Articles
PENYELESAIAN MATCHING GRAF DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN DAN PENERAPANNYA PADA PENEMPATAN KARYAWAN DI SUATU PERUSAHAAN
Rahman, Aulia;
Abrori, Muchammad;
Musafi, Noor Saif Muhammad
Jurnal Fourier Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (697.559 KB)
Semakin meningkatnya kompetisi global menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan kualitas serta efektifitas kinerja karyawannya yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan keuntungan. Penempatan sejumlah X karyawan pada Y pekerjaan dimana masing-masing karyawan mempunyai kompetensi untuk menyelesaikan semua pekerjaan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti memaksimalkan keuntungan yang diperoleh atau meminimalkan waktu yang diperlukan sebagai akibat dari penempatan karyawan pada pekerjaan dikenal dengan Optimal Assignment Problem. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mencari solusi pada Optimal Assignment Problem dimana aspek yang akan dioptimalkan adalah keuntungan dari penempatan sejumlah karyawan pada pekerjaan yang dapat diperoleh dengan menerapkan konsep teori graf. Dalam hal ini permasalahan dinyatakan sebagai graf bipartit khususnya graf bipartit lengkap berbobot yang menerapkan konsep matching, yaitu pencarian matching sempurna dengan bobot paling optimal. Untuk mencari matching sempurna dengan bobot paling optimal maka dapat digunakan sebuah algoritma optimasi yaitu metode Hungarian. Dengan menggunakan metode Hungarian, diperoleh matching sempurna dengan bobot yang optimal pada graf bipartit lengkap berbobot. Matching dikatakan sempurna jika telah memenuhi semua himpunan simpul dan . Matching yang dihasilkan merupakan solusi dari Optimal Assignment Problem yakni memasangkan seorang karyawan tepat satu dengan sebuah pekerjaan dan bobotnya menyatakan keuntungan optimal yang akan diperoleh oleh suatu perusahaan.
Implementasi Algoritma Best-First Search (BeFS) pada Penyelesaian Traveling Salesman Problem (TSP) (Studi Kasus: Perjalanan Wisata Di Kota Yogyakarta)
Abrori, Muchammad;
Setiyani, Rike Nur
Jurnal Fourier Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1564.382 KB)
Yogyakarta offers many tourist attractions, from nature based tourism, culinary tourism until cultural tourism. With so many tourist attractions offered by Yogyakarta, tourist often finds it difficult to arrange their travel schedule (from choosing which tourist attractions to be visited until choosing which route tourist should takes to maximize their vacation time). Therefore, itâs required to have a way to determine the shortest tour route so tourist can make their tour in the Yogyakarta effective. This problem can be categorized as Traveling Salesman Problem (TSP) case. There are a lot of methods can be used to find the shortest route in Travelling Salesman Problems (TSP) case. To solve the problem, which is to find the shortest tour route in Yogyakarta, Algorithm Best-First Travelling will be used in this undergraduate thesis. The implementation of Algorithm Best-First Search to find the shortest tour route in Yogyakarta can be used to produce a solution for tourist to choose the shortest tour package and decide which route they should take. The premium tour package produces tour route from Adi Sucipto Airport-Gembira Loka Zoo- Purawisata-Nâdalem Gamelan Hotel-Yogyakarta Palace-Benteng Vredeburg Museum-Taman Pintar-Tamansari-Adi Sucipto Airport with distance covered 20.297 meter. The middle tour package produces tour route from Tugu railway station-Benteng Vredeburg Museum- Taman Pintar-Yogyakarta Palace-Mawar Asri Hotel-Tamansari-Purawisata-Gembira Loka Zoo-Tugu railway station with distance covered 11.772 meter. The economy tour package produces tour route from Giwangan bus station- Gembira Loka zoo-Purawisata-Yogyakarta Palace-Mitra Hotel-Benteng Vredeburg Museum-Taman Pintar-Tamansari-Giwangan bus station with distance covered 14.037 meter.
