Anisa Nur Khasanah, Anisa Nur
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kasus: Pre dan Post Pemuntiran Atas Indikasi Polip Serviks pada Kehamilan 8 Minggu 5 Hari Purwaningsih, Eni; Khasanah, Anisa Nur
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.4461

Abstract

Polip serviks atau polip rahim adalah massa atau jaringan lunak yang tumbuh pada lapisan dinding bagian dalam rahim dan menonjol ke dalam rongga rahim. Studi yang dilakukan oleh Ekine dkk (2015) menyebutkan bahwa angka kejadian kelainan organ reproduksi di negara berkembang mencapai 36% dari total beban sakit yang diderita selama masa reproduktif. Salah satu kelainan dari organ reproduksi tersebut adalah polip serviks. Hasil kajian data di RSUD Panembahan Senopati Bantul dari bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2023 didapatkan data 3 kasus kehamilan dengan polip serviks. Tujuan untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan pada pasien Ny. “E” dengan pre dan post pemuntiran atas indikasi polip serviks pada kehamilan 8 minggu 5 hari dengan menggunakan metode pendekatan proses keperawatan, yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, pelaksanaan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan. dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pemaparan kasus sesuai dengan pasien Ny “E”, data dikumpulkan secara langsung Ny “E”yang mengalami polip serviks pada kehamilan 8 minggu 5 hari. Data yang dikumpulkan berupa riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan fisik, hasil USG, serta rekam medis sebelum dan sesudah prosedur pemuntiran. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien Ny “E” yaitu terdapat enam diagnosis keperawatan, dua diagnosis keperawatan sesuai dengan teori dan empat diagnosis keperawatan tidak sesuai dengan teori. Dari hasil evaluasi didapatkan dua diagnosis keperawatan tidak teratasi, satu diagnosis keperawatan teratasi sebagian, dan tiga diagnosis keperawatan teratasi. Dari enam diagnosis keperawatan yang muncul pada kasus ini, satu teratasi sebagian, dua tidak teratasi, dan tiga diagnosis keperawatan teratasi, karena kondisi pasien yang sudah membaik sehingga pasien diperbolehkan pulang.