Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence

Sistem Pencarian Hotel Berdasarkan Rute Perjalanan Terpendek Dengan Mempertimbangkan Daya Tarik Wisata Menggunakan Algoritma Greedy Herli, Audrey Maximillian; Raharjana, Indra Kharisma; Soeparman, Purbandini
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol 1, No 1 (2015): April
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.397 KB)

Abstract

Abstrak— Pencarian hotel merupakan hal yang penting dilakukan wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata. Wisatawan akan mempertimbangkan kriteria hotel seperti kelas, harga dan review hotel. Selain itu  faktor jarak hotel dan tempat wisata yang dikunjunginya adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan. Pada penelitian ini dibangun sistem untuk melakukan pencarian hotel berdasarkan rute perjalanan wisata terpendek dengan daya tarik wisata mengunakanalgoritma greedy untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan efisensi jarak perjalanan wisata serta membantu dalam pemilihan hotel. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap, tahap pertama adalah pengumpulan data dan informasi daya tarik wisata dan hotel. Tahap kedua adalah analisa data dengan algoritma greedy serta melakukan penyesuian pengunaan algoritma berdasarkan karakteristik perjalanan yang dilakukan wisatawan. Tahap ketiga adalah pembangunan sistem, dan tahap terakhir adalah melakukanevaluasi sistem bersama para ahli yang telah berpengalaman dalam bidang pariwisata dan calon penguna aplikasi ini.Hasil dari penelitian ini adalah sistem yang dapat memberikan rekomendasi rute dan urutan perjalanan terpendek antara hotel dan daya tarik wisata berdasarkan algoritma greedy. Kata Kunci— Hotel, Daya Tarik Wisata, Algoritma Greedy, Rute Perjalanan TerpendekAbstract— Hotel search was an important thingfor travelers in their traveling journey. Travelers would consider criteria such as class, price and review of the hotel.Beside those things, distance between Hotel and tourist attractionswasalsoimportant factor to be considered. In this research, system was constructed to perform a hotels search by shortest travelling route using Greedy Algorithm. This research was conducted through four stages, the first stage wasdata and information collectingof tourist attraction and hotel. Second stagewasdata analysis with greedy algorithm in purpose to classify the data and implementing greedy algorithm with manual calculation to the problem research.  The third stage was the development of the system, and the last stage wasevaluating the system with the experts who are experienced in the field of tourism and the prospective user of this application. Results from this study was the system can provide recommendations and sequence the shortest journey between the hotel and tourist attraction based on the greedy algorithm. Keywords— Hotel, Tourist Attraction, Greedy Algorithm, Travelling Salesman Problem
Penerapan Reverse Engineering Dalam Penentuan Pola Interaksi Sequence Diagram Pada Sampel Aplikasi Android Rahmadani, Vierdy Sulfianto; Raharjana, Indra Kharisma; Taufik, Taufik
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol 1, No 1 (2015): April
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.862 KB)

