Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav) terhadap Hambatan Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans Kholifa, Mahmud
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi adalah kerusakan gigi yang disebabkan oleh bakteri yangmenyebabkan gigi berlubang sampai terjadinya kematian gigi. Bakteriyang paling dominan pada karies gigi adalah Streptococcus mutans.Salah satu upaya pencegahan karies adalah dengan menghambatpertumbuhan Streptococcus mutans menggunakan antiseptik. Namunpenggunaan bahan kimia antiseptik dalam jangka panjang dapatmenyebabkan noda pada gigi, perubahan keseimbangan flora mulut, ,pembengkakan kelenjar parotis dan bahkan dapat menyebabkankanker, sehingga diperlukan inovasi baru untuk memelihara danmenjaga kesehatan mulut yang lebih aman dengan bahan herbal .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuankonsentrasi ekstrak etanol daun sirih merah terhadap penghambatanpertumbuhan Streptococcus mutans secara in vitro. Metode yangdigunakan adalah mengukur diameter zona hambatan yang terjadisetelah perlakuan dengan ekstrak etanol daun sirih merah. Subjekdikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan yang masing-masingdiberi perlakuan dengan ekstrak etanol daun sirih merah konsentrasi10%, 20%, 40%, 80% dan 0,2% klorheksidin sebagai kontrol positif.Semua cawan petri diinkubasi pada suhu 37 C selama 24 jam,kemudian diukur diameter zona hambat yang terjadi. Hasil uji oneway Anova menunjukkan nilai p = 0,000 (p <0,05), yang berartibahwa ekstrak etanol daun sirih merah berpengaruh secara signifikanterhadap hambatan pertumbuhan Streptococcus Mutans in vitro. Hasilpost hoc tes menujukkan ada perbedaan yang signifikan secarastatistik antara masing-masing kelompok perlakuan terhadaphambatan pertumbuhan Streptococcus Mutans (p <0,05).Kesimpulannya, ekstrak etanol daun sirih merah berpengaruh sebagaiantiseptik pada penghambatan pertumbuhan Streptococcus Mutansdan peningkatan konsentrasi ekstrak etanol daun sirih merah diikutidengan penurunan ukuran diameter zona hambat pada biakanStreptococcus Mutans.
Manfaat Larutan Kumur Ekstrak Etanol Biji Delima (Punica granatum l) 4% dalam meningkatkan pH Saliva Kholifa, Mahmud
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saliva memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mulut. Penurunan pH saliva di bawah 5,0-5,5 akan menyebabkan demineralisasi gigi yang meningkatkan risiko terjadinya karies gigi.Saliva mengandung asam karbonat-bikarbonat, fosfat, urea, dan amonia yang dapat digunakan sebagai penyangga dan menetralkan penurunan pH akibat bakteri plak yang memetabolisme gula yang berasal dari asupan makanan dengan berat molekul rendah. Penurunan pH saliva dapat dicegah dengan larutan kumur kimiawi ekstrak biji delima 4% yang mengandung fitokemikal yang mampu meningkatkan sekresi saliva dan menurunkan keasaman rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji larutan kumur ekstrak etanol biji delima 4% terhadap pH saliva untuk mencegah terjadinya karies pada gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan one group pre-test post-test design dengan jumlah sampel 30. Metode yang digunakan adalah mengukur pH saliva sebelum dan setelah berkumur dengan larutan ekstrak etanol biji delima4% dengan menggunakan alat ukur pH digital senseLine F410 dengan skala 0,0-14,00 dengan sensitivitas 0,01. Hasil Uji-t menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p = 0,000) antara sebelum dan sesudah berkumur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berkumur dengan larutan ekstrak etanol biji delima 4% dapat meningkatkan pH saliva).
Differences in Chewing Convenience Chocolate and Stevia Dark Chocolate on Plaque Index of Children Aged 10-12 Years Septriyani Kaswindiarti; Anisha Rizki Febrianti; Aprilia Yuanita Anwaristi; Mahmud Kholifa
Indonesian Journal of Dentistry Vol 6, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/ijd.v6i1.18219

Abstract

Background: This study is based on children aged 10-12 years who chew chocolate-based snacks with high sweetener content, which can trigger dental caries. Chocolate is a type of food that contains carbohydrates, has a soft consistency, and easily sticks to the teeth. This makes residual chocolate difficult to clean, leading to dental plaque, a primary factor in caries. Stevia is an alternative sweetener with antibacterial properties.Objective: This study's objective is to determine the difference in plaque index among children aged 10-12 years after chewing convenience chocolate versus dark chocolate with stevia.Method: This study used a quasi-experimental quantitative research design with a non-equivalent control group design. The sample was selected using purposive sampling. Data collection involved measuring plaque indices after the research subjects were given two treatments: chewing convenience chocolate and chewing dark chocolate with stevia.Outcome: The results showed that the group that chewed convenience chocolate had a higher mean plaque index (25.81) compared to the group that chewed dark chocolate with stevia, which had a lower plaque index (12.94).Conclusion: This study revealed a significant difference in the mean plaque index between groups chewing convenience chocolate and dark chocolate with stevia. The mean plaque index after chewing dark chocolate with stevia was lower than after chewing convenience chocolate.