Pengujian Optimalisasi Jaringan Kabel Fiber Optic Di Universitas Islam Indonesia Menggunakan Minimum Spanning Tree
Abrori, Muchammad;
Ubaidillah, Najib
Jurnal Fourier Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.45 KB)
Universitas Islam Indonesia (UII) intergrated campus computer network built since 1995. Development of UII integrated campus computer network is using a star topology and fiber optic (FO) cable. Considering that the star topology is the topology that requires a lot of wires, this study was conducted to determine and examine how the application of graph on the FO cable network UII integrated campus in order to minimize the cost, because FO cable network can be modeled by a graph where the buildings as points, while FO cable that connects to each building as a line. This type of research that is used here is a case study, in which data collection by observation, interviews, and documentation. This study used 4 algorithms, that is Kruskal algorithm, Prim, Boruvka and Solin algorithm to find the Minimum Spanning Tree. Based on the research that has been done, the conclution about the troubleshooting steps of optimization UII integrated campus FO cable network based graph theory has been got. From the four algorithms obtained the most optimal results FO cable length 4.700 meters long and is 1.590 meters cable lines. While the results of observations made, it is known that the existing computer network in UII integrated campus has a cable length of 6.120 meters and 2.050 meters long track. The results of the analysis showed that the resulrs of the study 23.2% more optimal than the existing computer networks in UII integrated campus.
KONSEP DASAR RUANG METRIK CONE
Bahtiar, A. Rifqi;
Abrori, Muchammad;
Malahayati, Mrs.
Jurnal Fourier Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.113 KB)
Ruang metrik merupakan salah satu konsep yang penting dalam ranah analisis fungsional. Dikatakan penting karena konsep ruang metrik banyak dipakai dalam teori-teori matematika yang lain dan sering dipakai juga dalam studi fisika lanjut. Ruang metrik adalah suatu himpunan yang berlaku suatu metrik. Metrik adalah suatu fungsi dengan domain sembarang himpunan yang tak kosong menuju kodomain bilangan real atau fungsi bernilai real dengan definisi urutan dalam bilangan real. Pada tahun 2007 Huang Long Guang dan Zhang Xian menggeneralisasikan konsep ruang metrik menjadi ruang metrik cone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep dasar ruang metrik cone yang meliputi mengkaji barisan konvergen, barisan cauchy beserta contohnya dan hubungan barisan konvergen dan barisan terbatas dalam ruang metrik cone, mengkaji hubungan ruang metrik dan ruang metrik cone dan mengkaji salah satu teorema titik tetap dalam ruang metrik cone. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur yaitu dengan membahas dan menjabarkan konsep-konsep yang sudah ada di dalam literatur. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran umum tentang konsep dasar ruang metrik cone. Selanjutnya dari penelitian ini dapat dibuktikan bahwa setiap ruang metrik adalah ruang metrik cone dengan ruang Banach dan cone tertentu dan juga dapat dibuktikan bahwa pemetaan kontraktif pada ruang metrik cone dengan cone normal mempunyai titik tetap tunggal.
Metode Akra-Bazzi Sebagai Generalisasi Metode Master Dalam Menyelesaikan Relasi Rekurensi
Abrori, Muchammad
Jurnal Fourier Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.889 KB)
Rekurensi relation is an equation that relates the elements of a sequence. One of the benefits of the rekurensi relation can be used to calculate the running time/finish of an algorithm. Some algorithms use approach devide-and-conquer in resolving a problem. Rekurensi relations with the approach of the devide and conquer can be solved by several methods. This research aims to know the Akra-Bazzi Method as an extension Method of the Master. This research began with the dissected the concept pertaining to the Relation Rekurensi, methods for resolving Relationship Rekurensi, and lastly about methods of AkraBazzi. Note that Akra-Bazzi Method can solve a rekurensi devide-and-conquer with shorter calculation.