Abstract

Abstrak—Tujuan penelitian ini adalah penerapan reverse engineering untuk penentuan pola interaksi Sequence diagram yang bisa digunakan oleh sistem analis sebagai pola templateuntuk mendesain UML sequence diagram. Aplikasi yang digunakan sebagai data dasar berasal dari aplikasi contoh milik Android, aplikasi inilah yang mengalami proses reverse engineering dan teridentifikasi polanya. Tahap pertama yang dilakukan dalam penentuan pola interaksi ini adalah pengumpulan aplikasi dataset. Tahapan selanjutnya adalah identifikasi fitur dan aktifitas aplikasi, melakukan reverse engineeringsehingga didapatkan model sequence diagram,kemudian melakukan sistesis semua model tersebut menjadi pola interaksi sequence diagram. Langkah terakhir adalah menguji pola tersebut dengan menerapkannya dalam pembangunan aplikasi studi kasus. Berdasarkan hasil evaluasi, disimpulkan bahwa pola interaksi pada sequence diagram yang didapatkan dari penelitian ini dapat diterapkan pada perancangan perangkat lunak yang memiliki fitur-fitur yang sama dengan fitur-fitur yang terdapat pada penelitian ini. Kata Kunci— Reverse Engineering, Pola Interaksi, Sequence Diagram, AndroidAbstract—The purpose of this research is to apply the application of reverse engineering to determine interaction patterns of the Sequence diagram that can be used by system analysts as a template for designing UML sequence diagrams. Sample applications from android are used as dataset for reverse engineering and pattern identification. The first step is collecting application datasets. The next stage is identifying the features and applications activity, reverse engineering to obtain a sequence diagram model, and then synthesize all of the models into an interaction pattern of sequence diagram. The final step is to test the patterns by implementing it in an application development case stud. The evaluation results concludes that interaction patterns of sequence diagram designs obtained in reverse engineering steps is able to be implemented in software development that contained similar features with the obtained features in this research. Keywords— Reverse Engineering, Interaction Pattern, Sequence Diagram, Android
Perencanaan Arsitektur Perusahaan untuk Pengelolaan Aset di PT. Musdalifah Group menggunakan Kerangka Kerja Zachman Safarina, Indah; Raharjana, Indra Kharisma; Purwanti, Endah
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol 1, No 2 (2015): October
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.567 KB)

Abstract

Abstrak— Aset adalah hal penting yang dimiliki oleh setiap perusahaan atau organisasi. Proses manajemen aset yang dilakukan dengan tepat akan membuat aset yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi lebih optimal. Karena proses manajemen aset belum terlaksana dengan maksimal, maka pada penelitian ini direncanakan sebuah arsitektur enterprise untuk proses manajemen aset untuk kelompok perusahaan PT. Musdalifah Group dengan kerangka kerja Zachman melalui tujuh tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data terkait manajemen aset perusahaan yang digunakan sebagai acuan perencanaan. Tahap kedua adalah inisialisasi perencanaan yang menghasilkan rencana kerja arsitektur perusahaan sesuai ruang lingkup dan kondisi perusahaan. Tahap ketiga, meninjau kondisi enterprise saat ini perusahaan, dengan hasil tinjauan model proses bisnis dan katalog sumber daya perusahaan terkait manajemen aset. Tahap keempat adalah analisis hasil tinjauan enterprise dengan analisis SWOT, sehingga dapat dihasilkan 5 rencana proses bisnis serta usulan sistem dan teknologi terintegrasi. Tahap kelima melakukan perencanaan arsitektur enterprise yaitu arsitektur data dengan hasil 34 kandidat entitas data, arsitektur aplikasi yang menghasilkan 9 kandidat aplikasi, dan arsitektur teknologi dengan hasil 3 kandidat perangkat keras dan platform aplikasi yang terintegrasi. Sedangkan tahap terakhir, perencanaan implementasi hasil penelitian yaitu, rencana pemenuhan komponen, rencana migrasi, dan evaluasi dampak arsitektur. Evaluasi dari hasil penelitian menyatakan bahwa cetak biru arsitektur dapat diterima oleh perusahaan dan dipertimbangkan untuk diimplementasikan beberapa tahun kedepan.Kata Kunci—Perencanaan Arsitektur Perusahaan, Kerangka Kerja Zachman, Manajemen Aset.Abstract— Asset is an important thing that owned by any company or organization. Asset management process aims to manage an organization’s assets optimally. Because of the asset management process has not been implemented maximally, so in this study planned an enterprise architecture for the process of asset management for the group of companies PT. Musdalifah Group using Zachman framework through seven phases. The first phase, data collection, and the results is relevant information of company’s asset management as a design reference. The second phase, planning initialization, generates enterprise architecture work plan according to the scope and conditions of the company. The third phase, reviewing the companys current enterprise conditions, the results of the review are models of business processes and enterprise resource catalog of related asset management. The fourth phase, results review analysis of enterprise with SWOT analysis, so it can produce 5 plan and proposed business processes and technology systems terintegrasi. The fifth phase, enterprise architecture planning of data architecture with the results are 37 data entities candidates, application architecture which produces 9 applications candidate, and technology architecture with the results are 3 hardware and application platform candidates. The last phase, planning the implementation of the research’s result, plan fulfillment component, the migration plan, and evaluating the impact of architecture. Evaluation of the result of research is describing that the architectural blueprints can be received by the company and considered to be implemented next few years.Keywords— Enterprise Architecture Planning, Zachman Framework, Asset Management.
Pemanfaatan Teknologi Fingerprint Authentication untuk Otomatisasi Presensi Perkuliahan Fakih, Abdulloh; Raharjana, Indra Kharisma; Zaman, Badrus
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol 1, No 2 (2015): October
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.238 KB)

