Ralph Hery Budhiono, Ralph Hery
Kemendikbud

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RETENSI DAN INOVASI FONEMIS DALAM BAHASA MELAYU BANJAR HULU Budhiono, Ralph Hery
Widyariset Vol 16, No 1 (2013): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.396 KB)

Abstract

Beberapa penelitian telah dilakukan, tetapi belum ada yang membahas secara khusus retensi dalam bahasa Melayu Banjar Hulu. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi retensi dan inovasi fonemis dalam bahasa Melayu Banjar Hulu, membandingkan dengan penelitian terdahulu, dan menghubungkannya dengan bahasa Melayu kuno. Data berupa 200 kosakata dasar yang dikumpulkan Suryadikara dan Durasjid diban-dingkan dengan daftar proto-Austronesia yang dihimpun Blust. Dengan metode komparatif diketahui ada lima protofonem, *t, *m, *a, *i, dan *u, yang mengalami retensi pada semua posisi. Karena mempertahankan secara konsisten ketiga protofonem vokal tersebut, bahasa Melayu Banjar Hulu dapat disebut bahasa yang masih asli. Sementara itu, protofonem yang mengalami retensi jika berada pada posisi awal adalah *b, *d, *k, *l, *p, dan *s. *k, *n, *p, dan *r dipertahankan jika berada pada posisi akhir, sedangkan *l, *n, *b, *s, *r, dan *ŋ dipertahankan jika berada pada posisi antarvokal. Inovasi primer yang ditemukan hanya substitusi, sedangkan inovasi sekunder yang didapat berupa split, apokope, sinkope, protesis, dan metatesis.*q merupakan satu-satunya protofonem yang mengalami substitusi menjadi /h/ pada semua posisi.
KALIMAT PASIF DAN PEMAKNAANNYA DALAM BERITA KRIMINAL DI MEDIA MASSA CETAK Budhiono, Ralph Hery
SUAR BETANG Vol 13, No 1 (2018): Suar Bétang, Vol.13, No.1, Edisi Juni, 2018
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v13i1.64

Abstract

Salah satu jenis berita yang biasanya mendapatkan perhatian khusus ialah berita kriminal. Selain mengundang empati pembaca kepada korban, berita kriminal dapat pula berfungsi sebagai pemberi peringatan agar masyarakat lebih waspada akan adanya potensi tindak kejahatan. Dalam kerangka laras bahasa jurnalistik, artikel ini akan membahas bagaimana pemaknaan berita kriminal ditinjau dari bentuk atau konstruksi kalimat yang digunakan. Makna atau dampak apa yang didapatkan pembaca jika mencermati kalimat pasif pada sebuah berita kriminal akan menjadi inti masalah. Khalayak pembaca diharapkan mampu mengidentifikasi alasan apa yang digunakan wartawan dalam menyusun artikel berita kriminal. Makalah ini merupakan makalah deskriptif yang kualitatif. Data berupa contoh kalimat pasif diambil dari artikel berita kriminal yang dimuat di surat kabar lokal Palangka Raya, Kalteng Pos dan Tabengan. Analisis akan difokuskan pada unsur yang ditekankan atau dipentingkan dalam sebuah kalimat dan disinggungkan dengan pandangan analisis wacana kritis menurut Fowler dan van Leeuwen. Berdasarkan temuan, penekanan dan pemfokusan informasi merupakan dua alasan yang dipegang wartawan ketika memutuskan memilih kalimat pasif dalam menulis artikel berita. Adanya penekanan dan pemfokusan berimbas bertujuan untuk mengundang empati dari khalayak pembaca kepada subjek sasaran, dalam hal ini korban(Passive Voice and Its Meaning in Printed-Mass Media’s Criminal News)A criminal news may be the most interesting topic. Readers show their empathy by reading given news yet hopefully be warned of any potential crimes. In the field of journalistic language, this paper will discuss how a criminal news be meant based on its sentence types. What meanings or implications should the readers get will be the main problem. Readers furtherly can identify what reason or motivation used by the writers in composing any criminal news. This research is a qualitative-descriptive paper. The data have come in passive voices and taken from Palangka Raya local newspapers, Kalteng Pos and Tabengan. The analysis will be focused on any constituents which become the focus of the sentence and then to be intersected with Fowler and van Leeuwen’s perspective on critical discourse analysis. Based on the findings, to stress and focus on certain information are the main reasons for the writer in choosing active voice. The article's point of focus will raise readers' empathy for the victim of a crime
KEBERHASILGUNAAN PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KALIMANTAN TENGAH Budhiono, Ralph Hery
SUAR BETANG Vol 12, No 1 (2017): Suar Betang, Vol. 12, Nomor 1, Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v12i1.21