Metode Akra-Bazzi Sebagai Generalisasi Metode Master Dalam Menyelesaikan Relasi Rekurensi
Muchammad Abrori
Jurnal Fourier Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.889 KB)
|
DOI: 10.14421/fourier.2013.22.63-72
Rekurensi relation is an equation that relates the elements of a sequence. One of the benefits of the rekurensi relation can be used to calculate the running time/finish of an algorithm. Some algorithms use approach devide-and-conquer in resolving a problem. Rekurensi relations with the approach of the devide and conquer can be solved by several methods. This research aims to know the Akra-Bazzi Method as an extension Method of the Master. This research began with the dissected the concept pertaining to the Relation Rekurensi, methods for resolving Relationship Rekurensi, and lastly about methods of AkraBazzi. Note that Akra-Bazzi Method can solve a rekurensi devide-and-conquer with shorter calculation.
Pengujian Optimalisasi Jaringan Kabel Fiber Optic Di Universitas Islam Indonesia Menggunakan Minimum Spanning Tree
Muchammad Abrori;
Najib Ubaidillah
Jurnal Fourier Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.45 KB)
|
DOI: 10.14421/fourier.2014.31.49-58
Universitas Islam Indonesia (UII) intergrated campus computer network built since 1995. Development of UII integrated campus computer network is using a star topology and fiber optic (FO) cable. Considering that the star topology is the topology that requires a lot of wires, this study was conducted to determine and examine how the application of graph on the FO cable network UII integrated campus in order to minimize the cost, because FO cable network can be modeled by a graph where the buildings as points, while FO cable that connects to each building as a line. This type of research that is used here is a case study, in which data collection by observation, interviews, and documentation. This study used 4 algorithms, that is Kruskal algorithm, Prim, Boruvka and Solin algorithm to find the Minimum Spanning Tree. Based on the research that has been done, the conclution about the troubleshooting steps of optimization UII integrated campus FO cable network based graph theory has been got. From the four algorithms obtained the most optimal results FO cable length 4.700 meters long and is 1.590 meters cable lines. While the results of observations made, it is known that the existing computer network in UII integrated campus has a cable length of 6.120 meters and 2.050 meters long track. The results of the analysis showed that the resulrs of the study 23.2% more optimal than the existing computer networks in UII integrated campus.
Implementasi Algoritma Best-First Search (BeFS) pada Penyelesaian Traveling Salesman Problem (TSP) (Studi Kasus: Perjalanan Wisata Di Kota Yogyakarta)
Muchammad Abrori;
Rike Nur Setiyani
Jurnal Fourier Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1564.382 KB)
|
DOI: 10.14421/fourier.2015.42.93-111
Yogyakarta offers many tourist attractions, from nature based tourism, culinary tourism until cultural tourism. With so many tourist attractions offered by Yogyakarta, tourist often finds it difficult to arrange their travel schedule (from choosing which tourist attractions to be visited until choosing which route tourist should takes to maximize their vacation time). Therefore, it’s required to have a way to determine the shortest tour route so tourist can make their tour in the Yogyakarta effective. This problem can be categorized as Traveling Salesman Problem (TSP) case. There are a lot of methods can be used to find the shortest route in Travelling Salesman Problems (TSP) case. To solve the problem, which is to find the shortest tour route in Yogyakarta, Algorithm Best-First Travelling will be used in this undergraduate thesis. The implementation of Algorithm Best-First Search to find the shortest tour route in Yogyakarta can be used to produce a solution for tourist to choose the shortest tour package and decide which route they should take. The premium tour package produces tour route from Adi Sucipto Airport-Gembira Loka Zoo- Purawisata-N’dalem Gamelan Hotel-Yogyakarta Palace-Benteng Vredeburg Museum-Taman Pintar-Tamansari-Adi Sucipto Airport with distance covered 20.297 meter. The middle tour package produces tour route from Tugu railway station-Benteng Vredeburg Museum- Taman Pintar-Yogyakarta Palace-Mawar Asri Hotel-Tamansari-Purawisata-Gembira Loka Zoo-Tugu railway station with distance covered 11.772 meter. The economy tour package produces tour route from Giwangan bus station- Gembira Loka zoo-Purawisata-Yogyakarta Palace-Mitra Hotel-Benteng Vredeburg Museum-Taman Pintar-Tamansari-Giwangan bus station with distance covered 14.037 meter.
