Masyarakat tradisional umumnya tidak berkebutuhan majemuk; sederhana; bersahaja; dan menerima keberadaan
alam sebagai sahabat, bahkan merupakan bagian kehidupannya. Keadaan ini terjadi di Kampung Naga, Garut, Tanah
Parahyangan sebagai suatu kearifan lokal. Dari sudut pandang arsitektur, hal tersebut menginspirasi konsep
perancangan.
Penelitian ini, membuktikan dari sudut pandang ilmu lingkungan dan arsitektur tentang adanya kaitan kearifan lokal
dengan teknologi hijau yang menerapkan âgreen conceptâ(ZEB â Zero Energy Building dan 3R â Reuse, Reduce,
Recycle).
Metoda yang dilakukan adalah metoda diskriptif kualitatif berdasarkan data primer dan sekunder hasil observasi
lapangan dan literatur. Kemudian dikaji melalui teori Aarsitektur dan pendekatan Teknologi Hijau, dan dibuktikan
melalui Greenship Home Assestment (ketentuan GBCI â Green Building Council Indonesia)
Hasil kajian dan temuan pemahaman kearifan lokal, akan menginspirasi, membangkitkan semangat hijau, dan
menambah wawasan bagiperancang bangunan. Bagi para regulator (pemerintah daerah) kearifan lokal harus di
pertahankan dan dapat menyadarkan penduduk kampung Naga untuk tetap berkehidupan sesuai ketentuan yang di
yakini.
Kata Kunci : Green Concept, Kampung Naga, Kearifan lokal, Teknologi Arsitektur
Copyrights © 2015