Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Hijau Warisan Nenek Moyang di Tanah Parahyangan Asriningpuri, Handajani; Kurniawati, Fajar; Pambudi, Galih
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 7, No 1 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat tradisional umumnya tidak berkebutuhan majemuk; sederhana; bersahaja; dan menerima keberadaan alam sebagai sahabat, bahkan merupakan bagian kehidupannya. Keadaan ini terjadi di Kampung Naga, Garut, Tanah Parahyangan sebagai suatu kearifan lokal. Dari sudut pandang arsitektur, hal tersebut menginspirasi konsep perancangan. Penelitian ini, membuktikan dari sudut pandang ilmu lingkungan dan arsitektur tentang adanya kaitan kearifan lokal dengan teknologi hijau yang menerapkan “green concept”(ZEB – Zero Energy Building dan 3R – Reuse, Reduce, Recycle). Metoda yang dilakukan adalah metoda diskriptif kualitatif berdasarkan data primer dan sekunder hasil observasi lapangan dan literatur. Kemudian dikaji melalui teori Aarsitektur dan pendekatan Teknologi Hijau, dan dibuktikan melalui Greenship Home Assestment (ketentuan GBCI – Green Building Council Indonesia) Hasil kajian dan temuan pemahaman kearifan lokal, akan menginspirasi, membangkitkan semangat hijau, dan menambah wawasan bagiperancang bangunan. Bagi para regulator (pemerintah daerah) kearifan lokal harus di pertahankan dan dapat menyadarkan penduduk kampung Naga untuk tetap berkehidupan sesuai ketentuan yang di yakini. Kata Kunci : Green Concept, Kampung Naga, Kearifan lokal, Teknologi Arsitektur
Typology Hunian Minimalis di Kehidupan Modern Asriningpuri, Handajani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.102

Abstract

Era tahun 2000 bersamaan peningkatan eksistensi sektor property, dikelurahan Pondok Benda Tangerang Selatan banyak lahan minimal 300 m2 dimiliki secara pribadi umumnya oleh penduduk Jakarta. Sektor perumahan rakyat kala itu tidak ditangani kementrian perumahan rakyat tetapi oleh kementrian PU-PR, pengembangan-pembangunannya dikerjakan secara swakelola oleh usaha swasta, berdirilah perumahan dalam kelompok2 kecil + 6–70 unit tanpa mempertimbangkan sarana prasarana lingkungan ideal & daya dukung alam seperti AMDAL. Beragam harga timbul (tanpa aturan baku) misalnya dilokasi dengan kemudahan akses ke jalan utama, harga rumah type 36/72: + 500-600 juta. Beberapa pernyataan pembeli/calon penghuni, komunitas property, perangkat pemerintah: “perumahan tersebut diminati karena daya beli dan pilihan terbatas, walaupun kebutuhan tidak tercukupi”. Dilandasi beberapa penelitian di tiga Cluster Bellarosa-Harmonia-Exorria di Villa Pamulang Pondok Benda, terantisipasi persoalan untuk dipikirkan-dipecahkan seperti: perubahan luas, tampilan, kepadatan dan struktur-konstruksi akibat kegagalan pemenuhan syarat rumah sehat, area service, ruang terbuka hijau pasca dihuni, dan perubahan profil tampilan perumahan.