Abstract

Abstrak— Dalam dunia pendidikan, daftar kehadiran atau presensi menjadi faktor penting yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar dan evaluasi. Perguruan Tinggi biasanya menggunakan tanda tangan sebagai bukti kehadiran mahasiswa, sehingga data presensi kurang dapat dijamin validitasnya. Perlu dibangun sistem informasi presensi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi dan meningkatkan keakuratan data. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah sistem informasi presensi dengan memanfaatkan teknologi fingerprintauthentication lebih baik dibandingkan dengan sistem presensi konvensional yang selama ini digunakan.Terdapat beberapa tahapan dalam penelitian ini. Tahap pertama adalah identifikasi kebutuhan menggunakan teknik wawancara, studi berkas, dan observasi. Tahap kedua adalah analisis kebutuhan untuk merumuskan solusi dari permasalahan yang ada. Tahap ketiga adalah perancangan sistem menggunakan activity diagram, class diagram, dan sequence diagram. Tahap keempat adalah pembangunan sistem menggunakan bahasa pemrograman Java, php dan database MySQL. Tahap kelima adalah pengujian sistem menggunakan functional testing dan acceptance testing. Tahap terakhir adalah evaluasi sistem dengan membandingkan sistem informasi presensi yang sudah dibangun dengan sistem presensi konvensional yang selama ini digunakan.Hasil dari evaluasi sistem menunjukkan bahwa sistem informasi presensi dengan memanfaatkan teknologi fingerprintauthentication lebih baik dalam hal keakuratan data dan kemudahan manajemen presensi dibandingkan dengan sistem presensi konvensional yang selama ini digunakan.Kata Kunci— Presensi, Fingerprint Authentication, Sistem InformasiAbstract—The student’s attendance is an important factor that can not be separated from the learning and evaluation activities. Higher Education usually using a signature as the proof of student attendance. However, the data validity using this method can not be guaranteed. An attendance information systemcan be used to to fulfil the required information and to improve data accuracy. This research aimed to test whether the attendance information system using fingerprint authentication technology is better than the existing conventional attendance system. There were several phases in this research. The first phase was the requirement identification using interviews, file analysis, and the observation techniques. The second phase was the requirement analysis to formulate solutions of existing problems. The third phase was to design a system using activity diagrams, class diagrams, and sequence diagrams. The fourth phase was the development of a system using Java, PHP and MySQL database. The fifth phase was to test the system using functional testing and acceptance testing. The last step was the evaluation of the system by comparing the attendance information system and the existing conventional attendance system. Results of the evaluation system shows that attendance information system using fingerprint authentication technology is better in terms of data accuracy and attendance management than the conventional attendance system.Keywords—Attendance, Fingerprint Authentication, Information System
Visualisasi Data Menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk Potensi Bank Sampah di Surabaya Erdiansyah, Muhammad Zaky; Taufik, Taufik; Raharjana, Indra Kharisma
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol 2, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.17 KB)

