Anna Rejeki Simbolon, Anna Rejeki
Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENCEMARAN BAHAN ORGANIK DAN EUTROFIKASI DI PERAIRAN CITUIS, PESISIR TANGERANG Simbolon, Anna Rejeki
Pro-Life Vol 3, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cituis Waters is one that is in the waters of the Coastal Tangerang and directly adjacent to the commercial and port activities in Tangerang and Jakarta. The waters of an estuary of the river that crosses the region Cirarab Tangerang and Jakarta. The high activity of settlements and industries throughout the area of Tangerang and Jakarta generate organik waste and empties into the waters Cituis. High organik matter content in waters will result in eutrophication waters. This study aims to determine the content of organik matter in the waters Cituis and indications of eutrophication in the waters. Sampling of random sampling survey carried out in five sampling points along BOD5ies Cituis April 2013. Descriptive analysis by the Ministry of Environment Decree Number 51 of 2004 on marine water quality standards for water biota. Nitrate and phosphate are high and have passed the quality standards set so that these waters are indicated experiencing eutrofikasi. The content of BOD5 and DO are still in accordance with the quality standards set.
Analisis Risiko Kesehatan Pencemaran Timbal (Pb) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Cilincing Pesisir DKI Jakarta Simbolon, Anna Rejeki
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.807 KB) | DOI: 10.14203/oldi.2018.v3i3.207

Abstract

Perairan Cilincing merupakan salah satu muara sungai di pesisir DKI Jakarta dengan aktivitas industri dan masyarakat yang terus meningkat. Aktivitas tersebut tentunya menghasilkan limbah yang mengandung logam berat timbal dan masuk kedalam perairan. Pencemaran air akan mempengaruhi kesehatan manusia yang berinteraksi langsung maupun tidak langsung di perairan tersebut. Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu biota bentos yang dominan di Perairan Cilincing dan menjadi salah satu bahan makanan bagi masyarakat DKI Jakarta. Kerang hijau yang terpapar logam timbal pada konsentrasi tertentu akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Sehingga diperlukan analisis pencemaran perairan hingga risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan pencemaran khususnya logam timbal yang terdapat pada kerang hijau terhadap manusia. Penelitian dilakukan di Perairan Cilincing, Pesisir DKI Jakarta, pada September hingga Desember 2017 dengan menggunakan metode survey untuk mengetahui kondisi lingkungan terkini. Parameter yang dianalisa antara lain, Total Suspended Solid (TSS), Logam Pb pada air, sedimen dan kerang hijau. Analisa risiko kesehatan pencemaran logam timbal dilakukan dengan menggunakan model analisis risiko SEDISOIL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam Pb di sedimen dan kerang hijau  jauh diatas baku mutu sehingga kerang hijau dari perairan tersebut tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari nilai risiko kesehatan (RQ) yang telah melebihi satu pada masing-masing lokasi pengambilan sampel
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF DENGAN RISIKO PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI BALI [THE RELATIONSHIP BETWEEN PERMISSIVE PARENTING PATTERNS AND THE RISK OF CYBERBULLYING BEHAVIOR IN ADOLESCENTS AT ONE SENIOR HIGH SCHOOL IN BALI] Suandewi, Ni Putu Putri; Pasaribu, Jesika; Simbolon, Anna Rejeki
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i1.8157

