Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Edutech

KARINDING : PERUBAHAN PERAN NAYAGA ALAT MUSIK BUHUN MELALUI SENI PERTUNJUKAN A, Mirna Nur Alia
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i1.7113

Abstract

Abstract. The purposes of these research is to study the change of nayaga’s role buhun music instruments through arts performance. Social role is what society or other group members expect someone to behave in accordance with their social status, makes an individual sometimes have different roles in life, either in society, peer groups or their families. This research used the qualitative approach with descriptive analysis as its methods to describe each role from a cer-tain members in karinding groups outside their activity as a musician, and then data that result-ed from this research would be analyzed using one of Erving Goffman’s theories which called dramaturgy. The research results showed that the role of a member of the musical group ka-rinding in a family environment tend to be change. For individuals who already have families tend not to make the role in his group as the main livelihood, so they have another profession outside the group to be able to support the needs of family life. While for some other members who have a title as a child in their family environment, choose to concentrate in his education as a student. Time management and adaptability when running a role is one thing to note, that in the exercise of its role can be performed optimally.Abstrak. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji perubahan peran nayaga alat musik buhun karinding melalui seni pertunjukan. Peran sosial merupakan perilaku yang diharapkan oleh masyarakat atau anggota kelompok lainnya terhadap seorang individu sesuai dengan status sosialnya, membuat seseorang terkadang memiliki berbagai peran dalam kehidupannya, baik masyarakat, kelompok ataupun keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan peranan yang dimiliki oleh setiap individu diluar kelompok musik karinding, hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan kajian sosiologi dengan teori dramaturgi dari Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran anggota kelompok musik karinding cenderung berubah. Bagi individu yang telah memiliki keluarga cenderung tidak menjadikan peran dalam kelompoknya sebagai mata pencaharian utama, oleh sebab itu mereka memiliki profesi lain di luar kelompok untuk dapat menunjang kebutuhan hidup keluarga. Sementara bagi sebagian anggota lainnya masih memprioritaskan pendidikannya sebagai pelajar dengan status seorang anak dalam keluarga. Ma-najemen waktu dan penyesuaian diri ketika menjalankan suatu peran merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan, agar dalam pelaksanaan perannya dapat dilakukan secara maksimal.
URBAN YOUTH AND MOVIE Alia A, Mirna Nur
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.937

Abstract

Abstract. This study is on problems faced by senior High School (SMA) student in Bandung in obtaining information through movies. In other part of this study, writer also tries to find motivations, evaluations and expectations of  those students on Indonesian movies. In this study contained about the deepening one aspect of the research results that provide an overview the problem of senior high school students in relation to the four aspects such as socialization , family (parents, brothers, sisters , and other relatives) , peers (good friends at school and friends outside of school), school ( regarding subject teachers, facilities, school fees) as well as mass media . Also covered are about the causes of these problems , as well as the way or the efforts taken by senior high school students to solve it. The approach in these study used mix of quantitative and qualitative method with descriptive analysis. Analysis made through the problem-solving orientation with attention to the passive effort (effort doesn't reflect an act of concrete) and the active one (reflecting the concrete  effort that could provide a way out problem solving). Keywords : Adolescent, Film, Urban Abstrak. Tulisan ini memfokuskan pada masalah yang terjadi di kalangan pelajar SMA di Kota Bandung yang menjadikan film sebagai media informasi. Pada beberapa bagian tulisan ini, penulis pun mencoba menemukan berbagai motivasi, evaluasi dan pengharapan dari para pelajar tersebut terhadap perfilman Indonesia. Dalam tulisan ini dibahas mengenai pendalaman dari salah satu aspek hasil penelitian yang memberikan gambaran tentang persoalan pelajar SMA dalam kaitannya dengan empat aspek sosialisasi, yaitu keluarga (orang tua, kakak, adik, dan kerabat lain), teman sebaya (baik teman di sekolah maupun teman di luar sekolah), sekolah (menyangkut guru mata pelajaran, fasilitas, biaya sekolah) serta media masa. Disamping itu juga digambarkan tentang penyebab dari persoalan tersebut, serta cara atau upaya yang ditempuh oleh pelajar SMA dalam memecahkannya. Pendekatan yang digunakan adalah mix method (data kualitatif dan kuantitatif). Analisis upaya yang dilakukan melalui orientasi pemecahan masalah dengan memperhatikan sifat upaya tersebut yaitu upaya yang sifatnya pasif (upaya tersebut tidak mencerminkan suatu tindakan konkrit) dan upaya yang sifatnya aktif (mencerminkan usaha konkrit yang dapat memberikan jalan keluar pemecahan persoalan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi remaja untuk menonton film sudah menunjukkan tingkat yang menggembirakan, dimana remaja dalam menonton film didasari atas kemauannya sendiri yang dipengaruhi oleh mutu/kualitas dari film.Kata kunci : Remaja, Film, Kota
HUBUNGAN PELAJAR SMA DENGAN GURU DI KOTAMADYA BANDUNG Alia A., Mirna Nur
EDUTECH Vol 13, No 1 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i1.3219

