Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENILAIAN FUNGSIONAL JALAN DAERAH SEBAGAI RUTE ALTERNATIF PERJALANAN ANTAR KOTA Cahyadi, Untung; Yulianto, Redi Aditya; Prananda, Indra Andika; Hidayat, Edwin
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat libur panjang seperti libur lebaran idul fitri atau natal dan tahun baru maka akan banyak terjadi perjalanan antar kota. Para pekerja migran yang bekerja di kota-kota besar terutama di daerah Jabodetabek akan kembali ke kampung halamannya. Fenomena ini biasa disebut mudik dengan perhatian utama adalah perjalanan antar kota dari daerah Jabodetabek menuju kabupaten atau kota di arah timur Jabodetabek. Dampak negative dari mudik adalah kemacetan dan terjadinya kecelakaan lalulintas. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penilaian jalan daerah yang terdiri dari jalan kabupaten dan jalan provinsi (non-nasional dan non-tol) terhadap kelayakan fungsional jalan untuk rute alternatif perjalanan antar kota. Metode yang digunakan adalah desktop audit tentang aspek desain teknis jalan, aspek jalan berkeselamatan, dan aspek kelelahan (fatigue) pengemudi. Dari aspek-aspek tersebut kemudian dikembangkan metode penilaian kelayakan fungsional jalan daerah untuk rute alternatif yang terdiri dari 14 kriteria. Langkah selanjutnya adalah melakukan survei primer di 14 rute alternatif antar kota yang terdiri dari 63 koridor jalan daerah di propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta. Melakukan analisa dan interpretasi dari data primer. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 4 rute alternatif antar kota yang didalamnya terdapat 9 koridor jalan daerah yang mempunyai nilai fungsional jalan daerah (NFJD) dibawah ambang batas. Koridor jalan tersebut tidak direkomendasikan untuk dilewati sebagai rute alternatif antar kota jika tidak dilakukan perbaikan jalan.
PENERAPAN TEKNOLOGI HYDROSEEDING DIKOMBINASI DENGAN MATRAS ORGANIK DI LERENG JALAN BEBAS HAMBATAN MANADO–BITUNG Sunandar, Asep; Prananda, Indra Andika
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4054.105-118

Abstract

abstract Erosion problems on the Manado-Bitung Freeway slopes occur because the slope is greater than 45 degrees with erosion-prone soil conditions. The treatment effort that can be done is to use hydroseeding technology, which is cheap, environmentally friendly, and fast in its implementation. But this technology still has shortcomings when applied to slopes greater than 45 degrees, so it needs to be combined with an erosion control mattress made from organic material. The purpose of this study is to evaluate the performance of the application of hydroseeding technology combined with organic mattresses on the slopes of the Manado-Bitung Freeway. The study was carried out through field trials on prepared experimental plots, utilizing the seeds of the colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, and pueraria javanica vegetation, combined with organic mattresses. The observation results show that, in the first month, the proportion of vegetation cover, by colopo-gonium mucunoides vegetation reaches 70% to 85%, by pubescent centrosoma vegetation reaches 75% to 80%, and by pueraria javanica vegetation reaches 50% to 60%. The quality of this growth is increasing in the second month, with a maximum vegetation cover rate of 90%. Soil erosion can be reduced up to nearly 100% with light to heavy rainfall. Keywords: erosion; freeway slope; hydroseeding; vegetation seeds; organic mattress.  Abstrak Masalah erosi di lereng Jalan Bebas Hambatan Manado–Bitung terjadi karena kemiringan lereng lebih besar dari 45 derajat dengan kondisi tanah yang rawan erosi. Upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi hydroseeding, yang murah, ramah lingkungan, dan cepat dalam pelaksanaannya. Tetapi teknologi ini masih memiliki kekurangan bila diterapkan pada lereng dengan kemiringan yang lebih besar daripada 45 derajat, sehingga perlu dikombinasi dengan matras pengendali erosi yang berbahan organik. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi kinerja penerapan teknologi hydroseeding yang dikombinasi dengan matras organik. Penelitian dilakukan melalui uji coba lapangan pada petak-petak percobaan yang telah disiapkan, dengan memanfaatkan biji-biji vegetasi colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, dan pueraria javanica, serta menggunakan matras organik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, pada bulan pertama, proporsi penu-tupan oleh vegetasi colopogonium mucunoides mencapai 70% hingga 85%, oleh vegetasi centrosoma pubescent mencapai 75% hingga 80%, dan oleh vegetasi pueraria javanica mencapai 50% hingga 60%. Kualitas pertum-buhan ini semakin meningkat pada bulan kedua, dengan penutupan maksimal mencapai 90%. Erosi permukaan tanah dapat direduksi hingga mendekati 100% dengan curah hujan ringan sampai dengan berat. Kata-kata kunci: erosi; lereng jalan; hydroseeding; biji vegetasi; matras organik.