Abstract

Penyuluhan Bahasa Indonesia is an annual educational event conducted by Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Elementary school teachers all over Kalimantan Tengah usually be the main target since they hardly learn the Indonesian language academically and specifically. Socializing the national language of Indonesia, spreadingnewest issues of the language and improving speakers ability are the main idea. Language and speakers cultivation is its major aim. The effectivity of such event has not been evaluated yet. Based on this fact the writer wants to figure out the effectivity of Penyuluhan Bahasa Indonesia. The problems discussed in this writing will be how are the participants’ scores of pre-test and post-test. This scores then analyzed to identify whether Penyuluhan Bahasa Indonesia is truly effective. sample of this writing are 71 elementary schools teachers from two regions, namely Pangkalan Bun and Kuala Kapuas. The data are then analyzed statistically. Based on the findings, the average scores of those two sessions test were not satisfied yet. Meanwhile, the event of Penyuluhan Bahasa Indonesia influences the scores significantly and improves teachers ability. In general, based on scores, Pangkalan Bun as a more dynamic region considered to be more superior in average score than Kuala Kapuas.
PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA DI DAERAH TRANSMIGRASI DI KOTA PALANGKARAYA Budhiono, Ralph Hery
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.437 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.378.285-298

Abstract

Abstrak Banyak bahasa daerah yang berinteraksi dengan bahasa lain akhirnya mengalami pergeseran, termasuk bahasa Jawa. Pergeseran ini kemudian menimbulkan upaya pemertahanan bahasa. Penelitian ini membahas pergeseran dan pemertahanan bahasa Jawa di daerah transmigrasi di km 38 Kota Palangkaraya. Tujuan penelitian ini ialah menggambarkan keadaan kebahasaan dan mendeskripsikan upaya pemertahanan bahasa Jawa yang dilakukan oleh para responden yang menghuni kawasan transmigrasi di km 38 Kota Palangkaraya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kualitatif. Data diambil dengan cara membagikan kuesioner untuk selanjutnya ditanggapi oleh para responden. Responden yang menjadi penanggap kuesioner ini mencapai 78 orang. Data kemudian dianalisis dengan bantuan perangkat lunak statistik. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa ranah memengaruhi pilihan bahasa. Terdapat pula perbedaan rata-rata pilihan bahasa pada ranah dan variabel tertentu. Pilihan bahasa kemudian memunculkan pergeseran bahasa yang kian memprihatinkan. Upaya pemertahanan yang dilakukan oleh para penutur yang tinggal di daerah itu bersifat manasuka dan sukarela, tidak terstruktur, dan tidak formal. Akibatnya regenerasi penutur bahasa Jawa tidak berjalan dengan baik dan tidak berkesinambungan. Kata kunci: pergeseran dan pemertahanan bahasa, sikap dan pilihan bahasa, ekologi bahasa, sosiolinguistik Abstract Many native languages in Indonesia who interact with other codes shift, including Javanese. This shifting lead to massive language maintenance. This interaction leads to language shifting and the shift of language leads to language maintenance. This research is focused on the Javanese shifting and maintenance in transmigration region in Palangkaraya. The goal of the research is to describe the shifting and maintenance of Javanese in the region. This is a descriptive and qualitative research. The data is collected by distributing questionners to some respondents and then to be responded respectively. There are 78 respondents involved in the research. The data is then analyzed by using statistics software. Based on the analysis, domain plays some important roles in the context of language choices. It is also found that there is some average difference in how the respondent?s choice a code in certain contexts. These choices lead to the condition of language shift. How the respondents maintain their language is such kind of unstructural and unformal efforts. Therefore, the language speaker?s regeneration is neither well performed nor sustainably constructed.Keywords: language shift and maintenance, language attitude and preference, ecology of language, sociolinguistics