Meril Qurniawan, Meril
Sekolah Tinggi Agama Islam Madiun

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Model Integrasi Pendidikan Siaga Bencana dalam Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qurniawan, Meril
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 1 No. 2 (2014): Desember
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3584.306 KB)

Abstract

Sekolah sebagai lembaga pendidikan menjadi sarana yang tepat untuk memberikan pengetahuan, penanaman sikap hingga melahirkan perilaku yang tanggap bencana. Di dalam kaitannya dengan upaya penanggulangan bencana di Indonesia, sekolah sebagai ruang publik memiliki peran nyata dalam membangun ketahanan masyarakat. Tahun 2006, LIPI dan UNESCO mengadakan penelitian di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Aceh Besar, Kota Bengkulu, dan Kota Padang. Penelitian ini bertujuan melihat tingkat kesiapsiagaan bencana di sekolah, rumah tangga, dan komunitas dengan 5 parameter (pengetahuan, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan, dan mobilisasi sumber daya). Ditemukan bahwa tingkat kesiapsiagaan di sekolah lebih rendah dibanding masyarakat serta aparat. Sekolah sebagai satuan pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan. Sekolah secara sadar dan terencana melakukan upaya mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam hal ini sekolah tetap terpercaya sebagai wahana efektif untuk membangun budaya bangsa, termasuk membangun budaya kesiapsiagaan bencana warga negara; yakni secara khusus kepada peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, lingkungan sekitar dan para pemangku kepentingan lainnya, dan secara umum kepada masyarakat luas. UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 menyebutkan bahwa fungsi dan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Konsep Dasar Dan Paradigma Manajemen Pembelajaran Paud Qurniawan, Meril
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 4 No. 1 (2017): Juli
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.007 KB)

Abstract

Learning can not be separated from the learning and teaching process, these two things can also be used as a scientific foundation in terms of basic concepts of learning. Scientific grounding in learning is related to philosophical, psychological, sociological, and communication ground. Philosophically learning means returning to human beings about the meaning of life that can be passed through the process of imitating, understanding, emerging, studying, and doing. While in the science of psychology, learning will be able to change human behavior while making human conscious must be like what. Some schools of psychology are still the foundation of education, including cognitive and behavioristic flows. Sociologically, with human learning can socialize and build society according to goals and expectations. In the end man will be aware of his position as a social being who can not live alone. Similarly, the foundation of communication that will not be removed from the learning process because the essence of learning is communication so that someone is able to understand. The direct involvement of learners in the educational process becomes a directed experience that is expected to be rooted in the students themselves. Because experience provides a positive direction on selection and organization of appropriate educational materials and methods, this is an effort to provide new directions for school work. Thus learn a process that can not directly spontaneous all innate potential, slowly to the ongoing process, by presenting various problems and conflicts that can be resolved or resolved by the child actively "by doing".
Desain Pembelajaran Berbasis Emotional Spiritual Quotient (ESQ) pada Masa Pandemi Covid 19 di Madrasah Ibtidaiyah Qurniawan, Meril
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2020): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v7i2.405

Abstract

ESQ-based learning includes two forms of learning, namely: learning that uses ESQ principles as a basis in the preparation of learning activities, and learning that uses ESQ concepts as part of the content of learning materials that are integrated in the material that has been determined in the content standards or curriculum. Learning based on ESQ principles is designed by combining several learning strategies in one learning process that contains elements of intrapersonal, interpersonal and existential intelligence. ESQ values ​​that are integrated in learning are manifested in self-control when getting a problem or opportunity before responding. These activities include: (1) inviting students to do activities only because of Allah, (2) inviting children to pay attention to others sincerely, helping sincerely, teaching and educating others in need, maintaining attitudes and behavior and follow the Prophet Muhammad SAW. (3) inviting students to always read and deepen the Qur'an and Hadith every day, (4) direct students to have short-term and long-term goals to determine important activities to do, (5) get used to reading prayer before starting the activity and evaluating each activity that has been carried out, (6) inviting students to get used to being orderly and orderly, having clear goals, (7) inviting students to try to achieve their goals.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Wordwall pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (Studi Kasus pada Kelas III di SDN Segulung 03, Dagangan, Madiun) Andari, Vigayuli; Qurniawan, Meril; Samsudin, Samsudin
Social Science Academic Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v2i1.4832

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) is an important subject in elementary schools/madrasah ibtidaiyah which has a central role in forming students' noble character and morals. In this digital era, the use of information and communication technology (ICT) in PAI learning has become a necessity to improve the quality and interest in student learning. When choosing teaching materials, you must also pay attention to the surrounding conditions, namely the condition of the students, facilities and infrastructure, etc. The low interest and motivation of students towards PAI subjects has inspired the author to try to innovate new learning media, namely through the Wordwall Platform application which provides various interesting features that can arouse students' attention, awareness and motivation to refocus on the material so that the main goal of education is achieved. namely being able to transfer knowledge to students.