Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERBANDINGAN ANTARA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PERASAN WORTEL IMPOR DENGAN WORTEL LOKAL SECARA IN-VITRO Triyo Nova; Tjiptasurasa Tjiptasurasa; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.407

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara perasan wortel import dengan wortel local secara in vitro dengan metode lineleat-tiosianat dengan menggunakan feritisianat (FTC) yang diukur secara spektrofotometri Visibel pada panjang gelombang () 500 nm. Percobaan ini dilakukan selama delapan hari dengan mengukur absorbansi perasan wortel importdan local dengan control positif α-tokoferol. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa perasan wortel import dengan wortel local memiliki perbedaan aktivitas antioksidan. KAta kunci: Antioksidan, Daucus carota, Feritiosianat, α-tokoferol. Abstract An experiment was done to compare activity of antioxidant juice of import and local carrot using in-vitro by ferric thyocyanat (FTC) method. The experiment was done for eight days by measuring the value of absorbancy of local and import carrot juice by positive control (α-tocoferol). The obtained data was analized by one way ANOVA continued by BNT test with 95% of confidential degree. The result indicated that juice of local and import carrot show difference in antioxidant activity. Key words: Antioxidant, Daucus carota, ferric thiocyanat, α-tocoferol.
Pemanfaatan Buah Pepaya Sebagai Tabir Surya Alami di Desa Klapagada Kecamatan Maos Definingsih Yuliastuti; Triyo Nova Pramithasari
JPS : Jurnal Pengabdian Serulingmas Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : JPS : Jurnal Pengabdian Serulingmas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di Desa Klapagada. Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan, buah pepaya memiliki aktivitas sebagai tabir surya alami karena memiliki aktivitas perlindungan terhadap sinar UV. Hasil penelitian diharapkan dapat disosialisasikan kepada masyarakat salah satunya melalui kegiatan pengabdian ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, dengan cara ceramah dan tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat buah pepaya sebagai tabir surya alami dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang proses pembuatan sediaan krim tabir surya buah pepaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Balai RW 3 desa Klapagada Maos Cilacap dengan jumlah peserta 10 orang. Metode yang digunakan adalah dengan cara ceramah dan tanya jawab dengan peserta pengabdian. Berdasarkan hasil pengabdian ini, masyarakat Desa Klapagada menjadi tau tentang manfaat buah papaya sebagai tabir surya alami dan mengetahui bagaimana proses pembuatan sediaan krim tabir surya buah pepaya.
KESESUAIAN PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI KOMPLIKASI RAWAT JALAN DI RSUD CILACAP BERDASARKAN JJNC 7 Ismi Dafngiatul Ngulum; Bambang Purwoko; Triyo Nova
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.199 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi dan berkaitan dengan penurunan usia harapan manusia. Pravalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi, maka dibutuhkan usaha untuk menekannya. Ketidaksesuaian pemilihan obat diidentifikasi apabila antihipertensi yang diberikan tidak sesuai dengan drugs of choice seperti yang dimaksud dalam JNC 7. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian peresepan obat antihipertensi komplikasi berdasarkan JNC7 dengan mengevaluasi tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental dengan analis deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada data rekam medik dari pasien hipertensi komplikasi di RSUD Cilacap tahun 2020-2022 secara retrospektif dan secara langsung atau cross sectional . Hasil penelitian menunjukan kesesuian peresepan obat antihipertensi tepat indikasi 74,1%, tepat obat 74,1% dan tepat dosis 81,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa pasien yang belum sesuai dengan ketepatan pasien, ketepatan indikasi dan ketepatan obat sehingga perlu pengawasan terhadap pemberian obat antihipertensi.
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS Aperilia Maeka Putri; Supriani Supriani; Triyo Nova
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.338 KB)