Abstract

Cyberbullying behavior among teenagers can have physical, psychological, and emotional impacts on the victim. Cyberbullying behavior can be influenced by several factors, one of which is parental parenting. Parents with a permissive parenting style are a parenting style that liberates children. This research aims to determine the relationship between parents' permissive parenting patterns and the risk of cyberbullying behavior among teenagers in public high schools in Bali. This research used a cross-sectional design with purposive sampling of 95 respondents from a total population of 1,744 students. The sample criteria in this study were students from one of the State High Schools in Bali who had violated school rules and regulations. The measuring tools used were a permissive parenting style questionnaire with nine statements and a risk questionnaire for cyberbullying behavior with 36 statements. Univariate analysis of permissive parenting patterns showed that parents with permissive parenting patterns raised 84.2% of respondents. Univariate analysis of the risk of cyberbullying behavior showed that 64.2% of respondents have a high risk of cyberbullying behavior. Bivariate Chi-Square analysis indicated that there was a relationship between parents' permissive parenting style and the risk of cyberbullying behavior (p-value = 0.001). One might take steps to mitigate the risk of cyberbullying by gaining a thorough comprehension of the perils associated with such activity. In addition, parents can mitigate lax parenting tendencies by assuming control over their children's social media activity and imparting knowledge about cyberbullying. BAHASA INDONESIA Perilaku cyberbullying di kalangan remaja dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan emosional korban. Perilaku cyberbullying dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya yaitu pola asuh orang tua. Orang tua dengan pola asuh permisif merupakan pola asuh yang membebaskan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh permisif orang tua dengan risiko perilaku cyberbullying pada remaja di SMA Negeri di Bali. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 95 responden dari total populasi 1.744 siswa. Kriteria sampel dalam penelitian ini yaitu siswa – siswi salah satu SMA Negeri di Bali yang pernah melanggar tata tertib sekolah. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner pola asuh permisif orang tua sebanyak 9 pernyataan dan  kuesioner risiko perilaku cyberbullying sebanyak 36 pernyataan. Analisis univariat pola asuh permisif menunjukkan bahwa 84.2% responden diasuh orang tua dengan pola asuh permisif. Analisis univariat risiko perilaku cyberbullying menunjukkan bahwa 64.2% responden memiliki risiko perilaku cyberbullying yang tinggi. Analisis bivariat Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan risiko perilaku cyberbullying (p-value = 0.001). Upaya pencegahan risiko perilaku cyberbullying dapat dilakukan oleh diri sendiri yaitu memahami bahaya cyberbullying. Selain itu, orang tua dapat mengurangi pola asuh permisif dan mulai mengontrol kegiatan anak di sosial media dan memberikan edukasi terkait cyberbullying. 
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF DENGAN RISIKO PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI BALI [THE RELATIONSHIP BETWEEN PERMISSIVE PARENTING PATTERNS AND THE RISK OF CYBERBULLYING BEHAVIOR IN ADOLESCENTS AT ONE SENIOR HIGH SCHOOL IN BALI] Suandewi, Ni Putu Putri; Pasaribu, Jesika; Simbolon, Anna Rejeki
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i1.8157

Abstract

Cyberbullying behavior among teenagers can have physical, psychological, and emotional impacts on the victim. Cyberbullying behavior can be influenced by several factors, one of which is parental parenting. Parents with a permissive parenting style are a parenting style that liberates children. This research aims to determine the relationship between parents' permissive parenting patterns and the risk of cyberbullying behavior among teenagers in public high schools in Bali. This research used a cross-sectional design with purposive sampling of 95 respondents from a total population of 1,744 students. The sample criteria in this study were students from one of the State High Schools in Bali who had violated school rules and regulations. The measuring tools used were a permissive parenting style questionnaire with nine statements and a risk questionnaire for cyberbullying behavior with 36 statements. Univariate analysis of permissive parenting patterns showed that parents with permissive parenting patterns raised 84.2% of respondents. Univariate analysis of the risk of cyberbullying behavior showed that 64.2% of respondents have a high risk of cyberbullying behavior. Bivariate Chi-Square analysis indicated that there was a relationship between parents' permissive parenting style and the risk of cyberbullying behavior (p-value = 0.001). One might take steps to mitigate the risk of cyberbullying by gaining a thorough comprehension of the perils associated with such activity. In addition, parents can mitigate lax parenting tendencies by assuming control over their children's social media activity and imparting knowledge about cyberbullying. BAHASA INDONESIA Perilaku cyberbullying di kalangan remaja dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan emosional korban. Perilaku cyberbullying dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya yaitu pola asuh orang tua. Orang tua dengan pola asuh permisif merupakan pola asuh yang membebaskan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh permisif orang tua dengan risiko perilaku cyberbullying pada remaja di SMA Negeri di Bali. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 95 responden dari total populasi 1.744 siswa. Kriteria sampel dalam penelitian ini yaitu siswa - siswi salah satu SMA Negeri di Bali yang pernah melanggar tata tertib sekolah. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner pola asuh permisif orang tua sebanyak 9 pernyataan dan  kuesioner risiko perilaku cyberbullying sebanyak 36 pernyataan. Analisis univariat pola asuh permisif menunjukkan bahwa 84.2% responden diasuh orang tua dengan pola asuh permisif. Analisis univariat risiko perilaku cyberbullying menunjukkan bahwa 64.2% responden memiliki risiko perilaku cyberbullying yang tinggi. Analisis bivariat Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan risiko perilaku cyberbullying (p-value = 0.001). Upaya pencegahan risiko perilaku cyberbullying dapat dilakukan oleh diri sendiri yaitu memahami bahaya cyberbullying. Selain itu, orang tua dapat mengurangi pola asuh permisif dan mulai mengontrol kegiatan anak di sosial media dan memberikan edukasi terkait cyberbullying. 
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kelurahan Bojong Baru Pirez, Rosalina Gastao; Novita, Regina Vidya Trias; Simbolon, Anna Rejeki
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16428

