Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INTEKNA

IDENTIFIKASI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANJARMASIN Rafik, Aunur; Rahmani, Rudy
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota sebagai “paru-paru kota” merupakan salah satu aspek berlangsungnya fungsi daur ulang antara gas karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2), hasil fotosintesis khususnya pada dedaunan. Sistem tata hijau ini berfungsi layaknya ventilasi udara dalam rumah (bangunan). Lebih dari itu, masih banyak fungsi RTH ter-masuk fungsi estetika yang bermanfaat sebagai sumber rekreasi publik, secara aktif maupun pasif, yang diwujudkan dalam sistem koridor hijau sebagai alat pengendali tata ruang atau lahan dalam suatu sistem RTH kota. Kebutuhan RTH masih sangat tinggi karena lahan kota yang terbatas. RTH kota biasanya didesain sedemikian rupa sehingga terlihat tetap indah, nyaman dan tetap memiliki fungsi yang baik. Untuk itu dalam upaya mengatasi masalah tersebut maka dilakukan Penerapan Sistem Informasi Sebaran RTH yang tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak RTH yang ada di kota Banjarmasin.Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi lapangan dan wawancara instansi terkait. Studi kasus yang dilakukan adalah RTH pada kota Banjarmasin yang meliputi Kecamatan Banjarmasin Tengah, Banjarmasin Utara , Banjarmasin Timur, Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Selatan.Hasil penelitian menunjukkan sebaran ruang terbuka hijau Kota Banjarmasin yang masih tidak merata dan  jumlahnya kurang. Sehingga  merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah agar dapat dilakukan pengembangan dan pembangunan ruang terbuka hijau. Untuk itu direkomendasikan perlunya dilakukan pengembangan dan peningkatan terhadap jumlah ruang terbuka hijau.
PERBANDINGAN ANGGARAN BIAYA RUMAH PASANGAN KAYU DAN RUMAH PASANGAN KALSIBOARD TYPE 45 DI BANJARMASIN Rafik, Aunur; Dani, Umar
INTEKNA Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mengatasi kelangkaan material kayu dan semakin meningkatnya harga kayu di pa-saran dan dimensi yang tidak stabil, maka diperlukan alternatif lain guna menunjang perkembangan dunia kostruksi di Indonesia. Hal ini menjadikan kalsiboard sebagai alter-natif bahan bangunan yang memiliki beberapa kelebihan dari solusi lain, selain memiliki dimensi stabil kalsi juga memiliki banyak pilihan sesuai dengan aplikasi yang diinginkan. Untuk itu perlu diadakan kajian anggaran biaya untuk mengetahui material mana yang lebih murah antara kayu dan kalsiboard.Metode deskriftif dan komperatif digunakan dalam penelitian ini. Perhitungan anggaran biaya difokuskan pada pekerjaan material lantai, dinding, plafond dan kap atap pada rumah tipe 45 kemudian dilakukan perbandingan biaya antara kedua rumah tersebut. Hasil dari perbandingan tersebut berdasarkan perhitungan adalah rumah pasangan kayu  adalah Rp. 87.089.500 dan untuk rumah kalsiboard Rp. 84.892.600, didapatkan selisih sebesar Rp. 2.196.900 lebih murah rumah pasangan kalsiboard.
IDENTIFIKASI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANJARMASIN Rafik, Aunur; Rahmani, Rudy
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN ANGGARAN BIAYA RUMAH PASANGAN KAYU DAN RUMAH PASANGAN KALSIBOARD TYPE 45 DI BANJARMASIN Rafik, Aunur; Dani, Umar
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Penggunaan Bata Merah Dan Bata Ringan Terhadap Dimensi Pondasi Dan Harga Rumah Tipe 54 Rafik, Aunur; Humaidi, Muhammad; Cahyani, Rinova Firman
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v18i1.548

Abstract

Keamanan dan kenyamanan merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dalam membangun sebuah rumah. Sering terjadi kasus ambruknya rumah yang diakibatkan karena tidak kuatnya struktur rumah. Pemilihan material penyusun dinding menjadi penting diperhatikan karena penurunan struktur pondasi juga diakibatkan beratnya beban dinding. Terutama bangunan rumah pada daerah rawa atau tanah lunak. Bata ringan menjadi bahan baku alternatif dalam pekerjaan pasangan dinding. Perbedaan bentuk, ukuran dan berat pada bata merah dan bata ringan mempengaruhi beban yang ditanggung oleh elemen struktur bangunan seperti balok, kolom dan pondasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh material dinding berupa bata merah dan bata ringan terhadap dimensi struktur bawah/pondasi dan harga untuk rumah tipe 54. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan komparatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana pengaruh material bata merah dan bata ringan terhadap dimensi struktur pondasi. Sedangkan metode komparatif digunakan untuk membandingkan hasil perhitungan harga rumah tipe 54 antara material dinding berupa bata merah dan bata ringan. Berdasarkan analisis dan perhitungan, pondasi rumah yang pasangan dindingnya menggunakan material bata ringan dimensinya lebih kecil dan harga rumahnya lebih murah dibanding menggunakan material bata merah. Pada penggunaan bata merah harga bangunan rumah Rp 350.964.275. Sedangkan pada penggunaan bata ringan harga bangunan rumah Rp 304.350.739. Kesimpulannya penggunaan material bata ringan menjadikan harga bangunan rumah lebih murah Rp 46.613,536 (13,28 %) dibanding menggunakan material bata merah