Roos Akbar, Roos
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa 10 Bandung.

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Manajemen Taman Milik Pemerintah Kota Bandung Berbasiskan Pendekatan Manajemen Aset Akbar, Roos; Lukman, Azhari
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 3 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.695 KB)

Abstract

Abstrak. Manajemen aset merupakan pendekatan yang awalnya diterapkan oleh sektor privat dan terbukti menghasilkan keuntungan yang signifikan, sehingga mulai diadopsi oleh pemerintah untuk mengelola aset-aset publik. Penerapan manajemen aset di sektor publik lebih banyak pada pengelolaan infrastruktur seperti jaringan jalan (roads), rel kereta api (railroads), drainase (drainage), gorong-gorong (culverts), jaringan listrik (electricity), dan mulai meluas ke aset real property seperti lahan (lands) dan bangunan (buildings). Salah satu aset penting perkotaan adalah taman. Taman sebagai salah satu bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran dan manfaat yang besar bagi masyarakat perkotaan. Namun, kebanyakan manfaat taman sifatnya berorientasi jangka panjang dan tidak secara langsung memberikan keuntungan ekonomi yang besar seperti halnya mall, permukiman, pertokoan, dan fasilitas sosial lainnya. Akibatnya, seringkali keberadaan taman dikesampingkan. Beragam persoalan taman terkait kuantitas dan kualitas kerap dijumpai di kota-kota besar di Indonesia, salah satunya Kota Bandung. Untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut, pengelolaan taman dapat dilakukan dengan menerapkan konsep manajemen aset. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pendekatan manajemen aset terhadap taman berbasiskan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam rangka mengoptimalkan fungsi taman. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif melalui teknik wawancara dengan pihak-pihak terkait pengelolaan taman dan observasi lapangan pada taman-taman yang ada di wilayah penelitian.Abstract. Asset management is an approach that initially was applied by private sector and had been proven to generate significant benefits to the corporate. Therefore, this concept was adopted by government to manage public assets. The implementation of asset management in public sectors tends to be applied for infrastructure management such as roads, railroads, drainage, culverts, electricity, and starting to expand for real property assets such as lands and buildings. One of many important city assets is park. Park as a part of green space has been playing a great role and giving so much benefit for the citizen. Unfortunately, most of the benefits of parks are long-term oriented and do not instantly provide great economic benefits as mall, housing, shopping center, and other social facilities do. Consequently, the presence of park is being neglected often. Various issues related to quantity and quality of park is found in big cities in Indonesia, such as Bandung City. In order to resolve these issues, park management could be conducted by implementing asset management concept. This research aims to apply asset management approach to the park, based on Geographic Information System (GIS) in order to optimize the function of the park. This study used a descriptive methodology through technical interviews with relevant parties and field observations at existing parks in the area of research.
Strategi Pengembangan Basis Data Perencanaan Tata Ruang Akbar, Roos
Journal of Regional and City Planning Vol 15, No 3 (2004)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.599 KB)

Abstract

Experience in planning shows that in Indonesia data mainly the digital data are still not considered important at various level of user and producer. As the consequences many planning products are not based on a proper data in terms of availability, reliability, compatibility in Indonesian context about the digital data for planning. This paper aims at proposing a concept and strategies to better develop GIS-based data construction in Indonesia.Keywords: basis data digital, penataan ruang, sistem informasi geografis
Manajemen Aset Sebagai Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah di Kota Bandung Akbar, Roos; Wijaya, I Ketut
Journal of Regional and City Planning Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1567.086 KB)

Abstract

Historical buildings in the City of Bandung are facing several problems in their functionality changes, physical and the architecture/design changes, neglect, absence of local regulations on historic building conservation and lack of spatial information systems of assets. The city has tried to control through licensing, control over city planning, and assistance. However, the fact that problems still occur in the field showed the government’s efforts  are not yet effective. This paper aims to propose the use of management assets as a tool to conserve the historical building in Bandung. Employing the approach in assest management, all historical buildings in Braga area in City of Bandung are assessed and categorized. Using the five stages of asset management the result shows that managing and conserving historical building will be much more systematically easier. It is recommended that asset management as an approach need to be employed in the effort to preserve historical buildings.
ASSETMANAGEMENTIN HISTORIC BUILDINGS CONSERVATION: CASE OFBRAGA AREABANDUNG AKBAR, ROOS
ASEAN Journal on Hospitality and Tourism Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.366 KB)

