Pius Heru Priyanto, Pius Heru
Staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA DITINJAU DARI KESADARAN LINGKUNGAN Here, Sonia Visita; Priyanto, Pius Heru
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara kesadaran lingkungan dan subjective well-being (SWB) pada remaja. SWB diukur berdasarkan dua aspek, yaitu kepuasan hidup dan afeksi. Alat ukur Satisfaction With Life Scale digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, sedangkan Positive Affectivity and Negative Affectivity Scale digunakan untuk mengukur afeksi. Kesadaran lingkungan diukur berdasarkan lima aspek, yaitu: kesadaran pada penyebab polusi; tanah dan udara; perlindungan energi; kesehatan manusia; perlindungan kehidupan liar dan kepunahan hewan. Subyek berjumlah 130 pada remaja SMK Semarang. Pengambilan data menggunakan metode cluster sampling. Hasil uji korelasi product moment memperoleh hasil r = 0,506 (p < 0,01) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kesadaran lingkungan dengan SWB remaja, dimana sumbangan efektif yang diberikan kesadaran lingkungan pada SWB remaja adalah sebesar 25,6%
MENINGKATKAN KOMUNIKASI ASERTIF DALAM RELASI SOSIAL PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN SOS CHILDREN’S VILLAGE SEMARANG Adiwena, Bartolomeus Yofana; Priyanto, Pius Heru
PEDULI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/peduli.v5i2.319

Abstract

Adolescence is a period when someone begins to build broader social relationships and make decisions independently. However, many cases of adolescent social relationships actually provide negative experiences that hinder their development and threaten their future. Adolescents who live in orphanage have greater vulnerability to trapped in unhealthy social relationships. Assertiveness is the quality of a person to believe in himself, being able to communicate his thoughts, feelings, and emotions without driven by fear of others. Assertiveness assistance to adolescents in orphanages is important because assertiveness is a complement to the values ​​and norms they receive in schools and orphanages. Without assertiveness, their knowledge of values and norms will not be effective. Assertiveness is a psychological construct that can be changed through a behavioral intervention program. With this assertiveness assistance program,we hope adolescents in orphanage could develop positive social relationships and reject negative invitations or pressures that make them trapped in unhealthy relationships, so that their future could be better.
Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dan Iklim Organisasi Dengan Turnover Intention Pada Karyawan Generasi Z Yanistasa, Misella; Hindiarto, Ferdinandus; Priyanto, Pius Heru
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 1 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i1.23077

Abstract

Pertumbuhan generasi Z di dunia kerja profesional sudah semakin mendominasi, namun generasi Z memiliki karakteristik berpindah-pindah tempat kerja dalam waktu yang relatif singkat. Dalam bekerja generasi Z ini lebih menyukai pekerjaan yang menantang dan tidak monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena turnover intention pada Generasi Z yang dikaitkan dengan variabel komitmen organisasi dan variabel iklim organisasi. Subjek penelitian ini adalah 120 karyawan dengan karakteristik lahir antara tahun 1995-1999 dan lama bekerja minimal 1 tahun. Penelitian ini menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala turnover intention, komitmen organisasi, dan iklim organisasi yang disusun sendiri oleh peneliti. Hasil pengujian hipotesis mayor dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil ρy(1,2) = 0,521, hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang sangat signifikan antara komitmen organisasi dan iklim organisasi dengan turnover intention. Hasil pengujian hipotesis minor menggunakan metode analisis data dengan teknik korelasi Spearman’s Rho yang menunjukan pada hipotesis satu adanya hubungan negatif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan turnover intention dan pada hipotesis minor dua menunjukan adanya hubungan negatif antara iklim organisasi dengan turnover intention. Sumbangan efektif komitmen organisasi dan iklim organisasi terhadap turnover intention adalah sebesar 27,1% dan 72,9% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci: Komitmen Organisasi, Iklim Organisasi, Turnover Intention