Abstract

Abstrak—Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan digunakan ulang yang memiliki nilai ekonomi. Bank sampah memiliki potensi sampah yang bermanfaat, terdiri dari potensi sampah plastik, kertas, kaca dan besi. Potensi sampah tersebut dibutuhkan oleh perusahaan yang menggunakan bahan baku dari barang bekas pakai untuk di daur ulang menjadi produk yang memiliki harga di pasaran. Permasalahan bank sampah di Surabaya dapat dibagi menjadi dua masalah utama, yaitu pemantauan kegiatan bank sampah dan pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kedua permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya. Sistem ini dibangun dengan langkah langkah sebagai berikut, yaitu pertama melakukan pengumpulan kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembangunan prototype, evaluasi dengan pengguna, pengembangan skala besar dan evaluasi sistem. Hasil evaluasi sistem menunjukkan bahwa 100% sistem berjalan dengan baik dan benar, 42.3% user sangat setuju, 51% user setuju, 6% user tidak setuju, dan 0.7 % user sangat tidak setuju bahwa visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya mempermudah pemantauan kegiatan penimbangan bank sampah dan mempermudah pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kata Kunci—bank sampah, visualisasi data, Sistem Informasi Geografis.Abstract—Trash bank was the place for sorting and collecting garbage that could be recycled and reused and had economic value. Trash bank had potential benefits, such as potential plastic, paper, glass and iron waste. This potential waste was needed by companies that use raw materials from used goods to be recycled into products that had market potential. Problems of trash bank in Surabaya could be divided into two main issues, first was the monitoring of the trash banks activities, second was the search of trash bank location and its potential. Both of these problems could be solved by the data visualization using geographical information system for potential trash bank in Surabaya. This system was built with the following steps: requirements collection, requirements analysis, system design, prototype development, user evaluation, development of large-scale systems and evaluation. Results of the evaluation of the system showed that 100% of the system ran properly, 42.3% of users strongly agree, 51% of users agree, 6% of users did not agree, and 0.7% of users strongly did not agree that visualization of data using geographic information system for potential trash bank in Surabaya succeeded to facilitate the monitoring process of the of trash weighing activities in trash banks and helped the search of trash bank with its potential much easier. Keywords—Trash Bank, Data Visualization, Geographical Information System
Sistem Pencarian Hotel Berdasarkan Rute Perjalanan Terpendek Dengan Mempertimbangkan Daya Tarik Wisata Menggunakan Algoritma Greedy Audrey Maximillian Herli; Indra Kharisma Raharjana; Purbandini Soeparman
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 1 No. 1 (2015): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.397 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.1.1.9-16

Abstract

Abstrak— Pencarian hotel merupakan hal yang penting dilakukan wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata. Wisatawan akan mempertimbangkan kriteria hotel seperti kelas, harga dan review hotel. Selain itu  faktor jarak hotel dan tempat wisata yang dikunjunginya adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan. Pada penelitian ini dibangun sistem untuk melakukan pencarian hotel berdasarkan rute perjalanan wisata terpendek dengan daya tarik wisata mengunakanalgoritma greedy untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan efisensi jarak perjalanan wisata serta membantu dalam pemilihan hotel. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap, tahap pertama adalah pengumpulan data dan informasi daya tarik wisata dan hotel. Tahap kedua adalah analisa data dengan algoritma greedy serta melakukan penyesuian pengunaan algoritma berdasarkan karakteristik perjalanan yang dilakukan wisatawan. Tahap ketiga adalah pembangunan sistem, dan tahap terakhir adalah melakukanevaluasi sistem bersama para ahli yang telah berpengalaman dalam bidang pariwisata dan calon penguna aplikasi ini.Hasil dari penelitian ini adalah sistem yang dapat memberikan rekomendasi rute dan urutan perjalanan terpendek antara hotel dan daya tarik wisata berdasarkan algoritma greedy. Kata Kunci— Hotel, Daya Tarik Wisata, Algoritma Greedy, Rute Perjalanan TerpendekAbstract— Hotel search was an important thingfor travelers in their traveling journey. Travelers would consider criteria such as class, price and review of the hotel.Beside those things, distance between Hotel and tourist attractionswasalsoimportant factor to be considered. In this research, system was constructed to perform a hotels search by shortest travelling route using Greedy Algorithm. This research was conducted through four stages, the first stage wasdata and information collectingof tourist attraction and hotel. Second stagewasdata analysis with greedy algorithm in purpose to classify the data and implementing greedy algorithm with manual calculation to the problem research.  The third stage was the development of the system, and the last stage wasevaluating the system with the experts who are experienced in the field of tourism and the prospective user of this application. Results from this study was the system can provide recommendations and sequence the shortest journey between the hotel and tourist attraction based on the greedy algorithm. Keywords— Hotel, Tourist Attraction, Greedy Algorithm, Travelling Salesman Problem
Penerapan Reverse Engineering Dalam Penentuan Pola Interaksi Sequence Diagram Pada Sampel Aplikasi Android Vierdy Sulfianto Rahmadani; Indra Kharisma Raharjana; Taufik Taufik
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 1 No. 1 (2015): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.862 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.1.1.25-32

