Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Audit Energi dan Analisis Penghematan Konsumsi Energi Menggunakan Metode MCDM-PROMETHEE pada Sistem peralatan Listrik di Kantor PT TASPEN (Persero) Cabang Malang Faradilla Suradiah Pramesty; Diding Suhardi; Ilham Pakaya
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.01 KB)

Abstract

Energi Listrik merupakan hal yang penting untuk perindustrian, salah satunya perkantoran. Gedung perkantoran termasuk industri yang tingkat ketergantungan energi listriknya tinggi untuk penjalanan usahanya, maka dari itu perlu dilakukannya konservasi energi guna menyelaraskan penggunaan listriknya. Seperti pada penelitian ini, dilakukan konservasi energi di gedung PT. Taspen (persero) Cabang Malang, dengan mengaudit sistem peralatan listrik yang ada di gedung. Sehingga dapat menentukan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang sesuai standar efisien atau tidak. Kemudian dapat menentukan Peluang Hemat Energi apa yang bisa di terapkan memakai metode pengambilan keputusan PROMETHEE. Dengan prosedur pengerjaan mulai dari pengumpulan data studi literatur dan dokumen pendataan dan pengukuran, hingga menganalisa data yang telah didapatkan. Dari data yang didapatkan penggunaan listrik di gedung PT. Taspen (persero) Cabang Malang sebesar 68486.16 kWh/Tahun dengan luas bangunan 512.82 m2. Kemudian dianalisa IKE nya ditemukan nilai sebesar 133.55 kWh/m2/Tahun, dimana sesuai Standar Nasional Indonesia (SN)I termasuk efisien. Untuk lebih efisien diberikan saran PHE ialah tanpa biaya, biaya rendah, dan biaya tinggi. Dibantu dengan metode PROMETHEE sebagai perangkingan atau pengambilan keputusan PHE mana yang akan di prioritaskan untuk diterapkan di gedung yaitu didapatkan penghematan no-cost yang terpilih dengan nilai net flow tertinggi 0.6.
Analisis Audit dan Peningkatan Efisiensi Penggunaan Energi Listrik Pada Sistem Pencahayaan dan Air Conditioning (AC) Di Gedung Kantor BPJS Daerah Kota Malang dengan pendekatan AHP Genio Shafyyar Fahmi; Diding Suhardi; Widianto
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.018 KB)

Abstract

Peningkatan energi listrik semakin hari meningkat, dimana semua aktivitas manusia membutuhkan energi listrik. Untuk mengurangi peningkatan energi listrik dilakukan dengan cara audit energi. Seperti di kantor BPJS Kota Malang demi mengefisiensikan penggunaan listrik, dilakukan audit energi. Audit energi yang dilakukan pada penggunaan Air Conditioner (AC) dan pencahayaan lampu. Untuk mengaudit gedung BPJS Kota Malang harus mengetahui daya yang digunakan, sehingga dapat dihitung Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan dapat menentukan Peluang Hemat Energi (PHE) yang Akan diterapkan dengan menggunakan metode pengambilan keputusan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode dilakukan dengan pengumpulan studi literatur dan data penggunaan energi gedung. Penggunaan energi di gedung BPJS Kota Malang beban AC selama satu hari sebesar 257.88 kWh dan untuk beban lampu sebesar 23.584 kWh dalam sehari. Dalam perhitungan daya kWh per bulannya sebesar 5661.472 kWh dan per tahunnya sebesar 67937.664 kWh. Kemudian sesuai dengan Standar Nasional Indonesia hasil dari IKE gedung BPJS Kota Malang termasuk efisien dimana hasilnya 99.7 kWh/m2/Tahun. Lalu PHE untuk diterapkan di Kantor BPJS Kota Malang yaitu penggantian jenis lampu dan AC, mengurangi penggunaan lampu di siang hari, kebiasaan pegawai terhadap penggunaan listrik. Penerapan metode AHP dalam menentukan keputusan untuk PHE yang akan diterapkan dengan nilai tertinggi yaitu tindakan hemat energi dari karyawan dengan nilai 0.3321972701.
Studi Analisis Arc Flash Pada Sistem Kelistrikan PT. SC Johnson and Son Indonesia - Jakarta Reza Wahyu Firdaus; Machmud Effendy; Diding Suhardi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study analisis arc flash merupakan bagian dari safety serta elemen keselamatan dan kesehatan kerja yang secara umum bertujuan memberikan perlindungan dan pengendalian potensi bahaya ditempat kerja. Analisis arc flash dilakukan pada umumnya dilakukan secara berkala untuk menentukan level minimum personal protective equipment (PPE) atau alat pelindung diri yang harus digunakan para pekerja ketika melakukan pekerjaan pada peralatanperalatan kelistrikan dalam kondisi energized. Sehingga dengan penerapan study ini selain dalam aspek safety, juga berperan dalam peningkatan produktivitas pekerja dan perusahaan secara umum. Untuk itu, dinyatakan bahwa “sebuah penilaian arc flash harus dilakukan untuk dapat menentukan apakah terdapat ada tidaknya bahaya arc flash. Jika terdapat adanya bahaya arc flash, penilaian resiko bahaya yang harus dapat ditentukan : (a) safety keselamatan yang sesuai untuk pelaksanaan pekerjaan (b) arc flash boundary (c) alat pelidung diri atau personal protective equipment (PPE) yang digunakan ada arc flash boundary”. Sehingga tujuan analisis ini untuk dapat menentukan nilai incident energy yang berpotensi ada selama terjadinya peristiwa arc flash serta lamanya durasi dari terjadinya energy arc flash. Selanjutnya, dengan berdasarkan kategori besarnya energy arc flash tersebut dapat diidentifikasi flash protection boundary untuk menentukan Personal Protective Equipment (PPE) atau alat pelindung diri berdasarkan NFPA 70E yang dapat meminimalisir serta menghindarkan para pekerja dan peralatan-peralatan yang ada terhadap dampak terjadinya arc flash.
KOORDINASI OPTIMAL DIRECTIONAL OVERCURRENT RELAY DENGAN CUCKOO SEARCH ALGORITHM PADA SISTEM DISTRIBUSI MESH Zsa Zsa Septina Atsil; Zulfatman; Diding Suhardi
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.015 KB)

