Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETON Karimah, Rofikotul; Wahyudi, Yusuf
Media Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.621 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2563

Abstract

PEMAKAIAN ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI SUHUSEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETONThe Use Of Bagasse Ash With Temperature VariationsAs A Partial Substitution Of Cement In The Concrete MixRofikotul Karimah1& Yusuf Wahyudi21&2Jurusan Teknik Sipil – Fakultas Teknik Univ. Muhammadiyah MalangJl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144Email: roikatulkarimah@gmail.comAbstractBagasse is natural resource that has not been maximally used. The bagasse cinders, waste of burning was taken from Kebon Agung sugar mill, Malang, contains 38,09% amount of silica. The research toward bagasse cinder is done by reburning it from temperature 400ºC, 500ºC, 600ºC, 700ºC and 800ºC with silica amount 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46% and 54,96%. Based on the research result was obtained the best press power in 28 days old is bagasse cinder which is burnt in 400ºC of temperature by 5% precentage is 24,616 Mpa. The more high burning temperature, the lower of streng that is produced. The maximum water absorption value is in a mixed-bagasse cinder that is burnt in 800ºC of temperature is 1,061%. The proportion of correlation between streng and water disorption toward mixed bagasse cinder concrete is reverse. It is because of compound establisthhment of Ca(OH)2 with SiO2 is not happened yet perfectly, portlandid fase is still exist. Consequently, the expected cinder did not exist as changer role for repairing cement feature, on the contrary, it had filler role the same as sand.Keywords: bagasse cinder, strength, absorption.AbstrakAmpas tebu merupakan sumber daya alam yang masih belum maksimal pemanfaatannya. Limbah abu ampas tebu hasil sisa pembakaran yang didapat dari pabrik gula Kebon Agung, Malang memiliki kandungan silika sebesar 38,09%. Penelitian terhadap abu ampas tebu dilakukan dengan melakukan pembakaran ulang dari suhu 4000C, 5000C, 6000C, 7000C, dan 8000C dengan nilai silika yang didapat sebesar 49,60%, 52,59%, 53,92%, 54,46%, dan 54,96%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kekuatan tekan yang paling baik pada umur 28 hari adalah abu ampas tebu yang dibakar pada suhu 4000C dengan persentase 5% sebesar 24,616 Mpa. Semakin tinggi suhu pembakaran kuat tekan yang dihasilkan semakin menurun. Nilai penyerapan air maksimum terdapat pada campuran abu ampas tebu yang di bakar pada suhu 8000C yakni sebesar 1,061%. Hubungan antara kuat tekan dan penyerapan air pada campuran beton abu ampas tebu berbanding terbalik. Hal tersebut terjadi karena pembentukan senyawa Ca(OH)2 dengan SiO2 belum terjadi secara sempurna, fase portlandidnya masih ada. Akhirnya abu yang dikehendaki tidak bertindak sebagai pengganti untuk memperbaiki sifat semen melainkan bertindak sebagai filler sama seperti pasir.Kata Kunci : abu ampas tebu, kuat tekan, absorbsi.
Daktilitas Kolom Beton Bertulang Dengan Pengekangan Di Daerah Sendi Plastis Dan Beban Aksial Konstan Karimah, Rofikotul; Wahyudi, Yusuf
Jurnal Teknik Industri Vol 11, No 2 (2010): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.072 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol11.No2.143-149

Abstract

Daktilitas merupakan merupakan faktor penting pada  perencanaan kolom beton bertulang, daktilitas ini berfungsi mencegah terjadinya keruntuhan mendadak akibat getaran gempa. Untuk menunda proses keruntuhan dan memberikan waktu yang lebih lama bagi penghuni bangunan menyelamatkan diri maka dilakukan metode untuk meningkatkan daktilitas dan kapasitas beban lateral pada kolom dengan memberi pengekangan di daerah sendi plastis. Daerah sendi plastis merupakan daerah kritis dimana terjadinya keruntuhan (failure) berada didaerah tersebut. 27 Benda uji berupa kolom persegi berukuran 150 x 150 x 900 mm dengan tulangan longitudinal 8 Ø8 mm dan tulangan sengkang Ø6 mm. Jarak (spasi) bervariasi, mulai 100 mm ; 50 mm dan 25 mm, yang dibebani dengan kombinasi beban lateral siklis dan beban aksial konstan sebesar 0,1 fc’ Ag, 0,2 fc’ Ag dan 0,3 fc’ Ag. Mutu beton yang digunakan fc’ = 20,48 Mpa, mutu baja tulangan longitudinal fy = 387 Mpa dan tulangan sengkang fy = 539 Mpa. Pengujian dilakukan dalam dua tahap yaitu load controlled dan displacement controlled. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kapasitas beban lateral, deformasi serta tingkat daktilitas pada kolom yang mempunyai jarak spasi lebih rapat dibandingkan dengan kolom yang mempunyai jarak spasi lebih renggang. Efek beban aksial yang diberikan kepada kolom sangat  berpengaruh bagi jarak spasi sengkang karena jarak spasi yang lebih renggang dengan beban aksial melebihi 0,20 fc’ Ag akan terjadi penurunan daktilitas dan energi disipasi kolom beton bertulang.