This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dedikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAP PENERAPAN AN TEKNOLOGI INOKULASI RHIZOBAKTERI T TAHAN AHAN KEKERINGAN P PADA ADA TANAMAN ANAMAN JAGUNG DI LAHAN KERING, KEC. KARANGPLOSO, KAB.MALANG Ikhwan,MP.,, Ir. Ali; Susilo, Endro
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.739 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.915

Abstract

Penerapan teknologi inokulasi rhizobakteri tahan kekeringan bertujuan untukintroduksi dan transfer teknologi pupuk hayati (Biofertilizer) yang mampumeningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan, sehingga produksijagung dan skala usaha tani dilahan kering dapat ditingkatkan. Selain itu, dapatmengefisiensi penggunaan air pada sistem pertanaman jagung dilahan kering.Metode kegiatan yang digunakan meliputi : Penyuluhan, Demplot dan sistemperdampingan secara terpadu yang dilakukan di desa Karangploso.Dari desa tersebutdipilih 3 kelompok tani untuk dijadikan obyek sasaran demplot dan sistemperdampingan. Penerapan teknologi ini dilapangan dilakukan dengan menginokulasirhizobakteri dengan kerapatan 108 cfu/ml dengan cara memberikan inokulum cairpada tanaman jagung umur 2 minggu.Inokulum campuran rhizobakteri (isolat A119, A82, dan M7b) ternyata efektifdalam meningkatkan produksi jagung sampai 8,1% pada arah kekeringan tinggi(lengas 50% kapasitas lapang) sedangkan pada kondisi kapasitas lapangan bakteriasli tanah lebih efektif dan pada aras kekeringan sedang (75% kapasitas lapang)pengaruhnya relatif sama. Dengan demikian teknologi ini dapat menghematpenggunaan air mencapai 50% dan juga dapat meningkatkan skala usaha tanimenjadi 2 kali tanam atau tahun. Sedangkan respon petani di Desa Karangploso(tempat demplot) cukup baik dan petani merasa ada teknologi alternatif yang dapatdigunakan untuk mengatasi dampak kekeringan yang membatasi sistem usahataninya.