Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami Dengan Perilaku Pola Konsumsi Nutrisi Pada Ibu Hamil Putri, Silvia Adila; Indriyani, Diyan; Kholifah, Siti
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i2.121

Abstract

Background: Pregnant women are a group at risk when faced with nutrition, therefore husband's support is needed. Objective: To analyze the relationship between husband's support and nutritional consumption behavior in preventing chronic energy deficiency (CED) in pregnant women in the Silo II Community Health Center work area. Method: Correlational design using a cross-sectional approach. The study population was 83 pregnant women, calculated using the Slovin formula with 69 respondents. The sampling technique used was cluster random sampling. Data were collected through questionnaires. Data analysis was carried out using the Spearman Rho method with α ≤ 0.05. Results: The results of the study showed that most pregnant women received optimal support from their husbands, with a percentage of 75.4% and the majority of pregnant women's nutritional consumption behavior was compliant, with a percentage of 82.6%. The results of the analysis showed a significant and strong relationship. Conclusion: A strong relationship exists between husband's support and nutritional consumption behavior in preventing chronic energy deficiency (CED) in pregnant women in the Silo II Community Health Center work area. Husbands can increase information support, attention, and involvement in fulfilling nutritional needs during pregnancy by providing information obtained from social media, magazines, books, and pamphlets.
Informasi Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Kompentensi Tim Pelaksana Tugas dan Masyarakat Desa Sehat Berbasis IFHE Indriyani, Diyan; Asmuji, Asmuji; Cahyanto, Triawan Adi; Maharani, Astrid; Andriani, Sri Wahyuni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.6010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk mewujudkan masyarakat sehat dengan mengoptimalkan potensi masyarakat untuk terlibat secara aktif. Prakarsa masyarakat  mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong guna mewujudkan tatanan hidup masyarakat melalui paradigma “Desa Sehat” dengan harapan berimplikasi langsung bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Guna mewujudkan cita-cita tersebut di Desa Tutul Kecamatan Balung telah dibangun pola Desa Sehat yang didasari kemandirian keluarga dalam mengevaluasi kesehatan keluarga secara mandiri. Hal ini dioptimalkan dengan peran Tim Pelaksana Tugas (SATGAS) sebagai koordinator manajemen Desa Sehat berbasis Independent Family Health Evaluation (IFHE). Pemberian informasi kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi Tim SATGAS Desa Sehat berbasis IFHE serta masyarakatnya. Menggunakan sampel 47 responden yang terdiri dari Tim Satgas, perwakilan RW dan perwakilan Posyandu, dengan Pra Experiment Pre-Post Test Design dan analisa data Paired T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan informasi kesehatan meliputi kesehatan komunitas pendukung desa sehat (p value 0,01), optimalisasi gizi dalam pencegahan stunting (p value 0,02), mengenal penyakit gangguan kardiovaskuler (p value   0,01 ), kehamilan risiko tinggi dan pencegahan kematian periode perinatal (p value   0,04 ). Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian informasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan Tim SATGAS Desa Sehat Berbasis IFHE serta masyarakat Desa Tutul.
Hubungan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan Kemampuan Personal Hygiene Masa Nifas Pada Ibu Postpartum Ziqro, Silviana; Indriyani, Diyan; Kholifah, Siti
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i2.129

Abstract

Background: Antenatal care (ANC) is essential in helping mothers maintain personal hygiene during the postpartum period. Non-compliance with ANC visits may reduce understanding of hygiene and increase infection risk. Objective: This study aimed to explore the association between compliance with ANC visits and postpartum mothers' personal hygiene practices. Method: A quantitative study with a cross-sectional correlational design was employed. on 70 postpartum mothers who delivered vaginally, selected via total sampling. Data were collected using a questionnaire and analysed with the Chi-Square test at α = 0.05 Results: A significant association was found between ANC compliance and personal hygiene (p < 0.001). An OR of 40.25 showed that compliant mothers were 40 times more likely to practise good hygiene. Conclusion: Compliance with ANC visits improves postpartum mothers' hygiene.
Faktor Penghambat (Barrier) Dan Pendukung (Facilitators) Terhadap Pemeriksaan Dini Sebagai Upaya Pencegahan Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur: Kajian Systematic Review Indriyani, Diyan; Khoironi Firdaus , Agil; Asmuji, Asmuji; Tarihoran, Hendrawaty; Andriani, Andriani; Maulina, Linda
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.510