Abstract

This paper tries to explore the initial possibility of asset management in managing assets governed by the local government. In this research, historic building assets conservation is treated as a model in implementing asset management. Asset management model is implemented in many places in managing infrastructure network, but has never been implemented in historic building management in Indonesia. Quite different than any other modeling in general, the case for historic building should iteratively relate to the characteristics and issues of historic buildings and any management opportunities that can be done by the government as the responsible party in managing historic buildings. Asset management implementation in this research initiated with identifications of related attributes of the historic building assets based on available and applicable management possibilities. This paper shall not explore the detail exposition of each attributes found, but the approach that is implemented through asset management which shows comprehensive understanding on this issue of historic building management.The effort of understanding the issues and types of management that is possible in historic building that then may give rise to the identification attributes of this issue that shall be the start of asset management implementation for historical buildings based on information system. It is also understood that this study may be further developed especially in drilling down the attributes used prior to asset management model implementation.
Persepsi Masyarakat Terhadap Nilai-Nilai Signifikan Demi Keberlanjutan Pusaka Perkotaan Meutia, Zya Dyena; Akbar, Roos; Zulkaidi, Denny
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.104-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi kontribusi pemahaman mengenai nilai-nilai signifikan yang membentuk pusaka dan merumuskannya dari pemahaman persepsi masyarakat. Dalam literatur, pusaka adalah proses budaya dan sosial yang berhubungan dengan kegiatan mengingat dan membentuk identitas. Tentunya pemahaman ini berbeda dari gagasan bahwa pusaka hanya berupa objek material yang memiliki nilai sejarah dan estetika saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data menggunakan survei online dalam bentuk kuesioner dan mengambil kasus di kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh yaitu kawasan kapal PLTD Apung, Masjid Uleu Lheu dan sekitarnya yang terdapat pemakaman massal, hutan bakau dan tempat-tempat lain yang muncul pascabencana. Hasil analisis dan data survey menunjukkan bahwa teori yang didominasi oleh pemahaman barat berfokus pada nilai-nilai material, usia, autentisitas dan integritas kurang berlaku dalam kasus pascabencana dimana yang lebih signifikan adalah nilai-nilai intangible seperti nilai memori, spiritual, konsensus, pengetahuan lokal dan nilai-nilai lainnya yang perlu dipikirkan kembali sebagai dasar dalam menetapkan sebuah kawasan pusaka demi keberlanjutan pusaka perkotaaan.
Nilai-nilai Signifikan Pusaka dalam Persepsi Publik di Kawasan Pasca Bencana Meutia, Zya Dyena; Akbar, Roos; Zulkaidi, Denny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 2 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v8i2.119

Abstract

Pusaka merupakan salah satu unsur penting dalam perencanaan kota. Pusaka dapat terbentuk karena nilai-nilai signifikan yang melekat padanya, namun selama ini acapkali pusaka dianggap penting jika memiliki nilai-nilai berkarakteristik baik dan positif pada sebuah kawasan berupa bangunan, kelompok bangunan dan monumen. Padahal tidak hanya itu, pusaka terbentuk dari nilai-nilai signifikan yang komprehensif baik akibat peristiwa baik maupun buruk dan nilai usia tidak menjadi pertimbangan utama lagi. Tujuan penelitian ini adalah pemikiran komponen nilai-nilai dalam perencanaan pusaka yaitu nilai tangible dan nilai intangible yang membangkitkan nilai-nilai dalam masyarakat untuk melestarikan pusaka. Penelitian ini memakai metode gabungan dengan pendekatan interpretatif dari hasil survei online dan wawancara mendalam karena berupaya mengkonstruksikan keberadaan nilai-nilai signifikan kultural dalam persepsi publik yang memandang sebuah kawasan sebagai pusaka dengan mengambil kasus di beberapa kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh seperti kawasan kapal PLTD Apung dan sekitarnya. Hasil pembahasan yang didapatkan adalah persepsi publik akan nilai-nilai pembentuk pusaka lebih menekankan pada nilai-nilai intangible seperti, nilai memori, nilai sense of place, nilai spiritual dan nilai tradisi sebagai bentuk pembelajaran dengan mengenang peristiwa besar yang dimanifestasikan dalam bentuk-bentuk fisik di kawasan pasca bencana.
Perencanaan Pusaka dan Nilai-nilainya dalam Persepsi Publik Meutia, Zya Dyena; Akbar, Roos; Zulkaidi, Denny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.129

Abstract

Perencanaan pusaka adalah bagian dari perencanaan tata ruang kota karena proses pelestarian lanskap bersejarah seharusnya akan berpengaruh terhadap keseluruhan bentuk ruang kota mengingat objek yang dilestarikan tersebut umumnya merupakan objek vital suatu kota. Tujuan penelitian ini adalah pemikiran komponen nilai-nilai dalam perencanaan pusaka terutama nilai memori yang membangkitkan nilai-nilai dalam masyarakat dengan memperlakukan pusaka sebagai sebuah proses mengingat dan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik lagi serta menanggapi perubahan struktur kota sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses sosial dan budaya. Penelitian ini memakai paradigma konstruktivis dengan pendekatan interpretatif karena berupaya mengkonstruksikan keberadaan nilai-nilai signifikan kultural dalam persepsi publik memandang sebuah kawasan sebagai pusaka dengan mengambil kasus di beberapa kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh seperti kawasan kapal PLTD Apung dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa survei online dan juga wawancara karena nilai-nilai signifikan kultural merupakan sebuah konstruksi sosial sehingga dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam.