Farida Hanim, Farida
Lecturers of FBS State University of Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Demografi Jurnalis serta Komunikasi dan Kolaborasi melalui Perangkat Digital dalam Kerja Jurnalistik di Kota Medan Masril, Munzaimah; Tobing, Anggun A.; Hanim, Farida
KOMUNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v11i01.12620

Abstract

Proses digitalisasi dan penetrasi internet yang mengarah pada percepatan perkembangan media online pada gilirannya mengarah pada disrupsi (disruption) teknologi yang menantang model bisnis media cetak konvensional. Penggunaan media online memang lebih populer daripada media cetak karena dapat memudahkan penggunanya dalam mengakses dan menyumbangkan ide serta pendapat tanpa batas. Dalam beberapa tahun terakhir, jurnalis di Kota Medan melakukan adaptasi terhadap perubahan tersebut dan kerap menggunakan perangkat smartphone dalam kerja jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk komunikasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh jurnalis di Kota Medan dalam proses adaptasi terhadap digitalisasi industri media. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan terhadap 60 orang jurnalis di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis di Kota Medan sudah memiliki kemampuan yang cukup baik untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan menggunakan perangkat digital. Para jurnalis sudah memiliki kemampuan untuk membangun konten digital, mengintegrasikan dan mengelaborasikan data digital, memiliki kesadaran akan copyright dan perizinan, serta membangun engagement dengan khalayak. Saat ini jurnalis di Kota Medan didominasi oleh generasi milenial yang berusia 25-39 tahun. Generasi ini merupakan generasi yang lahir dan tumbuh pada masa transisi elektronik ke digital, sehingga meskipun bukan native era digital namun masih bisa beradaptasi dengan perubahan yang muncul dalam digitalisasi
SOCIAL MAPPING AND IDENTIFICATION OF SOCIO-ECONOMIC VULNERABILITIES OF VULNERABLE GROUPS IN URBAN AREAS (STUDY IN MEDAN CITY): PEMETAAN SOSIAL DAN IDENTIFIKASI KERENTANAN SOSIAL-EKONOMI KELOMPOK RENTAN DI KAWASAN PERKOTAAN (STUDI DI KOTA MEDAN) Pirandy, Gusti; Saragih, Mujahid Widian; Hanim, Farida
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6711

Abstract

This study aims to map and identify the socio-economic vulnerability of vulnerable groups in urban areas, especially in the city of Medan. With a descriptive qualitative approach, the study focuses on the collection of primary data through surveys, in-depth interviews, and FGDs. The background of this research departs from the phenomenon of social inequality that is increasingly real in the midst of rapid urbanization and the limitations of accurate micro data as the basis for the formulation of social intervention policies. The research also highlights the need for a participatory and community-based approach to development in response to the failure of elitist and top-down development models. This research is based on the need to build a data foundation that can be used by policymakers, development practitioners, and local communities in designing more effective and equitable social interventions. The city of Medan was chosen as the location because of the complexity of its social problems that represent major cities in Indonesia, including high urbanization, inequality between regions, and weak access for marginalized groups to development programs. This study will be the starting point of a ten-year long-term research series aimed at designing evidence-based and contextual models of social intervention, this research is based on the theoretical frameworks of social vulnerability, community participation and empowerment, and social intervention theory.