Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Terapi dengan Efek Samping Pengobatan TB-MDR Nova, Triyo; Purwoko, Bambang; Mubarok, Fa’iq Hanif
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 3 (2024): Jurnal Farmasetis: Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Multi Drug Resistance (TB-MDR) merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan waktu terapi yang lama (18-24 bulan) dengan efek samping yang banyak. Efek samping yang dialami pasien yaitu artralgia, mual dan muntah, renal, gangguan pendengaran, gangguan tidur, gangguan psikiatri, hipokalemia, hiperurisemia, diare dan nyeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama terapi dengan efek samping pengobatan TB-MDR. Penelitian ini dilakukan di RSUD Cilacap dengan desain penelitian observasional deskriptif. Pemilihan subyek penelitian  menggunakan populasi pasien dengan diagnosa TB-MDR yang sesuai dengan kriteria inklusi serta pasien yang mengalami efek samping OAT selama menjalani terapi. Responden yang memenuhi kriteria inklusi ada 49 responden. Pengambilan data secara retrospektif dengan uji Fisher Exact. Lama pengobatan dibagi menjadi pengobatan jangka menengah kurang dari 12 bulan dan pengobatan jangka panjang lebih dari 12 bulan, dengan tingkat efek samping ringan dan berat, didapat 6 pasien jangka menegah (66,7%) dengan efek samping ringan dan sebanyak 3 pasien (33,3%) yang mengalami efek samping berat, 11 pasien jangka panjang (27,5%) dengan efek samping ringan dan 29 pasien (72,5%) dengan efek samping berat. Analisis dengan uji Fisher Exact menunjukkan terdapat hubungan antara lama terapi dengan efek samping obat (p=0,049).
STANDARDIZATION OF SIMPLICIA AND LIME PEEL EXTRACT Sari, Wahyunita Yulia; Ramadhan, Muhammad Fauzi; Yuniar, Setyowati Eka; Purwoko, Bambang; Nova, Triyo; Mubarok, Fa'iq Hanif
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v5i2.141

Abstract

Lime (Citrus aurantifolia Swingle) is one of the plants that can be used as traditional medicine. Parts of the lime plant that can be used as traditional medicine include the fruit, leaves, and peel. Lime peel waste is known to contain chemical compounds and as a raw material for medicine, standardization is needed to ensure its quality. The 70% ethanol extract of lime peel was made using the maceration extraction method. This study aimed to standardize both simplicia and 70% ethanol extract of lime (Citrus aurantifolia Swingle) peel according to the Indonesian Herbal Pharmacopoeia (2017) guidelines to ensure quality for pharmaceutical raw material applications.Lime peel was processed into simplicia and extracted using maceration with 70% ethanol. Standardization was performed on both simplicia and extract based on specific (organoleptic, phytochemical screening) and non-specific parameters (drying loss, water content, total ash, acid-insoluble ash, ethanol-soluble extract, water-soluble extract, and specific gravity). All analyses were performed in triplicate (n = 3) and statistical significance was tested using SPSS version 26 with a confidence level of 95% (p < 0.05).Both simplicia and extract met the pharmacopoeial requirements and can be recommended as standardized raw materials for herbal pharmaceutical formulations. These findings provide a reference for the quality control of herbal raw materials and promote sustainable utilization of lime peel waste.