Penyelesaian Matching Graf Dengan Menggunakan Metode Hungarian dan Penerapannya Pada Penempatan Karyawan di Suatu Perusahaan
Aulia Rahman;
Muchammad Abrori;
Noor Saif Muhammad Musafi
Jurnal Fourier Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (697.559 KB)
|
DOI: 10.14421/fourier.2014.32.75-89
Semakin meningkatnya kompetisi global menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan kualitas serta efektifitas kinerja karyawannya yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan keuntungan. Penempatan sejumlah X karyawan pada Y pekerjaan dimana masing-masing karyawan mempunyai kompetensi untuk menyelesaikan semua pekerjaan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti memaksimalkan keuntungan yang diperoleh atau meminimalkan waktu yang diperlukan sebagai akibat dari penempatan karyawan pada pekerjaan dikenal dengan Optimal Assignment Problem. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mencari solusi pada Optimal Assignment Problem dimana aspek yang akan dioptimalkan adalah keuntungan dari penempatan sejumlah karyawan pada pekerjaan yang dapat diperoleh dengan menerapkan konsep teori graf. Dalam hal ini permasalahan dinyatakan sebagai graf bipartit khususnya graf bipartit lengkap berbobot yang menerapkan konsep matching, yaitu pencarian matching sempurna dengan bobot paling optimal. Untuk mencari matching sempurna dengan bobot paling optimal maka dapat digunakan sebuah algoritma optimasi yaitu metode Hungarian. Dengan menggunakan metode Hungarian, diperoleh matching sempurna dengan bobot yang optimal pada graf bipartit lengkap berbobot. Matching dikatakan sempurna jika telah memenuhi semua himpunan simpul dan . Matching yang dihasilkan merupakan solusi dari Optimal Assignment Problem yakni memasangkan seorang karyawan tepat satu dengan sebuah pekerjaan dan bobotnya menyatakan keuntungan optimal yang akan diperoleh oleh suatu perusahaan.
Konsep Dasar Ruang Metrik Cone
A. Rifqi Bahtiar;
Muchammad Abrori;
Malahayati Malahayati
Jurnal Fourier Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.113 KB)
|
DOI: 10.14421/fourier.2014.32.115-129
Ruang metrik merupakan salah satu konsep yang penting dalam ranah analisis fungsional. Dikatakan penting karena konsep ruang metrik banyak dipakai dalam teori-teori matematika yang lain dan sering dipakai juga dalam studi fisika lanjut. Ruang metrik adalah suatu himpunan yang berlaku suatu metrik. Metrik adalah suatu fungsi dengan domain sembarang himpunan yang tak kosong menuju kodomain bilangan real atau fungsi bernilai real dengan definisi urutan dalam bilangan real. Pada tahun 2007 Huang Long Guang dan Zhang Xian menggeneralisasikan konsep ruang metrik menjadi ruang metrik cone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep dasar ruang metrik cone yang meliputi mengkaji barisan konvergen, barisan cauchy beserta contohnya dan hubungan barisan konvergen dan barisan terbatas dalam ruang metrik cone, mengkaji hubungan ruang metrik dan ruang metrik cone dan mengkaji salah satu teorema titik tetap dalam ruang metrik cone. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur yaitu dengan membahas dan menjabarkan konsep-konsep yang sudah ada di dalam literatur. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran umum tentang konsep dasar ruang metrik cone. Selanjutnya dari penelitian ini dapat dibuktikan bahwa setiap ruang metrik adalah ruang metrik cone dengan ruang Banach dan cone tertentu dan juga dapat dibuktikan bahwa pemetaan kontraktif pada ruang metrik cone dengan cone normal mempunyai titik tetap tunggal.