Abstract

Abstrak—Tujuan penelitian ini adalah penerapan reverse engineering untuk penentuan pola interaksi Sequence diagram yang bisa digunakan oleh sistem analis sebagai pola templateuntuk mendesain UML sequence diagram. Aplikasi yang digunakan sebagai data dasar berasal dari aplikasi contoh milik Android, aplikasi inilah yang mengalami proses reverse engineering dan teridentifikasi polanya. Tahap pertama yang dilakukan dalam penentuan pola interaksi ini adalah pengumpulan aplikasi dataset. Tahapan selanjutnya adalah identifikasi fitur dan aktifitas aplikasi, melakukan reverse engineeringsehingga didapatkan model sequence diagram,kemudian melakukan sistesis semua model tersebut menjadi pola interaksi sequence diagram. Langkah terakhir adalah menguji pola tersebut dengan menerapkannya dalam pembangunan aplikasi studi kasus. Berdasarkan hasil evaluasi, disimpulkan bahwa pola interaksi pada sequence diagram yang didapatkan dari penelitian ini dapat diterapkan pada perancangan perangkat lunak yang memiliki fitur-fitur yang sama dengan fitur-fitur yang terdapat pada penelitian ini. Kata Kunci— Reverse Engineering, Pola Interaksi, Sequence Diagram, AndroidAbstract—The purpose of this research is to apply the application of reverse engineering to determine interaction patterns of the Sequence diagram that can be used by system analysts as a template for designing UML sequence diagrams. Sample applications from android are used as dataset for reverse engineering and pattern identification. The first step is collecting application datasets. The next stage is identifying the features and applications activity, reverse engineering to obtain a sequence diagram model, and then synthesize all of the models into an interaction pattern of sequence diagram. The final step is to test the patterns by implementing it in an application development case stud. The evaluation results concludes that interaction patterns of sequence diagram designs obtained in reverse engineering steps is able to be implemented in software development that contained similar features with the obtained features in this research. Keywords— Reverse Engineering, Interaction Pattern, Sequence Diagram, Android
Perencanaan Arsitektur Perusahaan untuk Pengelolaan Aset di PT. Musdalifah Group menggunakan Kerangka Kerja Zachman Indah Safarina; Indra Kharisma Raharjana; Endah Purwanti
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 1 No. 2 (2015): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.567 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.1.2.59-72

