Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rehat Dulu: Healthy youth mentoring for boarding school girls group at Muhammadiyah 2 senior high school Priharwanti, Ardiana; Isrofah, Isrofah; Indriyani, Yulis; Budi Prasetyo, Eko
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 4 No 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.99

Abstract

Adolescence is a colorful and dynamic period, accompanied by a series of emotional upheavals that adorn the journey of a human being about to grow up. Adolescents, the largest age group in the Indonesian population structure, are the focus of attention and a strategic intervention point for human resource development. The most important step that must be taken is to increase attention to adolescent girls, because they face greater risks and are more vulnerable to the social environment. In addition to being the largest group (23% of the total population), adolescents have never received comprehensive and consistent attention. The group of adolescents who are in Islamic boarding schools or pondok environments, also known as boarding schools, are groups that often receive less attention, especially in terms of health. Reproductive health and mental health in adolescent girls are issues in Islamic boarding schools or pondok environments. Reproductive health is a state of perfect physical, cognitive, and social health, not only in the absence of disease or disorders, but also in terms of sexual and reproductive well-being. This includes the right of every individual to have a safe, satisfying, and fulfilling sexual life, as well as the right to have the ability to reproduce and the freedom to decide their own will in terms of reproduction without discrimination, pressure, or coercion. Adolescent reproductive rights are increasingly becoming an important topic to study in the modern era. This community service program aims to provide health education on reproductive health, mental health, and PHBS through "take a break" assistance. The purpose of implementing this program is for groups of students to be independent and effective in improving their health status through increased knowledge and changes in good practices, as a result of the program in the form of improving the quality of services to the community (groups of students) and scientific publications.
EFEKTIFITAS SISTEM LAYANAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI D I YOGYAKARTA Suparno, Suparno; Budi Prasetyo, Eko; Sungkono, Sungkono
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2012): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.209 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v5i2.4759

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai efektifitas sistem layanan pendidikan yang diberikan institusi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian expost-facto, dengan subjek institusi/sekolah yang memperikan layanan pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang diambil secara purposive, sebanyak 5 (lima) sekolah, dan 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan: Lembaga/ sekolah yang memiliki visi misi yang baik, dengan mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan ternyata telah berkontribusi terhadap prestasi belajar siswanya. Ada empat (.80.%) dari lima sekolah yang dijadikan subyek yang telah melakukan hal tsb; Secara umum komponen pembelajaran, kurikulum, proses, dan tenaga pendidik yang ada, sebagian besar (≥ 75%) dianggap sudah memadai dan memenuhi persyaratan kualifikasi dan profesionalisme untuk pemberian layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Namun sebagian lain (≤ 25%) menilai masih kurang memadai, untuk pemberian layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus, dan Dari sisi hasil (outcome) menunjukkan adanya pencapaian tujuan pembelajaran (79%), dan hanya sebagian kecil (21%) yang menyatakan bahwa hasil (outcome) yang ada belum memadai untuk memberikan layanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Secara umum KKM telah tercapai, meskipun tingkat keberhasilan melanjutkan studi, dan pencapaian prestasi-prestasi (akademik dan nonakademik) di luar lembaga masih kurang, atau belum memenuhi harapan.   Kata Kunci: Pendidikan anak berkebutuhan khusus
POLA PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI SEKOLAH DASAR Budi Prasetyo, Eko
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2014): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.028 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v7i2.4916

Abstract

Penelitian ini membatasi pada perolehan informasi yang berkaitan dengan identifikasi pola-pola pemanfaatan teknologi informasi, khususnya komputer di Sekolah Dasar peserta PPM Jurusan KTP FIP UNY. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (qualitative research). Pola pemanfaatan teknologi komunikasi di sekolah secara umum adalah pola pemanfaatan sebagai alat bantu administrasi, pola pemanfatan sebagai media pembelajaran, dan pola pemanfaatan sebagai sumber belajar. Beberapa hambatan dalam memanfaatkan teknologi komunikasi adalah: sebagian guru belum terampil memanfaatkanya, fasilitas belum lengkap untuk menunjang pembelajaran yang berkualitas serta jumlah fasilitas yang belum memadai memenuhi jumlah siswa yang ada. Di samping itu ada media pembelajaran yang tersedia tidak kompatibel dengan fasilitas pendukungnya