Abstract

Sistem distribusi mesh IEEE 8 bus merupakan salah satu bagian penting dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik kepada kelompok beban atau konsumen, dimana permasalahan umum yang ada pada sistem distribusi tersebut adanya gangguan di sistem proteksi yang dapat dihindari dengan adanya koordinasi sistem proteksi yang baik. Pemilihan Directional Over Current Relay (DOCR) pada jaringan distribusi ini sangat cocok karena dapat bekerja 2 arah . Tujuan dari studi ini adalah mencari nilai koordinasi DOCR dengan mengoptimalkan parameter Time Dial Setting (TDS) dan Ipickup menggunakan metode Cuckoo Search Algorithm (CSA). Hasil yang didapatkan dari metode CSA akan dimasukkan ke dalam setting DOCR untuk mengetahui koordinasi pada jaringan distribusi mesh. Nilai TDS yang didapatkan dengan menggunakan metode CSA yaitu sebesar 2,438 detik daripada perhitungan manual sebesar 6,134 detik pada jaringan distribusi dengan DG. Hal ini membuktikan bahwa metode CSA mampu digunakan dalam mengoptimalkan nilai TDS serta koordinasi antara rele primer dan rele backup yang didapatkan pada jaringan distribusi mesh ini telah berjalan dengan baik
Maximum Power Point Pada PLTB Dengan Buck Boost Converter Menggunakan Particle Swarm Optimization Fahrullah Himawan; Ilham Pakaya; Diding Suhardi
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.709 KB)

Abstract

Energi terbarukan pada turbin angin telah dianggap sebagai sumber energi yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Sistem pengembangan pada turbin angin merupakan objek yang perlu dikembangkan oleh peneliti. Turbin angin memiliki permasalahan kecepatan angin yang bersifat acak, maka daya output turbin angin generator selalu berfluktuasi maka dari itu perlunya dilengkapi Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk meningkatkan daya efisiensi daya keluaran terhadap perubahan kecepatan angin. Sitem turbin angin berkapasitas 500 W menggunakan Permanent Magnet Synchonous Generator (PMSG). Pada sistem turbin angin ini dilengkapi dengan MPPT berbasis Paticle Swarm Optimization (PSO) dan menggunakan rangkaian DC to DC jenis buck-boost konverter. Dari pengujian sistem ini menghasilkan efisiensi daya keluaran konverter 89% sampai 90% dengan kecepatan angin 8m/s sampai dengan 12 m/s.