Salah satu jenis ikan komoditas perikanan penting di perairan Maluku adalah ikan Bijinangka. Namun, informasi mengenai teknik penangkapan yang efektif untuk jenis ikan ini, khususnya jenis umpan dan alat pancing masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas umpan cacing lur atau tumel (Dendronereis pinnaticirris) dan ikan teri (Engraulis sp), konstruksi mata pancing yang paling efektif serta menentukan waktu penangkapan terbaik untuk ikan Bijinangka. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung yaitu metode pengoperasian alat penangkapan ikan secara langsung dan uji-t (t-test) digunakan untuk uji beda rata-rata hasil tangkapan ikan Bijinangka. Umpan cacing lur atau tumel menangkap ikan Bijinangka sebanyak 273 ekor (67%) dan umpan ikan teri sebanyak 137 ekor atau 33%, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (t = 16,076; p < 0,05). Waktu penangkapan pada pagi hari pukul 07.00 WIT hingga pukul 10.00 WIT menghasilkan tangkapan yang jauh lebih tinggi 314 ekor atau 77% dibandingkan sore hari pukul 14.00 - 17.00 WIT sebanyak 96 ekor ikan (23%), dengan perbedaan yang signifikan (t = 28,062; p < 0,05). Penggunaan mata pancing dengan kili-kili menghasilkan tangkapan yang lebih banyak 287 ekor (70%) daripada mata pancing tanpa kili-kili 123 ekor atau 30%, dengan perbedaan yang signifikan (t = 18,976; p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa umpan cacing lur atau tumel, waktu penangkapan pagi hari, dan penggunaan mata pancing dengan kili-kili adalah strategi yang paling efektif untuk penangkapan ikan Bijinangka.