Abstract

Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang salah satunya menyangkut aspek perencanaan dan pengadaan obat yang dikelola secara optimal untuk menjamin ketersediaan obat. Rendahnya tingkat ketersediaan obat di fasilitas kesehatan dipengaruhi ketepatan perencanaan dan proses pengadaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat di Puskemas Purwojati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan metode kuantitatif deskriptif. Sumber informasi berasal dari data retrospektif tahun 2021. Jumlah populasi obat sebesar 97 item obat. Data yang diperoleh dianalisis dengan indikator dan dibandingkan dengan standar tabel indikator perencanaan dan pengadaan obat. Hasil penelitian yang diperoleh di Puskesmas Purwojati menunjukkan pada tahap perencanaan masih terdapat indikator yang belum sesuai dengan standar, yaitu pada indikator tingkat ketersediaan obat hasil yang diperoleh sebesar 83,51% standar pembandingnya yaitu 90% dan indikator ketepatan perencanaan obat hasil yang diperoleh sebesar 87,89%, standar pembandingnya yaitu 100%-120%. Pada indikator kesesuaian item obat dengan doen sudah sesuai hasil yang diperoleh 60,82% dari standar pembanding yaitu 49%. Pada tahap pengadaan semua indikator sudah sesuai, indikator alokasi dana pengadaan obat hasil yang diperoleh sebesar 79,11% dimana standar alokasi dana pengadaan obat berkisar antara 30-40%, pada indikator frekuensi pengadaan tiap item obat pada kategori rendah terdapat 39 item sedang 8 item dan berlebih 0 item pada indikator ini menunjukkan sudah sesuai, sedangkan untuk kategori frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan terdapat 3x kesalahan faktur, tetapi menurut pudjaningsih nilai pembanding yang ditetapkan 1-9 kali, ini menunjukkan pada indikator frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan sudah sesuai.
EVALUASI PENDISTRIBUSIAN DAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS Dhina Astuti; Supriani Supriani; Triyo Nova
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.002 KB)

Abstract

Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang salah satunya menyangkut aspek pendistribusian dan penyimpanan obat yang dikelola secara optimal untuk menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat. Rendahnya tingkat ketersediaan obat di fasilitas kesehatan dipengaruhi ketepataan perencanaan dan gangguan suplai obat pada proses pendistribusian dan penyimpanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pendistribusian dan penyimpanan obat di Puskesmas Purwojati. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode kuantitatif deskriptif. Sumber informasi berasal dari data retrospektif tahun 2021 dan data cross sectional tahun 2022. Jumlah populasi sebesar 97 item obat. Data yang diperoleh dianalisis dengan indikator dan dibandingkan dengan standar menurut Pudjaningsih (1996) dan Depkes RI (2002). Hasil penelitian yang diperoleh di Puskesmas Purwojati menunjukan bahwa pada tahap pendistribusian yaitu pada indikator Kecocokan antara obat dengan kartu stok hasil yang diperoleh sebesar 28% dengan standar 100%, Turn Over Ratio (TOR) sebesar 3,13 kali dengan standar 10-23 kali, pada persentasi nilai obat rusak/ED sebesar 5,8% dengan standar ≤0,2%, persentasi stok mati dengan hasil yang diperoleh 13,9% dengan standar 0%. Untuk tahap penyimpanan pada indikator sistem penataan di gudang sudah sesuai dengan abjad/alfabetis, sediaan obat di Gudang yang tidak sesuai dengan FIFO sebesar 61,85% dan tidak sesuai FEFO sebesar 72,16%, sediaan obat di Ruang IGD yang tidak sesuai dengan FIFO sebesar 0% dan tidak sesuai FEFO sebesar 0%, sediaan obat di Ruang VK yang tidak sesuai dengan FIFO sebesar 85,71% dan tidak sesuai FEFO sebesar 85,71%, sediaan obat di Ruang Khusus (Kulkas) yang tidak sesuai FIFO sebesar 100% dan tidak sesuai FEFO sebesar 100%.
BIAYA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TUNGGAL PADA PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD CILACAP Priyo Agung Laksana; Bambang Purwoko; Triyo Nova
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.51 KB)

Abstract

Pembiayaan kesehatan di Indonesia semakin meningkat, maka diperlukan analisis efektivitas biaya. Analisis efektivitas biaya merupakan metode farmakoekonomi dalam pengambilan keputusan obat-obatan agar lebih efektif secara manfaat dan biaya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui obat antihipertensi yang paling cost-effectiveness di RSUD Cilacap. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dan penelitian dilakukan secara cross sectional dan retrospektif. Sampel yang digunakan adalah pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Cilacap sejumlah 92 pasien. Penelitian ini menggunakan metode farmakoekonomi analisis efektivitas biaya/CEA. Data yang diambil meliputi: data riwayat pasien hipertensi ,data obat antihipertensi dan data biaya terapi hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan effektivas terapi obat amlodipin 5mg 77,78%, amlodipin 10 mg 74,04%, valsartan 75%, bisoprolol 2,5 mg 66,67%, bisoprolol 10 mg 50%, candesartan 8 mg 61,54 %, candesartan 16 mg 40% , ramipril 10 mg 66,67%. Berdasarkan nilai ACER amlodipin 5 mg lebih cost-effective dengan nilai Rp. 955,66 dibandingkan dengan obat amlodipin 10 mg Rp. 1.000,26, valsartan Rp. 1.091,93, bisoprolol 2,5 mg Rp. 1.137,37, bisoprolol 5 mg Rp. 1.482,80, candesartan 8 mg Rp. 1.241,79, candesartan 16 mg Rp. 1.991,50 dan ramipril 10 mg Rp. 1.703,31. Sehingga obat amlodipin paling cost-effectiveness dibandingkan dengan obat antihipertensi lainnya.
Sediaan Aromaterapi Inhalasi Sebagi Terapi Alternatif MDR (Multidrug Resistant) Tuberkulosis Fa’iq Hanif Mubarok; Triyo Nova
Syntax Idea 3459-3466
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR TB) merupakan pasien Tuberculosis (TB) yang gagal atau putus dari pengobatan. MDR TB kemungkinan sudah menyebar luas kemasyarakat sehingga mempersulit pengendalian dengan pengobatan saat ini. Minyak atsiri atau essential oil merupakan bahan alam cukup aman dan efektif terbukti dalam menghambat pertumbuhan bakteri resisten terhadap obat TB. Pengembangan antibiotik inhalasi berpotensi meningkatkan kemanjuran antibiotik pengobatan pasien dengan patogen MDR TB. Penelitian dilakukan untuk mengetahui mendapatkan formula aromaterapi yang dapat diterima secara hedonik dan memenuhi persyaratan mutu obat tradisional. Pengujian hedonik 3 produk aromaterapi inhalasi (ASM OT 03 0001, ASM OT 03 0002 dan ASM OT 03 0001) dilakukan uji hedonik meliputi aroma, rasa, dan keseluruhan sebanyak 20 panelis agak terlatih dengan 7 skala hedonik. Milkshake dengan nilai rata tertinggi dari segi aroma, rasa dan keseluruhan adalah ASM OT 03 0001. Hasil analisis dengan One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata pada 3 produk (nilai sig (P)<0.05). Berdasarkan pengujian hedonik ASM OT 03 0001 terpilih sebagai produk yang bisa diterima. ASM OT 03 0001 terpilih sebagai produk yang bisa diterima. Produk ASM OT 03 0001 memiliki komposisi Lavender oil 0.2ml, Thyme oil 0.05ml, Pappermint oil 0.15ml, lemon oil 0.05ml, Eucalyptus oil 0.1ml, Tea Tree oil 0.2ml, Minyak Daun Bidara 0.25ml dan VCO 1ml. Produk aromaterapi inhalasi memiliki spesifikasi sesuai BPOM dan hasil identifikasi Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus negatif pada pengujian produk sehingga memenuhi persyaratan mutu sediaan obat tradisional. Produk yang dihasilkan mempunyai potensi sebagai produk obat tradisional karena memenuhui standar mutu obat tradisional BPOM
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN DALAM PENGOBATAN ISPA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS SAMPANG KABUPATEN CILACAP muchamad amir; Supriani; Triyo nova
Serulingmas Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yaitu infeksi radang akut pada saluran pernapasan yang terjadi karena infeksi virus atau bakteri. Penularan ISPA dapat melalui air ludah, bersin, darah dan udara yang membawa kuman yang terhirup oleh orang sehat ke dalam saluran pernapasan.  Kepatuhan merupakan perilaku pasien dalam menjalani pengobatan, kepatuhan minum obat berhubungan dengan informasi mengenai cara penggunaan obat meliputi waktu dan berapa kali obat tersebut digunakan dalam sehari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat kepatuhan dalam meminum obat di UPTD Puskesmas Sampang kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survei deskiptif dengan pendekatan Cross Sectional. Kuesioner diberikan kepada responden berdasarkan kriteria eksklusi dan inklusi dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien rawat jalan dalam pengobatan ISPA dikategori  patuh (59%), cukup patuh (30%), tidak patuh (11%). Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara umur (p-value = 0,584), jenis kelamin (p-value = 0,301), tingkat pendidikan (p-value = 0,553), dan pekerjaan (p-value = 0,358) pasien dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan ISPA di UPTD Puskesmas Sampang Kabupaten Cilacap tahun 2023 .
Hubungan Lama Terapi dengan Efek Samping Pengobatan TB-MDR Nova, Triyo; Purwoko, Bambang; Mubarok, Fa’iq Hanif
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 3 (2024): Jurnal Farmasetis: Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Multi Drug Resistance (TB-MDR) merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan waktu terapi yang lama (18-24 bulan) dengan efek samping yang banyak. Efek samping yang dialami pasien yaitu artralgia, mual dan muntah, renal, gangguan pendengaran, gangguan tidur, gangguan psikiatri, hipokalemia, hiperurisemia, diare dan nyeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama terapi dengan efek samping pengobatan TB-MDR. Penelitian ini dilakukan di RSUD Cilacap dengan desain penelitian observasional deskriptif. Pemilihan subyek penelitian  menggunakan populasi pasien dengan diagnosa TB-MDR yang sesuai dengan kriteria inklusi serta pasien yang mengalami efek samping OAT selama menjalani terapi. Responden yang memenuhi kriteria inklusi ada 49 responden. Pengambilan data secara retrospektif dengan uji Fisher Exact. Lama pengobatan dibagi menjadi pengobatan jangka menengah kurang dari 12 bulan dan pengobatan jangka panjang lebih dari 12 bulan, dengan tingkat efek samping ringan dan berat, didapat 6 pasien jangka menegah (66,7%) dengan efek samping ringan dan sebanyak 3 pasien (33,3%) yang mengalami efek samping berat, 11 pasien jangka panjang (27,5%) dengan efek samping ringan dan 29 pasien (72,5%) dengan efek samping berat. Analisis dengan uji Fisher Exact menunjukkan terdapat hubungan antara lama terapi dengan efek samping obat (p=0,049).
Digitalisasi Pelayanan Farmasi: Dampaknya Terhadap Efisiensi Operasional Di Klinik Bina Husada 1 Rina Setyawati; Bambang Purwoko; Triyo Nova
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.303