Abstract

Abstrak— Aset adalah hal penting yang dimiliki oleh setiap perusahaan atau organisasi. Proses manajemen aset yang dilakukan dengan tepat akan membuat aset yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi lebih optimal. Karena proses manajemen aset belum terlaksana dengan maksimal, maka pada penelitian ini direncanakan sebuah arsitektur enterprise untuk proses manajemen aset untuk kelompok perusahaan PT. Musdalifah Group dengan kerangka kerja Zachman melalui tujuh tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data terkait manajemen aset perusahaan yang digunakan sebagai acuan perencanaan. Tahap kedua adalah inisialisasi perencanaan yang menghasilkan rencana kerja arsitektur perusahaan sesuai ruang lingkup dan kondisi perusahaan. Tahap ketiga, meninjau kondisi enterprise saat ini perusahaan, dengan hasil tinjauan model proses bisnis dan katalog sumber daya perusahaan terkait manajemen aset. Tahap keempat adalah analisis hasil tinjauan enterprise dengan analisis SWOT, sehingga dapat dihasilkan 5 rencana proses bisnis serta usulan sistem dan teknologi terintegrasi. Tahap kelima melakukan perencanaan arsitektur enterprise yaitu arsitektur data dengan hasil 34 kandidat entitas data, arsitektur aplikasi yang menghasilkan 9 kandidat aplikasi, dan arsitektur teknologi dengan hasil 3 kandidat perangkat keras dan platform aplikasi yang terintegrasi. Sedangkan tahap terakhir, perencanaan implementasi hasil penelitian yaitu, rencana pemenuhan komponen, rencana migrasi, dan evaluasi dampak arsitektur. Evaluasi dari hasil penelitian menyatakan bahwa cetak biru arsitektur dapat diterima oleh perusahaan dan dipertimbangkan untuk diimplementasikan beberapa tahun kedepan.Kata Kunci—Perencanaan Arsitektur Perusahaan, Kerangka Kerja Zachman, Manajemen Aset.Abstract— Asset is an important thing that owned by any company or organization. Asset management process aims to manage an organization’s assets optimally. Because of the asset management process has not been implemented maximally, so in this study planned an enterprise architecture for the process of asset management for the group of companies PT. Musdalifah Group using Zachman framework through seven phases. The first phase, data collection, and the results is relevant information of company’s asset management as a design reference. The second phase, planning initialization, generates enterprise architecture work plan according to the scope and conditions of the company. The third phase, reviewing the company's current enterprise conditions, the results of the review are models of business processes and enterprise resource catalog of related asset management. The fourth phase, results review analysis of enterprise with SWOT analysis, so it can produce 5 plan and proposed business processes and technology systems terintegrasi. The fifth phase, enterprise architecture planning of data architecture with the results are 37 data entities candidates, application architecture which produces 9 applications candidate, and technology architecture with the results are 3 hardware and application platform candidates. The last phase, planning the implementation of the research’s result, plan fulfillment component, the migration plan, and evaluating the impact of architecture. Evaluation of the result of research is describing that the architectural blueprints can be received by the company and considered to be implemented next few years.Keywords— Enterprise Architecture Planning, Zachman Framework, Asset Management.
Pemanfaatan Teknologi Fingerprint Authentication untuk Otomatisasi Presensi Perkuliahan Abdulloh Fakih; Indra Kharisma Raharjana; Badrus Zaman
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 1 No. 2 (2015): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.238 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.1.2.41-48

