Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI DANAU RANAU OKU SELATAN SUMATERA SELATAN Makri, Makri
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.526 KB)

Abstract

Bentos adalah organisme yang hidup dipermukaan atau dalam substrat dasar perairan yang meliputi organisme nabati yang disebut fitobentos dan organisme hewani yang disebut zoobentos. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Struktur Komunitas Makrozoobentos dan lingkungan perairan Danau Ranau. Stasiun penelitian dipilih berdasarkan perbedaan mikrohabitat seperti keberadaan outlet dan jenis pemanfaatan lahan di atas perairan. Yaitu  mewakili daerah permukiman, perkebunan, pertanian, hutan, dan outlet. Penelitian ini bersifat survei lapangan dilakukan di perairan Danau Ranau OKU Selatan, Sumatera-Selatan tahun 2015. Terdapat 7 stasiun penelitian yang diamati yaitu Muara Selabung, Dermaga PU, Pusri, Way Mezin, Lombok Lampung Selatan, Pulau Marisa dan Tanjung Teluk. Hewan ini sangat penting bagi ekosistem perairan karena kepekaan maupun ketidakpekaanya terhadap perubahan lingkungan. Sehingga hewan ini bisa dijadikan indikator baik buruknya kualitas lingkungan. Data kualitas air dianalis dengan Principle Component Analysis dan kelimpahan makrozoobenthos dianalisis dengan analisis kluster. komposisi makrozoobentos perairan Danau Ranau terdiri dari tiga filum, yaitu Annelida, Arthropoda dan Mollusca. Beardius dan Paratanytarsus dominan di Danau Ranau. Analisis kualitas air dengan analisis komponen utama pada parameter kualitas air terhadap struktur komunitas makrozoobentos menunjukkan adanya 4 kelompok stasiun, yaitu kelompok pertama terdiri dari Dermaga PU dan Pulau Marisa. Kelompok kedua terdiri dari Muara Silabung, Pusri, Lombok. Kelompok Ketiga terdiri dari Tanjung Teluk, dan  kelompok keempat terdiri dari Way Mezin. Kelompok pertama dicirikan oleh parameter kedalaman. Kelompok kedua dicirikan oleh parameter kecerahan. Kelompok ketiga dicirikan oleh parameter indeks keanekaragaman dan keseragaman, dan kelompok keempat dicirikan oleh parameter indeks dominanansi, suhu, pH, dan oksigen terlarut. Perbedaan tingkat kesuburan dan tekstur sedimen di masing-masing stasiun akan mempengaruhi keragaman makrozoobentos. Kata Kunci : Makrozoobentos, Struktur Komunitas, Danau Ranau
DISTRIBUSI SPASIAL TERHADAP KELIMPAHAN, BIOMASSA FITOPLANKTON DAN KETERKAITANNYA DENGAN KESUBURAN PERAIRAN DI SUNGAI ROKAN, PROVINSI RIAU Dwirastina, Mirna; Makri, Makri
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi spasial fitoplankton sungai Rokan ini meliputi kelimpahan dan biomassa fitoplankton, hal ini menggambarkan karakteristik umum suatu badan air sehingga dapat digunakan untuk menentukan kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial kelimpahan dan biomassa fitoplankton berdasarkan kesuburan perairan di Sungai Rokan Riau. Pengambilan contoh fitoplankton dilakukan selama empat kali dalam setahun yaitu bulan Maret, Mei, Juni dan Oktober tahun 2011. Contoh fitoplankton diambil menggunakan Kemmerer water sampler volume 500 mL dengan metode pengendapan dan diidentifikasi di laboratorium Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum Palembang menggunakan mikroskop inverted dengan pembesaran 40 kali. Kelimpahan fitoplankton dihitung menggunakan metode Sedweigt Rafter dan biomassa dihitung berdasarkan kandungan klorofil-a perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sungai Rokan ditemukan tiga kelas fitoplankton yaitu Bacillariophyceae (19 genera), Chlorophycea (15 genera) dan Cyanophyceae (8 genera). Kelimpahan total fitoplankton berkisar 8.800 sell/L? 210.300 sell/L. Rata-rata kelimpahan fitoplankton tertinggi terjadi pada bulan Maret yaitu 210.300 sell/l dan terendah bulan Juni yaitu 8800 sell/l. Biomassa fitoplankton berkisar 0,56 mg/L ? 2,23 mg/L menunjukan eutrofikasi yang rendah. Parameter yang mencerminkan kesuburan perairan adalah kecerahan 17-52 cm, kekeruhan (TSS) <50 mg/L, kadar oksigen terlarut tidak kurang dari 4 mg/L, suhu 26,5 ? 32,7oC dan pH=7, serta total nitrogen (TN) berkisar 0,292 ? 0,98 mg/L dan total fosfat (TP) berkisar 0,063 -0,087 mg/L. Biomassa fitoplankton berkisar 0,56 mg/L - 2,23 mg/L. Kualitas perairan di Sungai Rokan masih dalam katergori bagus untuk kehidupan petumbuhan plankton.
KEANEKARAMAN MAKROZOOBENTOS DI ESTUARI SUNGAI MAHAKAM BAGIAN TENGAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Makri, Makri; Supriyadi, Freddy
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.812 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5952

