Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction

Konsep Pendidikan Islam Menurut Muhammad Quthb Anam, Ahsanul
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v7.2.470.176-188

Abstract

Berbicara tentang pendidikan berarti tidak bisa terlepas dari berbicara manusia dan tujuan hidupnya. Bahkan masalah pendidikan merupakan masalah yang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Tidak diragukan lagi bahwa pendidikan tumbuh bersamaan dengan munculnya manusia di muka bumi. Ini menunjukkan bahwa pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang paling hakiki bagi kelangsungan hidup manusia. Karena manusia tidak akan bisa hidup secara wajar tanpa adanya sebuah proses pendidikan. Muhammad Quthb mengatakan bahwa pendidikan (dalam hal ini pendidikan Islam) pada hakikatnya adalah pendidikan manusia seutuhnya, sehingga tidak ada yang tertinggal dan terabaikan sedikitpun, baik segi jasmani maupun segi rohani, baik kehidupannya secara fisik maupun kehidupannya secara mental, dan segala kegiatannya di bumi ini. Karena Islam memandang manusia secara totalitas, mendekatinya atas dasar apa yang terdapat dalam dirinya, atas dasar fitrah yang diberikan Allah kepada dirinya tidak ada sedikitpun yang diabaikan dan tidak memaksakan apapun selain apa yang dijadikan sesuai dengan fitrahnya. Pendekatan penelitian ini seluruhnya berdasarkan atas kajian pustaka atau studi literer. Yang dimaksud dengan kajian pustaka (literary research) adalah telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.
Konsep Pendidikan Klasik dan Modern Perspektif Ibn Khaldun dan Muhammad Abduh Anam, Ahsanul
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v9.1.496.1-12

Abstract

Ibnu Khaldun sebagai tokoh dan pembaharu di dalam pembahasan pendidikan dan pengajaran termasuk pembahasan yang bersifat historis, dan pembahasan Ilmu Jiwa Pendidikan dan Pengajaran. Selanjutnya penulis komparasikan dengan tokoh pemikir modern yaitu Muhammad Abduh. Menurut sebagai tokoh yang mewakili konsep pendidikan klasik Ibnu Khaldun, ilmu pengetahuan dan ilmu pembelajaran adalah pembawaan manusia karena adanya kesanggupan berpikir. Dalam proses belajar manusia harus sungguh-sungguh dan memiliki bakat. Dalam mencapai pengetahuan yang beraneka ragam, seseorang tidak hanya membutuhkan ketekunan, tapi juga bakat. Seseorang perlu mengembangkan keahliannya dibidang tertentu. Ibnu Khaldun membagi pendidikan menjadi tiga: (1) Ilmu lisan yaitu Ilmu bahasa dan sastra, (2) Ilmu Naqli yaitu Ilmu yang bersumber pada al-Qur’an dan Hadits, (3) Ilmu Aqli yaitu Ilmu yang berdasarkan pada akal. Sedangkan program pembaharuan pendidikan yang diajukan Muhammad Abduh adalah: memahami dan menggunakan ajaran Islam dengan benar, sebagai salah satu fondasi utama untuk mewujudkan kebangkitan masyarakat. Dia mengkritik sekolah-sekolah modern yang didirikan oleh misionaris asing, juga mengkritik sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah. Menurutnya, di sekolah-sekolah  misionaris yang didirikan bangsa asing (al-madrasah al-ajnabiyyah) siswa dipaksa untuk mempelajari kristen, sementara itu di sekolah-sekolah pemerintah, siswa tidak diajar agama Islam sama sekali. Muhammad Abduh membagi pendidikan menjadi dua, yaitu: Ibadah dan Muamalat.
Konstruksi Filosofis Pendidikan Islam dalam Membangun Kurikulum Akhmad, Satria Kamal; Febriana, Rima Nur; Anam, Ahsanul
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.548.98-109

Abstract

Filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang bersumber atau berlandaskan atas ajaran-ajaran agama Islam. Pengembangan kurikulum saat ini tidak lepas dari ide-ide dasar yang dikembangan melalui filsafat pendidikan, seperti Essensialisme, Perenialisme, Progressivisme, Eksistensialisme, Rekonstruksionisme, dan lain-lain. Penelitian ini mencoba memberikan sebuah tipologi terhadap berkembangnya wacana filsafat pendidikan Islam di Indonesia melalui beberapa literatur dan implikasinya terhadap pengembangan kurikulum di Indonesia. Sehingga filsafat pendidikan yang berkembang di Indonesia dapat dilihat secara utuh dan sesederhana mungkin. Dengan demikian upaya penyederhanaan terhadap sesuatu yang kompleks dapat terwujud. Di sisi lain kekhawatiran akan terlepasnya kurikulum saat ini dengan landasan filosofis yang sudah ada setidaknya dapat diminimalisir.