Abstract

Digitalisasi merupakan proses pengubahan Inf.ormasi ke dalam format digital yang memanfaatkan Teknologi Inf.ormasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini menjadikan pilihan yang strategis, selain itu juga tuntutan regulatif untuk peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi terhadap akurasi pemberian obat, mengukur efektivitas digitalisasi dalam mempercepat pelayanan resep, serta mengevaluasi peran digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi stok obat di Klinik Bina Husada 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik untuk membandingkan indikator efisiensi operasional sebelum dan sesudah digitalisasi pada pelayanan farmasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh resep yang diterima instalasi farmasi dalam kurun waktu penelitian sebanyak 2540 resep dengan jumlah sampel 100 resep. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan membagi berdasarkan kategori populasi yaitu resep racikan dan non-racikan. Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel. Variabel independen adalah implementasi sistem digital, sedangkan variabel dependen adalah efisiensi operasional yang diukur melalui tiga indikator utama yaitu akurasi pemberian obat, waktu tunggu pelayanan resep dan manajemen stok obat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, digitalisasi pelayanan farmasi berkontribusi positif terhadap aspek akurasi dan manajemen stok obat tetapi belum optimal dalam waktu tunggu pelayanan resep, sehingga perlu adanya perbaikan sistem, pelatihan SDM dan integrasi alur kerja yang lebih menyeluruh.