia, untuk mengetahui potensi awal prospek panas bumi pada daerah Songa - Wayaua, Bacan, Maluku Utara. Pada daerah Songa - Wayaua, Bacan, Maluku Utara diindikasikan terdapat adanya potensi panas bumi, hal ini ditunjukan dengan adanya kemunculan manifestasi di permukaan berupa fumarol, mata air panas, kolam lumpur, tanah beruap, dan batuan ubahan (alterasi), yang terdapat di sekitar Desa Songa dan Desa Wayaua. Kemunculan manifestasi berada pada lingkungan vulkanik (sekitar G. Pele dan G. Lansa). Berdasarkan hasil analisis data geologi struktur sesar yang berkembang di daerah penelitian memiliki arah dominan berarahkan baratlaut - tenggara dan timurlaut - baratdaya. Morfologi daerah penelitian terdiri dari perbukitan, kerucut vulkanik dan dataran aluvial. Geologi daerah penelitian terdiri dari produk gunung api berumur kuarter - tersier dari G. Songa, G. Pele, G. Lansa, dan G. Bibinoi kemudian satuan batugamping, satuan batuan granit tawa, dan satuan batuan metamorf yang berumur tersier. Berdasarkan hasil analisis data geokimia bahwa tipe air manifestasi didominasi oleh air klorida, temperatur antara 30o C - 98oC, pH 3 - 8 dan perkiraan temperatur reservoir 240 o - 250 oC (entalpi tinggi).
PERBANDINGAN POTENSI GUNUNG KENDENG DAN GUNUNG PATUHA BERDASARKAN STUDI VULKANOSTRATIGRAFI Nandiwardhana, Damar; Hidayat, Ryan; Rakhmatan, Chikal
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.31124

Abstract

Proses pemetaan daerah vulkanik merupakan salah satu metode survei eksplorasi pendahuluan sistem panasbumi vulkanik. Akan tetapi proses ini memiliki kendala yaitu kesulitan dalam membedakan berbagai macam produk erupsi berdasarkan pusat erupsinya, hal ini dikarenakan adanya kenyataan bahwa perbedaan sumber erupsi dapat menghasilkan susunan produk gunungapi yang memiliki karakteristik fisik hampir serupa di lapangan. Pada penelitian ini manfaat pemetaan vulkanostratigrafi yang berada pada daerah Ciwidey, Jawa Barat digunakan untuk mengkaji prospek panasbumi Gunung Kendeng dengan perbandingan terhadap Gunung Patuha yang telah berproduksi. Metodologi penelitian ini mengacu pada konsep eksplorasi panasbumi yang dibuat oleh Wohletz (1992). Interpretasi peta tofografi sekala 1:50.000 terdapat 5 khuluk (Khuluk Padang, Khuluk Patuha, Khuluk Rancabali, Khuluk Ciwide dan Khuluk Kendeng) dan 12 Gumuk (Gumuk Rancabali, Gumuk Ciwidey, Gumuk Prug, Gumuk Kunti, Gumuk Putri, Gumuk Tambagruyeng, gumuk Kutalak, Gumuk Tikukur, Gumuk Cadas, Gumuk Wayang, Gumuk Tilu, Gumuk Cadaspanjang dan Gumuk Masigit). Volume Gunung Kendeng sebesar 137,9 km3 dengan energi panas yang tersimpan sebesar 2,1 X 1018 Joule dan Volume Gunung Patuha sebesar 61,5 km3 dengan energi panas sebesar 1.8 x 1017 Joule. Berdasarkan Perbandingan Volume dan energi panas yang tersimpang maka Gunung Kendeng memiliki prospek panasbumi yang lebih berpotensi jika dibandingkan dengan Gunung Patuha.
Optimization of Hydraulic Fracturing Modeling on The Proppant Flowback Issue Well DF-007 Nugraha, Fanata Yudha; Cahyaningtyas, Ndaru; Addin, Dhaffa Izuddin; Tony, Brian; Nandiwardhana, Damar
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 8 No. 3 (2025): JEESET VOL. 8 NO. 3 2025
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dkvxbf52

Abstract

Well DF-007, Field IA, Talang Akar Formation has low permeability that hinders well productivity. To improve production performance, hydraulic fracturing operations need to be conducted on the well. However, after the operation, a proppant flowback problem was discovered when the well was put back into production. This issue disrupts production performance and causes proppant accumulation. This problem indicates the need for a comprehensive analysis of the factors leading to proppant flowback issues, before determining a solution that addresses the root cause of the problem. The research flow begins with analyzing the factors causing proppant flowback issues such as initial production management settings, mechanical, and hydrodynamic force factors. After identifying the main issue, which is the hydrodynamic force factor, the process continues to the re-modeling stage by selecting proppants and fracturing fluids. The solution is determined by selecting the YF135.1HTD fracturing fluid with high viscosity to optimize proppant transportation, as well as choosing a combination of conventional proppants and adding resin-coated or rod-shaped proppants in the final stage to strengthen the stability of the proppant layer. The evaluation results show that the use of a combination of the fracturing fluid YF135.1HTD and the proppants BorProp 16/20 (Ceramic) + 16/20 XRT Ceramax I (Resin Coated Ceramic) can increase the average formation permeability from 5.33 mD to 181 mD, skin factor from +11.65 (damaged) to -6.03 (stimulated), fold of increase (FOI) of 8.21 times, as well as an increase in the gross rate on the inflow performance relationship (IPR) from previously 88 BFPD to 880 BFPD.