Beberapa penelitian telah dilakukan, tetapi belum ada yang membahas secara khusus retensi dalam bahasa Melayu Banjar Hulu. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi retensi dan inovasi fonemis dalam bahasa Melayu Banjar Hulu, membandingkan dengan penelitian terdahulu, dan menghubungkannya dengan bahasa Melayu kuno. Data berupa 200 kosakata dasar yang dikumpulkan Suryadikara dan Durasjid diban-dingkan dengan daftar proto-Austronesia yang dihimpun Blust. Dengan metode komparatif diketahui ada lima protofonem, *t, *m, *a, *i, dan *u, yang mengalami retensi pada semua posisi. Karena mempertahankan secara konsisten ketiga protofonem vokal tersebut, bahasa Melayu Banjar Hulu dapat disebut bahasa yang masih asli. Sementara itu, protofonem yang mengalami retensi jika berada pada posisi awal adalah *b, *d, *k, *l, *p, dan *s. *k, *n, *p, dan *r dipertahankan jika berada pada posisi akhir, sedangkan *l, *n, *b, *s, *r, dan *Å dipertahankan jika berada pada posisi antarvokal. Inovasi primer yang ditemukan hanya substitusi, sedangkan inovasi sekunder yang didapat berupa split, apokope, sinkope, protesis, dan metatesis.*q merupakan satu-satunya protofonem yang mengalami substitusi menjadi /h/ pada semua posisi.
Copyrights © 2013