Abstract

Abstract, this article analyses relationship between students of senior high school (SMA)and their teachers in terms of learning process in Bandung. According to students perception, they have many problems in relation with their teachers, such as communication gap, conflicts and difficult to understand what the teachers say in classes. However, those students have some efforts to solve those problems. The objective of this study is to seek how youth overcome their problems in order to challenge their future.Key Word: Relations, Teacher, StudentAbstrak, artikel ini menganalisis tentang hubungan antara pelajar SMA dan guru mereka dalam proses kegiatan belajar mengajar di Bandung. Berdasarkan persepsi pelajar, mereka memiliki banyak kendala dalam menghadapi hubungan dengan para guru, seperti kesenjangan komunikasi, konflik-konflik, dan kesulitan untuk memahami apa yang guru sampaikan di kelas. Namun, sebagai pelajar, mereka tetap memiliki usaha dan keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mencari bagaimana remaja mengatasi masalah mereka dalam rangka untuk menantang masa depan mereka.Kata Kunci : Hubungan, Guru, Siswa
THE IMPLEMENTATION OF REBO NYUNDA PROGRAM IN FOSTERING STUDENTS’ LOCAL WISDOM EDUCATION Alia A, Mirna Nur
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.2606

Abstract

Abstract. This research is motivated by concerns about the degradation of Sundanese culture, West Java especially in Bandung. It is also caused due to the current modernization can not be avoided by all levels of society, where technology advances faster than the progress of the values and culture. In Bandung has been  Rebo Nyunda program, where on Wednesday the whole community Bandung, especially students are encouraged to speak and wear dress Sundanese. However, to implement the Rebo Nyunda program, society has not been able to implement, especially for students as the younger generation, which should not only be able to implement this program, but also can developing student’s local wisdom educations in modern era into themself. To get an idea of the implementations Rebo Nyunda program in developing student’s local wisdom educations in modern era , researchers used a qualitative approach. The study shows that students are still deeply affected by the current modernization, where there are still some students who have difficulty to implement values of the Sundanese culture, and some of them have a desire in developing student’s local wisdom educations in modern era , but the neighborhood has not been so support. The inhibiting factors such as the lack of knowledge, peers who often mocked, and also the outside school environment factors . As for the push factors are from families and schools  who give facilities to know Sundanese culture better. Keywords: Implementation value, Sundanese culture, Rebo Nyunda, Modern Era Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan lunturnya kebudayaan Sunda di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung. Hal ini juga disebabkan karena arus modernisasi yang tidak dapat dihindari oleh semua lapisan masyarakat, dimana kemajuan teknologi lebih cepat dari kemajuan nilai-nilai dan budaya.  Di Bandung  terdapat program Rebo Nyunda dimana pada hari Rabu seluruh masyarakat Bandung, khusunya pelajar dihimbau untuk dapat berbahasa dan berpakaian Sunda. Namun untuk menerapkan program Rebo Nyunda tersebut masyarakat belum seluruhnya dapat melaksanakan, terutama bagi pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa yang seharusnya tidak hanya dapat menerapkan namun juga dapat menumbuhkan pendidikan kearifan lokal siswa di era modern. Untuk mendapatkan gambaran mengenai implementasi program Rebo Nyunda dalam menumbuhkan pendidikan kearifan lokal siswa di era modern, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa siswa masih sangat terpengaruhi oleh arus modernisasi, dimana masih ada sebagian siswa yang kesulitan menginternalisasi nilai kebudayaan Sunda, dan sebagian lagi mempunyai keinginan untuk mengembangkan kebudayaan Sunda namun lingkungan sekitar belum begitu mendukung. Faktor penghambat yang mempengaruhi seperti kesadaran siswa sendiri karena masih kurangnya pengetahuan, teman sebaya yang sering mengolok-olok, dan juga lingkungan di luar sekolah. Adapun faktor pendorong, yakni dari keluarga dan sekolah yang memberikan fasilitas untuk mengenal budaya Sunda dengan lebih baik. Kata Kunci: Implementasi nilai, Kebudayan Sunda, Rebo Nyunda, Era Modern