Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengelompokan Habitat Meroplankton di Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu Puspasari, Reny; Aisyah, Aisyah
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Jakarta tergolong ekosistem estuary, yang menghadap kepada sekumpulan pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu. Teluk Jakarta merupakan daerah asuhan bagi biota laut, yang ditandai oleh banyaknya meroplankton yang ditemukan di wilayah tersebut. Penyebaran meroplankton sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan Teluk Jakarta dan Pulau Seribu. Terdapat variasi sebaran dan komposisi meroplankton di daerah pengamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa habitat beberapa kelompok meroplankton seperti udang, moluska, kepiting dan larva ikan. Pengumpulan sampel larva dilakukan di 13 stasiun pengamatan yang mewakili estuary dan pulau pulau kecil di Teluk Jakarta dan Pulau Seribu bagian selatan, meliputi tujuh stasiun estuary dan enam stasiun pulau kecil. Hasil menunjukan bahwa terdapat  enam kelompok meroplankton laut, meliputi larva udang, moluska, kepiting, ikan, ubur-ubur dan larva cumi. Kelimpahan udang, moluska dan larva ikan tinggi pada April dibandingkan dengan Agustus. Kelimpahan larva kepiting menunjukan hal sebaliknya, yaitu tinggi pada Agustus dibandingkan dengan April. Sedangkan larva yang lain ditemukan dalam jumlah kecil pada bulan-bulan tersebut. Larva udang, ikan dan moluska tidak memiliki habitat khusus, namun keberadaan mereka kebanyakan dijumpai pada pulau-pulau kecil dibandingkan dengan estuary, dimana kondisi lingkungan seperti suhu dan salinitas pada ekosistem tersebutrelatif lebih tinggi.
Klasifikasi Status Kemiskinan Rumah Tangga Berdasarkan Karakteristik Demografi dan Hunian Menggunakan Algoritma Clasification and Regression Tree Winata, Aji Pandu; Aprilia, Dinda; Sriliana, Idhia; Aryati, Fitri; Puspasari, Reny
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi Volume 13 Issue 3 December 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v13i3.34952

Abstract

Poverty is a multidimensional issue that remains a central focus of development in Bengkulu Province. Decision-tree–based approaches, particularly the Classification and Regression Tree (CART), can be used to classify households based on demographic and housing characteristics. This study utilizes data from the 2024 National Socio-Economic Survey (SUSENAS), with household poverty status as the response variable and six predictor variables including area type, gender of household head, age of household head, number of household members, floor area of the house, and housing ownership status. The analysis consists of data preprocessing, descriptive statistics, data splitting, CART model construction, identification of influential variables, and model evaluation using a confusion matrix. The results show that the number of household members, floor area of the house, and age of the household head are the most influential variables in distinguishing poor and non-poor households. Model evaluation produced an accuracy of 0.73, sensitivity of 0.58, and specificity of 0.75. The accuracy and specificity values indicate adequate classification performance, while the low sensitivity suggests that the model is still less optimal in detecting poor households, partly due to class imbalance in the dataset. These findings indicate that the CART method can be applied to poverty analysis in Bengkulu Province, although further model improvement is needed to enhance its capability in identifying poor households.
PERKEMBANGAN KONDISI SUMBERDAYA IKAN KARANG DAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN SUMATERA BARAT SEBAGAI DAMPAK PEMBENTUKAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN TWP P. PIEH Rachmawati, Puput Fitri; Anggawangsa, Regi Fiji; Puspasari, Reny; Rachmawati`, Rita; Zulfikar, Andi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 13, No 2 (2021): (AGUSTUS) 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.13.2.2021.%p

Abstract

Pembentukan kawasan konservasi perairan (KKP) berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan untuk menjaga ekosistem, mengelola konflik dalam pemanfaatan sumberdaya, serta memfasilitasi pemanfaatan sumberdaya secara efektif. Adanya KKP memberikan kesempatan bagi ekosistem untuk pulih dan berkembang yang berujung dengan memberikan dampak yang positif untuk perbaikan kondisi ekosistem. Untuk mengetahui adanya dampak dari KKP terhadap kondisi sumberdaya ikan perlu dilakukan berbagai upaya pendekatan baik melalui kelimpahan, biomassa, maupun stok. Kemudian untuk mengetahui dampak KKP terhadap perkembangan ekosistem terumbu karang dilakukan pemetaan citra satelit untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu serta perkembangan luasan tutupan terumbu karang. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kondisi sumber daya ikan karang dan ekosistem terumbu karang di perairan Sumatera Barat sebagai dampak dari pembentukan KKP di TWP P. Pieh. Data yamg digunakan berupa data statistik perikanan serta data citra Landsat 05 (2009-2011) dan Landsat 08 (2014-2019). Perhitungan analisis profil dan analisis non-ekuilibrium model surplus produksi menggunakan alat bantu berupa SPSSTM, Notepad++TM, perangkat lunak ASPIC7TM, dan Kobe Plot I_II version 5TM. Analisis deteksi perubahan luasan terumbu karang menggunakan bantuan perangkat lunak Quantum GIS 3 dan R programming language (versi 4.0.2). Hasil analisis menunjukkan bahwa TWP P. Pieh belum secara maksimal berperan sebagai penyedia stok ikan karang yang dapat menyuplai kebutuhan biomassa ikan karang di perairan Sumatera Barat dan menyeimbangi tekanan penangkapan yang ada. Di sisi lain adanya pengelolaan TWP P. Pieh memberikan peningkatan terhadap kelimpahan dan biomassa ikan karang yang berbanding lurus dengan persentase luasan tutupan karang yang ada di dalam kawasan TWP P. Pieh. The establishment of marine conservation areas (MPA) contributes to sustainable development to maintain ecosystems, manage conflicts in using resources, and effectively facilitate using resources. The existence of MPAs provides an opportunity for ecosystems to recover and develop, which leads to a positive impact on improving ecosystem conditions. To determine the effects of MPA’s on fish resource conditions, various approaches need to be made, such as abundance, biomass, and stock. After that, satellite imagery mapping was carried out to find out the impact of the MPA on the development of coral reef ecosystems and the percentage of the coral cover area from time to time. This study aims to analyze the result of the condition of reef fish resources and coral reef ecosystems around the waters of West Sumatra due to the formation of the MPA in TWP P. Pieh. The data used are fishery statistics (1996-2019) and Landsat 05 (2009-2011), and Landsat 08 (2014-2019) image data. Calculation of profile analysis and non-equilibrium production surplus model using tools such as SPSS, Notepad++TM, ASPIC7TM software, and Kobe Plot I_II version 5TM. Study the detection of coral reef area changes using Quantum GIS 3 software and R programming language (version 4.0.2). The analysis results show that TWP P. Pieh has not optimally played a role as a provider of reef fish stocks that can supply the needs of reef fish biomass and balance the existing fishing pressure in the West Sumatra waters. However, TWP P. Pieh can be seen in the abundance and biomass of reef fishes ecosystems, which positively correlates with the percentage of coral cover area in TWP P. Pieh.