Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pena Emas

Wedang Unju’ Bisyaraba; Ekstrak Rempah Sebagai upaya Pemanfaatan Mangrove Berbasis Diversitas Produk Masyarakat Kalitara Bong Kecamatan Bangil Rakhmawati, Rani
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.14

Abstract

Kalitara Bong adalah salah satu daerah di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur yang menghubungkan antara Pasuruan dengan Sidoarjo melalui sungai besar. Pada zaman dahulu, Kalitara Bong dikenal sebagai tempat berlabuh dan beristirahatnya kapal-kapal besar. Daerah ini memiliki sungai yang luas, lahan pertanian dan kehutanan yang berpotensi menghasilkan tumbuh-tumbuhan konservasi seperti mangrove. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai strategi pelestarian mangrove beserta cara pemanfaatannya membuat kawasan tersebut dibiarkan terbengkalai selama 10 tahun lamanya. Meskipun mangrove diketahui dapat mencegah erosi dan banjir, namun masyarakat masih belum mengetahui bagaimana cara pelestarian dan pemanfaatan mangrove sebagai upaya meningkatkan perekonomian dan menambah penghasilan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, diantaranya; observasi lapangan (observation), diskusi kelompok terarah, wawancara terpusat (focused interviews), studi kasus (case studies), analisis data. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian ini untuk menemukan solusi dari problematika mereka dan menunjukkan potensi mangrove yang jarang diketahui, strategi pelestarian serta pemanfaatannya pada masyarakat. Hasil penelitian berupa minuman Wedang Unju’ yang sedang tren di kalangan remaja, seperti halnya teh dan kopi yang banyak dikomersialkan di cafe-cafe. Bidaratus Syaroba adalah Wedang Unju’ yang dibuat dari ekstrak bidara dan bunga rosella sebagai varian aroma, serta dikombinasikan dengan jahe merah, kapulaga, sereh dst. Produk minuman ini diharapkan menjadi strategi bisnis yang tepat bagi masyarakat Kalitara Bong Bangil yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan potensi pertanian lokal di daerah tersebut. Wedang Unju’ sangat baik dikonsumsi bagi kesehatan manusia, selain itu hasil riset ini dapat menjadi upaya efektif dalam peningkatan ekonomi untuk mengoptimalkan SDGs 2030 dengan memanfaatkan potensi lokal di Kalitara Bong.
PUANAGRAFI: EDUKASI REPRESENTASI ETNOGRAFI SPIRITUAL MENUJU PILAR SDG s NOMOR 5 GRAND DESIGN KETERWAKILAN PEREMPUAN Rakhmawati, Rani
PenaEmas Vol 2 No 2 (2024): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v2i2.47

Abstract

Isu kesetaraan gender yang masih menjadi tantangan dalam menyuarakan posisi kepemimpinannya di sektor swasta dan publik, guna mewujudkan keberagaman, inklusivitas, serta kekuatan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan ternyata masih lamban progresnya (Kemendagri 2019). Studi kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh gambaran suatu rancangan grand design keterwakilan perempuan dalam mencapai pilar SDGs nomor 5 terkait persentase 30 % keterwakilan perempuan pada grand design yang berbekal representasi etnografi berdasarkan dimensi spiritual. Metode penelitian yang digunakan yakni literatur review (Torraco 2016), dengan pendekatan representation of Authority yakni menggunakan critical ethnography (Pitkin 1967), subjek penelitian ini adalah database dari IPU pada tahun 2023 dalam laman global data national parliements dengan cara menggali bagaimana struktur kekuasaan dan otoritas dalam hal ini grand desain dengan persentase 30% yang telah dicanangkan oleh pemerintah dapat terwujud (IPU n.d.). Oleh karenanya dibutuhkan temuan edukasi inovatif yakni puanagrafi (potret gambaran atau representasi tokoh perempuan sebagai wakil atau dewan ranah publik) dalam merepresentasikan kesetaraan dan kedudukan perempuan sebagai keterwakilan yang adil, tanggung jawab, amanah sesuai dengan dasar keyakinannya menurut dimensi sosial, politik, budaya, serta agama
Pengembangan “AUTOBOT SARAS004” Agen Sosialisasi UU KIA Nomor 04 Tahun 2024 Sebagai Antisipatif Post-Partum Depression Rakhmawati, Rani; Amelia Zahro, Nur; Wahyuni, Iva; Azalia Banowati, Mega
PenaEmas Vol 3 No 1 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v3i1.57

Abstract

Menghadapi tingginya kematian ibu dan bayi serta prevalensi depresi Post-partum, Pemerintah telah mengesahkan regulasi kebijakan Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) Nomor 4 Tahun 2024, guna mendukung pemberdayaan peran ibu pekerja di lintas sektor diperlukan media sebagai agen sosialisasi yang memanfaatkan teknologi informasi. Studi pengembangan ini bertujuan untuk memeroleh hasil dari Autobot Saras004 sebagai agensosialisasi UU KIA Nomor 4 Tahun 2024 guna mengantisipasi Post-Partum Depression. Penelitian ini melibatkan 30 ibu pekerja dalam kondisi Post-Partum (10 ibu pekerja di perusahaan barang, 10 ibu pekerja di perusahaan jasa, 10 ibu pekerja di instansi pemerintahan) yang diposisikan sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data terkait respons pengguna dan validasi dari tim ahli media serta materi melalui kuesioner. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistika deskriptif berupa rerata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Autobot Saras004 dapat menjadi agen sosialisasi UU KIA Nomor 4 Tahun 2024 dengan persentase pengguna menunjukkan hasil sebesar 82.6% dinyatakan sangat valid, akan tetapi belum memeroleh nilai tertinggi dalam kriteria keefektifan Autobot Saras004. Menindaklanjuti pada temuan penelitian ini, maka sosialisasi UU KIA akan dapat memberikan hasil yang sangat signifikan jika disertai dengan sosialisasi pendampingan yang lebih intensif dari pihak tempat ibu bekerja.