Abstract

Kanker serviks telah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan wanita yang merupakan jenis kanker dengan prevalensi terbanyak kedua di seluruh dunia. Oleh karena itu penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan secara dini guna mencegah perkembangan kanker serviks. systematic review ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat (barrier) dan pendukung (facilitators) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur. Sepuluh artikel teridentifikasi memenuhi syarat inklusi yakni seluruhnya berjenis kuantitatif melalui PEOS framework. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa faktor penghambat (barrier) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur yaitu pendapatan yang rendah, tingkat pendidikan yang rendah, self efficacy yang rendah, tingkat kenyamanan yang rendah, persepsi yang buruk, sikap negative pada pemeriksaan. Faktor pendukung (facilitators) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur yakni pendidikan yang lebih tinggi, pendapatan bulanan yang lebih besar, tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit kanker serviks, informasi yang adekuat utamanya bersumber dari profesional kesehatan, adanya riwayat pernah menderita penyakit menular seksual, adanya keluarga yang pernah menderita kanker, serta adanya riwayat penyakit reproduksi seperti schistosomiasis Diperlukan edukasi, sosialisasi, pelibatan, dan advokasi tentang kanker serviks di tingkat masyarakat dan fasilitas kesehatan. Serta upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk menarik anggota masyarakat untuk melakukan skrining
Does the development of fintech promote debt risk? Evidence from East Java province Wardhana, Angga Restu; Indriyani, Diyan
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v14i1.9036

Abstract

Developments of financial technology have an impact on economic growth and people’s income. The rapid development of fintech has the impact of increasing financial inclusion or debt risk. This study aims to determine the impact of fintech on consumption behaviour and debt risks in East Java. The research data is from January 2019 - December 2020 with fintech variables, online loans, consumption levels, and debt risk. The research methods used are SVAR and OLS to provide an explanation of the impact of fintech on consumption behaviour and debt risk. The results of the research, fintech in the short-run restriction does not directly affect consumption levels, but in the long-run restriction, it directly affects consumption. Fintech will affect consumption through online lending. On the other hand, fintech has a significant effect on loan risk. The policy mix between related institutions can increase the positive role of fintech and mitigate loan risk.
MEMBANGUN KESADARAN SEJAK DINI: IMPLEMENTASI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB) DI SATUAN PAUD Wahyuni Adriani, Sri; Indriyani, Diyan; Berliana Kameswara, Yunistiar; Felita, Farah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Bencana yang terjadi di Indonesia telah berdampak serius dan mengganggu penyelenggaraan layanan pendidikan. Dampak terburuk dari sebuah bencana adalah hilangnya nyawa maupun terjadinya cedera parah di sekolah. Namun demikian, sumber daya sekolah belum disiapkan untuk sigap dan tanggap dalam bencana. Berdasarkan kajian risiko bencana di PAUD Terpadu ‘Aisyiyah Kaliwates tidak tersedia rambu-rambu seperti jalur evakuasi, titik kumpul, dan protap kebencanaan. Sekolah belum melakukan simulasi secara rutin terkait penanggulangan bencana. Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Focus Group Discussion bersama mitra terkait penyusunan instrumen kajian risiko bencana; 2) melakukan kajian risiko bencana; 3) menyusun standar prosedur operasional (SPO) penanggulangan bencana di sekolah; 4) membuat rambu-rambu seperti jalur evakuasi, titik kumpul, dan media edukasi; 5) melakukan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB); 6) Melakukan simulasi penanggulangan bencana. Hasil menunjukkan pengetahuan guru tentang bencana sebelum sosialisasi sebagian besar dalam kategori tahu (46%) namun masih terdapat 4% yang menjawab sangat tidak tahu, 7% tidak tahu dan 30% cukup tahu. Setelah sosialiasi, pengetahuan guru tentang bencana meningkat menjadi sangat tahu sejumlah 70% dan sisanya 30% tahu. Keterampilan evakuasi korban, balut bidai, dan perawatan luka juga mengalami peningkatan. Dengan demikian maka SPAB perlu diimplementasikan di sekolah agar semua warga sekolah tanggap bencana.
Family health education in improving the knowledge and attitude of flood emergency response in vulnerable groups Adriani, Sri Wahyuni; Indriyani, Diyan; Elsa Apriani, Divia; Hariyadi, Chelzy Ferdina; Haryanti, Dwi Yunita; Dlamini, Lindelwa Portia
Jurnal Keperawatan Vol. 17 No. 1 (2026): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v17i1.37930

Abstract

Introduction: The community’s emergency response attitude before a disaster has not yet become a concern for the community. Communities, especially those living in disaster-prone areas, tend to ignore emergency response attitudes. Objectives: This study aims to provide health education programs through home visits, simulations, and mentoring activities to increase the community’s knowledge and attitudes regarding emergency response to flood disasters. Methods: A quasi-experimental research design with a control group and a pre-test-post-test design was used. The research population was a vulnerable group (pregnant women, mothers of toddlers, the elderly, and people with disabilities) totaling 321 people. The selected sample comprised 120 participants, with 60 in each intervention and control group. The sampling method used was stratified random sampling. Results: There were significant differences in knowledge and attitudes towards disaster emergency response between the intervention and control groups (p=0.032), emergency plans (p=0.008), disaster warning systems (p=0.020), and the ability to mobilize resources (p=0.015). The community preparedness index also increased (p=0.002).Conclusions: Ongoing education programs were the first step toward making the community self-sufficient. Improving the community’s knowledge and attitude toward emergency response will reduce the negative impact of a disaster if it occurs.