Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN POTENSI MASYARAKAT BIDANG PERKULITAN Dl KECAMATAN GARUM KAB BLITAR Pancapalaga, Wehandaka; Hartati, Endang Sri; Khotimah, Khusnul; Herwintono, Herwintono
Jurnal Dedikasi Vol 7 (2010): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.564 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v7i0.489

Abstract

Upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan untuk menyediakan lapangan kerja yang seluas luasnya dan membuka kesempatan wirausaha baru dalam bidang penyamakan kulit dan barang barang kulit maka perlu diciptakan Sinergitas pemerintah, swasta dan perguruan Tinggi telah menjadi kata kunci penting dalam mengembangkan kawasan industri kulit di Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Tujuan program IbW adalah untuk menciptakan sinergitas antara Perguruan Tinggi (Fakultas Peternakan-Perikanan UMM, Fakultas Peternakan UISBA) Pemerintahan daerah Kabupaten Blitar dan masyarakat di Kecamatan Garum dalam pengembangan potensi masyarakat di bidang perkulitan di Kecamatan Garum Kabupaten Blitar Metode pengembangan potensi masyarakat bidang perkulitan di Kec Garum Kab Blitar menggunakan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu metode pemberdayaan potensi masyarakat yang bersifat partisipasif dan Bottom up Approach. Sedang metode yang digunakan untuk membentuk kawasan industri kecil perkulitan di Kec Garum Kab Blitar di desain dengan menggunakan pendekatan konsep cluster. Salah satu persoalan terbesar yang dihadapi industri Penyamakan kulit adalah minimnya suplai bahan baku dari lokal daerah dalam hal inilah Kabupaten Blitar, rnenyusul tidak berkembangnya industri pendukung. Akibat tidak tersedianya bahan baku di daerah lokal maka pelaku industri kemudian mengambil dari daerah lain (Surabaya, Medan dll) bisa jadi mereka impor (Malaysia, Cina dan Australia) agar proses produksi tetap bisa berjalan. Sudah bisa dipastikan, dengan menggunakan bahan baku dan luar daerah atau impor, produk kulit menjadi tidak kompetitif, baik di pasar domestik maupun ekspor, karena adanya biaya tambahan, transportasi lebih lama, serta proses importasi yang lama. Kendala Industri Kecil Penyamakan Kulit • Tingkat utilitas produksi penyamakan rendah. • Suplai kulit rnentah didaerah terbatas. • Mesin peralatan umumnya belum ada. • Kualitas produksi kulit samak belum memenuhi persyaratan industri besar. • Persaingan yang ketat dengan daerah lain seperti Magetan, Garut , Padang. • Pencemaran lingkungan. 
EVALUASI PEMBERDAYAAN UMKM PRODUK BARANG KULIT ECOPRINT SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DI SUMBERSEKAR DAU MALANG INDONESIA Pancapalaga, Wehandaka; Hartati, Endang Sri; Fathoni, Rinaldy Achmad Roberth; Umar, Malikah
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 02 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v8i02.36717

Abstract

Tujuan Pengabdian ini  untuk mengevaluasi  efektifitas pemberdayaan  pada UMKM   produk  barang kulit berbasis kulit ecoprint   di Desa  Sumbersekar Dau Malang. Sedangkan Kegiatan pemberdayaan yang dilakukan di dalam mengembangkan produk unggulan ini meliputi : 1) Pelatihan  Penerapan mesin pengukus ecoprint , 2) Pelatihan Penerapan formulasi mordan epsom guna meningkatkan mutu kulit ecoprint, dan 3) pelatihan digital marketing.  Metode pengabdian  dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM .  Pengabdian ini ada dua data yang di ambil yaitu pertama data kualitas kulit ecoprint  yang dikerjakan oleh UMKM dengan 2 mordan ( mordan epsom dan tanpa epsom ). Kedua data keefektifan   tingkat pengetahuan dan tingkat ketrampilan UMKM sebelum  diberi pelatihan dan sesudah diberi pelatihan. Untuk membedakan kualitas kulit ecoprint menggunakan epsom dan tanpa epsom menggunakan uji T. Sedangkan analisis data untuk mengetahui kefektifan  tingkat pengetahuan dan tingkat ketrampilan UMKM sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dilakukan secara deskriptif.  Kesimpulan Kesimpulan bahwa kualitas fisik dan warna dari kulit ecoprint dengan Penggunaan Mordan Epsom lebih baik dibandingkan tanpa Epsom. Selain itu  Program pemberdayaan UMKM produk barang kulit berbasis kulit ecoprint sangat efektif karena mampu meningkatkan  pengetahuan  dan ketrampilan pada UMKM Sumbersekar dau Malang,   yang semula belum mengerti setelah dilatih pengetahuan  meningkat 209 % sedangkan ketrampilan meningkat 253 %.
Peningkatan Kualitas Ecoprint Melalui Penggunaan Mordan Epsom di UMKM Aiseco Sumbersekar Kabupaten Malang Pancapalaga, Wehandaka; Hartati, Endang Sri; Fathoni, Rinaldy Achmad Roberth; Umar, Malikah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v9i3.27468

Abstract

  Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang merupakan wilayah yang memiliki potensi pengembangan ekonomi kreatif berbasis ecoprint. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk ecoprint yang dihasilkan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Aiseco di Desa Sumbersekar melalui pelatihan penggunaan mordan Epsom (Magnesium Sulfat). Permasalahan yang dihadapi mitra adalah hasil warna ecoprint yang kurang tajam, cepat pudar, dan kurang konsisten. Pelatihan difokuskan pada teknik penggunaan mordan Epsom untuk memperkuat penyerapan zat warna alami dari daun dan bunga ke media kain. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor ketajaman warna dari 2,0 menjadi 4,0, serta 90% peserta menyatakan menggunakan mordan  Epsom tampak lebih tajam. Selain itu, 80% peserta menyatakan proses mudah diterapkan kembali secara mandiri.dan lebih konsisten kualitasnya. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk ecoprint kain di UMKM Aiseco, tetapi juga mendorong inovasi produk ramah lingkungan berbasis kearifan lokal, meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha, serta membuka peluang pasar melalui jejaring digital dan kerjasama dengan toko oleh-oleh lokal. Dengan demikian, pelatihan ini dapat meningkatkan daya saing produk unggulan ecoprint UMKM Aiseco dan menjadi model pengembangan berkelanjutan bagi pelaku usaha sejenis di sektor kerajinan ramah lingkungan.