Abstract

Delta Mahakam terkenal sebagai suatu lansekap wilayah pesisir yang sangat unik. Delta itu sendiri adalah bentangan vegetasi nipah (Nypa fruticans) yang sangat luas, terluas di Indonesia. Pesatnya kegiatan pembangunan di kawasan Delta Mahakam menimbulkan tekanan ekologis terhadap ekosistem dan biota yang hidup di perairan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu, memberikan informasi keanekaragaman dan jenis-jenis makrozoobentos di Estuari Sungai Mahakam bagian tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret dan Mei  2014 berdasarkan survei lapangan di sepanjang Estuari Sungai Mahakam bagian tengah, yaitu Muara Badak, Muara Berau, Muara Kaeli dan Muara Ilu. Sampel makrozoobentos diambil dengan Eckman  Grabb kemudian disaring.Analisis data yang dilakukan yaitu analisa struktur komunitas makrozoobentos dilakukan dengan menentukan nilai indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E) dan indeks Dominansi (C) spesies. Indeks keanekaragaman makrozoobentos berkisar 0,74-1,16 pada bulan Maret 2014 dan berkisar 0,71-0,95 pada bulan Mei ini menunjukkan bahwa Estuari Sungai Mahakam sudah mulai setengah tercemar sampai tercemar berat.
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI DANAU RANAU OKU SELATAN SUMATERA SELATAN Makri, Makri
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2057

Abstract

Bentos adalah organisme yang hidup dipermukaan atau dalam substrat dasar perairan yang meliputi organisme nabati yang disebut fitobentos dan organisme hewani yang disebut zoobentos. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Struktur Komunitas Makrozoobentos dan lingkungan perairan Danau Ranau. Stasiun penelitian dipilih berdasarkan perbedaan mikrohabitat seperti keberadaan outlet dan jenis pemanfaatan lahan di atas perairan. Yaitu  mewakili daerah permukiman, perkebunan, pertanian, hutan, dan outlet. Penelitian ini bersifat survei lapangan dilakukan di perairan Danau Ranau OKU Selatan, Sumatera-Selatan tahun 2015. Terdapat 7 stasiun penelitian yang diamati yaitu Muara Selabung, Dermaga PU, Pusri, Way Mezin, Lombok Lampung Selatan, Pulau Marisa dan Tanjung Teluk. Hewan ini sangat penting bagi ekosistem perairan karena kepekaan maupun ketidakpekaanya terhadap perubahan lingkungan. Sehingga hewan ini bisa dijadikan indikator baik buruknya kualitas lingkungan. Data kualitas air dianalis dengan Principle Component Analysis dan kelimpahan makrozoobenthos dianalisis dengan analisis kluster. komposisi makrozoobentos perairan Danau Ranau terdiri dari tiga filum, yaitu Annelida, Arthropoda dan Mollusca. Beardius dan Paratanytarsus dominan di Danau Ranau. Analisis kualitas air dengan analisis komponen utama pada parameter kualitas air terhadap struktur komunitas makrozoobentos menunjukkan adanya 4 kelompok stasiun, yaitu kelompok pertama terdiri dari Dermaga PU dan Pulau Marisa. Kelompok kedua terdiri dari Muara Silabung, Pusri, Lombok. Kelompok Ketiga terdiri dari Tanjung Teluk, dan  kelompok keempat terdiri dari Way Mezin. Kelompok pertama dicirikan oleh parameter kedalaman. Kelompok kedua dicirikan oleh parameter kecerahan. Kelompok ketiga dicirikan oleh parameter indeks keanekaragaman dan keseragaman, dan kelompok keempat dicirikan oleh parameter indeks dominanansi, suhu, pH, dan oksigen terlarut. Perbedaan tingkat kesuburan dan tekstur sedimen di masing-masing stasiun akan mempengaruhi keragaman makrozoobentos. Kata Kunci : Makrozoobentos, Struktur Komunitas, Danau Ranau
Estimation fish stock and composition using mark recapture studies in floodplain lake, Jambi City Kaban, Siswanta; Samuel, Samuel; Makri, Makri
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.34655

