Edwin Hidayat, Edwin
Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan, Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN WILAYAH PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN DI KABUPATEN MAJALENGKA Hidayat, Edwin; Sutandi, Atang; Tjahjono, Boedi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.969 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2014.16-2.55

Abstract

ABSTRAKPertanian merupakan sektor basis di Kabupaten Majalengka, namun memiliki keterkaitan sektoral yang lemah dengan industri pengolahan hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi keunggulan komparatif-kompetitif komoditas unggulan pertanian berdasarkan luas tanam, (2) mengidentifikasi desa-desa berbasis industri kecil pengolahan hasil pertanian, (3) mengidentifikasi desa yang memiliki tingkat fasilitas pelayanan dan aksesibilitas tinggi untuk mendukung industri, (4) mengidentifikasi potensial fisik lahan untuk pengembangan komoditas, (5) menentukan daerah pengembangan industri kecil berbasis komoditas unggulan pertanian dan daerah pengembangan komoditasnya. Metode analisis yang digunakan adalah analisis location quotient (LQ), shift share (SSA), skalogram dan kesesuaian fisik lahan. Komoditas pertanian yang diteliti adalah jagung, mangga, kedelai, dan pisang. Hasil penelitian menunjukkan jagung unggul di 6 kecamatan, mangga unggul di 13 kecamatan, kedelai unggul di 1 kecamatan, dan pisang unggul di 3 kecamatan. Terdapat 179 desa berbasis industri kecil pengolahan hasil pertanian. Desa dengan tingkat fasilitas pelayanan dan aksesibilitas tinggi terdiri atas 50 desa. Fisik lahan yang sesuai untuk masing-masing wilayah pengembangan komoditas terdiri atas 21.862 hektar untuk jagung, 207.546 hektar untuk mangga, 4.073 hektar untuk kedelai, dan 20.669 hektar untuk pisang. Wilayah yang diarahkan untuk pengembangan industri kecil berbasis komoditas unggulan pertanian terdiri atas 10 desa sebagai desa industri dan 6 kawasan industri yang merupakan gabungan dari beberapa desa, sedangkan arah prioritas pengembangan komoditas terdiri atas 3.264,24 hektar untuk jagung, 302,57 hektar untuk mangga, 3.694 hektar untuk kedelai, dan 907,61 hektar untuk pisang.Kata Kunci: Majalengka, komoditas unggulan, industri kecil, wilayah pengembanganABSTRACTAgriculture is a basic sector on Majalengka Regency, but it has a weak sectoral linkages with agro-processing industries. This study aimed to: (1) identify the comparative-competitive advantage of agricultural advantage commodities acreage, (2) identify the villages with become small industries of agro-processing based, (3) identify villages with high level of the facilities services and accessibility to support the industry, (4) Identify physical potention of the land for commodity development, (5) determine the development areas for small industries based on agricultural advantage commodities and its commodity development areas. The analytical method used was analysis of the location quotient (LQ), shift share analysis (SSA), schallogram and physical land suitability analyses. This research focus on commodities, those were corn, mango, soybean and bananas. The results showed that corn was superior in 6 districts, mango was superior in 13 districts, soybean was superior in 1 district and bananas was superior in 3 districts. There were 179 villages as basic of small agro-processing industries. Villages with the high level of facilities services and accessibility consisted of 50 villages. There were 21,862 ha land that phisically suitable for corn, 207,546 ha for mango, 4,073 ha for soybean and 20,669 ha for bananas. There were 10 industrial villages and 6 industrial areas that consisted of some villages, that could be developed as a development region for small industries based on agricultural advantage commodities. The priority areas for commodity development were 3,264.24 hectares for corn, 302.57 hectares for mango, 3,694 hectares for soybean and 907.61 hectares for bananas.Keywords: Majalengka, advantage commodity, small industry, development region
Penyerapan Emisi CO2 Dari Kendaraan Bermotor Melalui Teknologi Vegetasi di Ruang Milik Jalan Hidayat, Edwin
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.244 KB)

Abstract

Motor vehicles growing rapidly each year in Indonesia, beside have positive impact, on the other hand it’s also brings negative impact, one of them is resulting Greenhousegas, especially CO2 emission from fosil fuel burning. Where as, the growth of motor vehicle emissions give contribution for global warming and contribute to the climate change. One way to overcome the problem of motor vehicle emission is vegetation technology for CO2 sequetration. Thus, for indentifiying how much the carbon stock and the value of CO2 sequestration from motor vehicles emissions by tree, we conduct case study in the AH. Nasution road – Bandung City, the methodology is using emission factor approachment and biomass method. The result shows that CO2 from traffic emissions are averagely 97.914 kgCO2/Day and the CO2 seguestration from the tree until the survey conducted are 1.506.662 kg. Thus, we can assume that vegetation technology is not significant enough for reducing the CO2 emission. In the future to decrease the motor vehicle emissions, we need the species of plants which have huge sequestration, on the other hand also to be recommended to developed mass rapid transportation or converstion the fuel to non fosil fuel.
PENILAIAN FUNGSIONAL JALAN DAERAH SEBAGAI RUTE ALTERNATIF PERJALANAN ANTAR KOTA Cahyadi, Untung; Yulianto, Redi Aditya; Prananda, Indra Andika; Hidayat, Edwin
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat libur panjang seperti libur lebaran idul fitri atau natal dan tahun baru maka akan banyak terjadi perjalanan antar kota. Para pekerja migran yang bekerja di kota-kota besar terutama di daerah Jabodetabek akan kembali ke kampung halamannya. Fenomena ini biasa disebut mudik dengan perhatian utama adalah perjalanan antar kota dari daerah Jabodetabek menuju kabupaten atau kota di arah timur Jabodetabek. Dampak negative dari mudik adalah kemacetan dan terjadinya kecelakaan lalulintas. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penilaian jalan daerah yang terdiri dari jalan kabupaten dan jalan provinsi (non-nasional dan non-tol) terhadap kelayakan fungsional jalan untuk rute alternatif perjalanan antar kota. Metode yang digunakan adalah desktop audit tentang aspek desain teknis jalan, aspek jalan berkeselamatan, dan aspek kelelahan (fatigue) pengemudi. Dari aspek-aspek tersebut kemudian dikembangkan metode penilaian kelayakan fungsional jalan daerah untuk rute alternatif yang terdiri dari 14 kriteria. Langkah selanjutnya adalah melakukan survei primer di 14 rute alternatif antar kota yang terdiri dari 63 koridor jalan daerah di propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta. Melakukan analisa dan interpretasi dari data primer. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 4 rute alternatif antar kota yang didalamnya terdapat 9 koridor jalan daerah yang mempunyai nilai fungsional jalan daerah (NFJD) dibawah ambang batas. Koridor jalan tersebut tidak direkomendasikan untuk dilewati sebagai rute alternatif antar kota jika tidak dilakukan perbaikan jalan.