Abstract

Abstrak— Dalam dunia pendidikan, daftar kehadiran atau presensi menjadi faktor penting yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar dan evaluasi. Perguruan Tinggi biasanya menggunakan tanda tangan sebagai bukti kehadiran mahasiswa, sehingga data presensi kurang dapat dijamin validitasnya. Perlu dibangun sistem informasi presensi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi dan meningkatkan keakuratan data. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah sistem informasi presensi dengan memanfaatkan teknologi fingerprintauthentication lebih baik dibandingkan dengan sistem presensi konvensional yang selama ini digunakan.Terdapat beberapa tahapan dalam penelitian ini. Tahap pertama adalah identifikasi kebutuhan menggunakan teknik wawancara, studi berkas, dan observasi. Tahap kedua adalah analisis kebutuhan untuk merumuskan solusi dari permasalahan yang ada. Tahap ketiga adalah perancangan sistem menggunakan activity diagram, class diagram, dan sequence diagram. Tahap keempat adalah pembangunan sistem menggunakan bahasa pemrograman Java, php dan database MySQL. Tahap kelima adalah pengujian sistem menggunakan functional testing dan acceptance testing. Tahap terakhir adalah evaluasi sistem dengan membandingkan sistem informasi presensi yang sudah dibangun dengan sistem presensi konvensional yang selama ini digunakan.Hasil dari evaluasi sistem menunjukkan bahwa sistem informasi presensi dengan memanfaatkan teknologi fingerprintauthentication lebih baik dalam hal keakuratan data dan kemudahan manajemen presensi dibandingkan dengan sistem presensi konvensional yang selama ini digunakan.Kata Kunci— Presensi, Fingerprint Authentication, Sistem InformasiAbstract—The student’s attendance is an important factor that can not be separated from the learning and evaluation activities. Higher Education usually using a signature as the proof of student attendance. However, the data validity using this method can not be guaranteed. An attendance information systemcan be used to to fulfil the required information and to improve data accuracy. This research aimed to test whether the attendance information system using fingerprint authentication technology is better than the existing conventional attendance system. There were several phases in this research. The first phase was the requirement identification using interviews, file analysis, and the observation techniques. The second phase was the requirement analysis to formulate solutions of existing problems. The third phase was to design a system using activity diagrams, class diagrams, and sequence diagrams. The fourth phase was the development of a system using Java, PHP and MySQL database. The fifth phase was to test the system using functional testing and acceptance testing. The last step was the evaluation of the system by comparing the attendance information system and the existing conventional attendance system. Results of the evaluation system shows that attendance information system using fingerprint authentication technology is better in terms of data accuracy and attendance management than the conventional attendance system.Keywords—Attendance, Fingerprint Authentication, Information System
Visualisasi Data Menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk Potensi Bank Sampah di Surabaya Muhammad Zaky Erdiansyah; Taufik Taufik; Indra Kharisma Raharjana
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 2 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.17 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.2.1.40-49

Abstract

Abstrak—Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan digunakan ulang yang memiliki nilai ekonomi. Bank sampah memiliki potensi sampah yang bermanfaat, terdiri dari potensi sampah plastik, kertas, kaca dan besi. Potensi sampah tersebut dibutuhkan oleh perusahaan yang menggunakan bahan baku dari barang bekas pakai untuk di daur ulang menjadi produk yang memiliki harga di pasaran. Permasalahan bank sampah di Surabaya dapat dibagi menjadi dua masalah utama, yaitu pemantauan kegiatan bank sampah dan pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kedua permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya. Sistem ini dibangun dengan langkah langkah sebagai berikut, yaitu pertama melakukan pengumpulan kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembangunan prototype, evaluasi dengan pengguna, pengembangan skala besar dan evaluasi sistem. Hasil evaluasi sistem menunjukkan bahwa 100% sistem berjalan dengan baik dan benar, 42.3% user sangat setuju, 51% user setuju, 6% user tidak setuju, dan 0.7 % user sangat tidak setuju bahwa visualisasi data menggunakan sistem informasi geografis untuk potensi bank sampah di Surabaya mempermudah pemantauan kegiatan penimbangan bank sampah dan mempermudah pencarian letak bank sampah beserta potensi yang dimiliki. Kata Kunci—bank sampah, visualisasi data, Sistem Informasi Geografis.Abstract—Trash bank was the place for sorting and collecting garbage that could be recycled and reused and had economic value. Trash bank had potential benefits, such as potential plastic, paper, glass and iron waste. This potential waste was needed by companies that use raw materials from used goods to be recycled into products that had market potential. Problems of trash bank in Surabaya could be divided into two main issues, first was the monitoring of the trash bank's activities, second was the search of trash bank location and its potential. Both of these problems could be solved by the data visualization using geographical information system for potential trash bank in Surabaya. This system was built with the following steps: requirements collection, requirements analysis, system design, prototype development, user evaluation, development of large-scale systems and evaluation. Results of the evaluation of the system showed that 100% of the system ran properly, 42.3% of users strongly agree, 51% of users agree, 6% of users did not agree, and 0.7% of users strongly did not agree that visualization of data using geographic information system for potential trash bank in Surabaya succeeded to facilitate the monitoring process of the of trash weighing activities in trash banks and helped the search of trash bank with its potential much easier. Keywords—Trash Bank, Data Visualization, Geographical Information System