Yudi Prasetiyo, Yudi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Tari Keling Dan Upaya Pelestariannya (Studi Historis Sosiologis di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Tahun 1942-2012) Prasetiyo, Yudi; HW, Hartono
Jurnal Agasthia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kesenian Tari Keling di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Selain itu peneliti juga ingin mengetahui bagaimana pelestarian kesenian Tari Keling tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu antara bulan Februari sampai Juni berlokasi di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Bentuk dari penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang datanya tidak berbentuk angka dan biasanya menekankan untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Sumber data yang dipakai yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Validasi yang dipergunakan untuk menguji kebenaran data menggunakan trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kesenian Tari Keling Di Dusun Mojo pada awalnya dirintis oleh Khasan Ngali dan beberapa masyarakat Dusun Mojo lainnya. Tarian tersebut pada awalnya diciptakan untuk menghibur masyarakat yang pada saat hari raya Idul Fitri tidak mempunyai cukup biaya untuk mengadakan pesta hiburan dikarenakan gagal panen atau paceklik. Pada masa kini Tari Keling dipentaskan setiap Hari Raya Idul Fitri, Satu Syuro dan acara-acara lainnya. Bentuk pelestarian yang dilakukan masyarakat adalah dengan berdirinya suatu paguyuban Tari Keling yang diberi nama Guno Joyo dan juga pementasan rutin yang diadakan setiap Idul Fitri, Satu Suro dan acara Agustusan. Selain itu juga diadakan regenerasi dengan diikutsertakanya para generasi muda untuk ikut ambil bagian pada saat pementasan Tari Keling, pembuatan rekaman CD dan juga kaos yang bergambarkan ciri khas Tari Keling. Kata Kunci : Sejarah, Kesenian Tari Keling, Pelestarian
ANALISA KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG DI KOTA SAMARINDA (Studi Kasus Simpang 4 Basuki Rahmat,Simpang 3 Jalan Kusuma Bangsa,Simpang 3 Jalan Pahlawan) PRASETIYO, YUDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.833 KB)

Abstract

Jalan Agus salim adalah Jalan yang menghubungkan jalan lain ny antar simpangJalan Kusuma Bangsa,Simpang 4 Jalan Basuki Rahmat Dan simpang 3 Jalan Pahlawan,Khususny Daerah Jalan agus Salim dan Jalan basuki Rahmat Sering terjadi macet karna Dampak kendaraan yang padat.Tujuan Penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Rancangan 5 Tahun kedepan Dengan Mengevaluasi kinerja persimpangan dengan lampu lalu lintas Pada kondisi eksisting,mendapatkan koordinasi yang tepat untuk dapat mengurangin waktu antrianMetode Penelitian nya adalah dengan menggunakan metede obsevasi,metedo yang di amatin secara langsung di lapangan dan data yang di ambil meliputin data volume lalu lintas yang di laksanakan semama 3 hari yang di tentukan pada hari kerja dan hari liburHasil analisa dan perencanaan di dapat analisi kapasistas dan derajat kejenuhan pada periode 3 hari jam jam puncak pagi,siank dan sore hari dalam hal ini jam puncak macet terjadi pada hari senin.solusi nya dengan memperbaiki persimpangan agar tidak terjadi kemacetan dengan cara memperbaiki manajemen sinyal dan di setiap simpang yang memililki on street parking untuk menghilangkan on street parking sepanjang kurang lebih 250 meter agar kondisi jalan menjadi lancar