Abstract

Fish stock assessment can be estimated by dependent and independent sampling; Mark-recapture studies is a part of independent sampling method that can be used for it. This study was conducted in 2018 using purposive sampling methods. The purpose of this study was to determine the current status of fish stocks and the composition of fish species in the floodplain/oxbow lake, Jambi city. Interviews were conducted to determine the types of fish in this area as a reference, and then, the composition of fish species, modification of fishing gear and combine with mark-recapture sampling. The total catch was 66.5 Kg, with the dominant compositions were Hemibagrus nemurus (42%), Pangasius sp (20%), Channa lucius (12%) and the others were 26% (Osteochilus haseselti, Osteochilus bornensis, Barbonymus schwanenfeldi, Labiobarbus festivus, Thynnichthys polylepis, Mystus sp, Cryptopterus spp, Bothia macrocanthus, Labeo chrysophekadion, Barbycthys loevis and Macrobrachium rosenbergii). The conversion result of fish catches with the total area, which has been assessed using Mark-recapture studies, was 558.6 kg/ha. Finally, the total area of the floodplain was estimated at 60137 ha, and the fish stock was 66.4151.7 tons. Its showed that, allowable catch should be under this value, and Mark-recapture studies is one simple methods can be used to predict fish stock in floodplain areas.Keywords:Fish stockfloodplain lakeMark recapturemanagement
Estimation fish stock and composition using mark recapture studies in floodplain lake, Jambi City Kaban, Siswanta; Samuel, Samuel; Makri, Makri
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.34655

Abstract

Fish stock assessment can be estimated by dependent and independent sampling; Mark-recapture studies is a part of independent sampling method that can be used for it. This study was conducted in 2018 using purposive sampling methods. The purpose of this study was to determine the current status of fish stocks and the composition of fish species in the floodplain/oxbow lake, Jambi city. Interviews were conducted to determine the types of fish in this area as a reference, and then, the composition of fish species, modification of fishing gear and combine with mark-recapture sampling. The total catch was 66.5 Kg, with the dominant compositions were Hemibagrus nemurus (42%), Pangasius sp (20%), Channa lucius (12%) and the others were 26% (Osteochilus haseselti, Osteochilus bornensis, Barbonymus schwanenfeldi, Labiobarbus festivus, Thynnichthys polylepis, Mystus sp, Cryptopterus spp, Bothia macrocanthus, Labeo chrysophekadion, Barbycthys loevis and Macrobrachium rosenbergii). The conversion result of fish catches with the total area, which has been assessed using Mark-recapture studies, was 558.6 kg/ha. Finally, the total area of the floodplain was estimated at 60137 ha, and the fish stock was 66.4151.7 tons. Its showed that, allowable catch should be under this value, and Mark-recapture studies is one simple methods can be used to predict fish stock in floodplain areas.Keywords:Fish stockfloodplain lakeMark recapturemanagement