Abstract

ABSTRACT Based on WHO data, one in three (35%) women in the world have experienced physical and or sexual violence committed by their husbands or non-intimate partners. Efforts have been made for legal protection by making Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence (PKDRT Law). Domestic violence can cause physical, psychological, sexual, and economic misery. The purpose of this study was to identify factors associated with the incidence of domestic violence in Bojong Baru Village. The research design used is quantitative cross-sectional technique approach. Sample 102 respondents with purposive sampling technique. The results showed there was a relationship between income (0.016); age of marriage (0.018); occupation (0.006) with the incidence of domestic violence in Bojong Baru Village. The lack of knowledge makes victims accustomed to the violence experienced. Conclusion Domestic violence knowledge must be given early so that it is easy to recognize and overcome as early as possible. It is recommended that the family and local environment supported by the local government participate in promotive and preventive measures against the incidence of domestic violence Keywords: Violence, Income, Age of Marriage, Occupation, Knowledge  ABSTRAK Berdasarkan data WHO satu dari tiga (35%) wanita di dunia pernah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual yang dilakukan oleh suami maupun non-pasangan intim mereka. Upaya yang telah dilakukan perlindungan hukum dengan membuat UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). KDRT dapat membuat kesengsaraan secara fisik, psikologis, seksual, maupun ekonomi. Tujuan penelian ini adalah mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian KDRT di Kelurahan Bojong Baru. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan teknik cross – sectional. Sampel 102 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan ada hubungan antara pendapatan (0.016); usia pernikahan (0.018); pekerjaan (0.006) dengan kejadian KDRT di Kelurahan Bojong Baru. Tingkat pengetahuan yang kurang membuat korban terbiasa dengan kekerasan yang dialami. Kesimpulan pengetahuan KDRT harus diberikan sejak dini agar mudah dikenali dan diatasi sedini mungkin. Sebaiknya keluarga dan lingkunagn setempat didukung oleh pemerintah daerah ikut serta dalam tindakan promotif dan preventif terhadap kejadian KDRT. Kata Kunci: Kekerasan, Ekonomi, Usia Pernikahan, Pekerjaan, Tingkat Pengetahuan
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI RIBO NUCLEIC ACID YANG BERBEDA PADA JARINGAN MANTEL KERANG BIRU (Mytilus edulis) Simbolon, Anna Rejeki
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 2 (2023): (Juni, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.2.2023.129-139

Abstract

Kerang biru (Mytilus edulis) merupakan salah satu sentinel spesies yang dapat bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan, bahkan di daerah dengan tekanan tinggi, namun kemampuan fisiologisnya masih belum  banyak diketahui hingga saat ini. Regulasi fisiologis hewan dapat diketahui dengan mengetahui karakteristik genotip hewan melalui analisis genomik. Salah satu tahap yang diperlukan dalam analisis genomik adalah ekstraksi RNA. Perolehan kualitas dan kuantitas RNA yang baik merupakan langkah awal yang penting untuk analisis genomik selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ekstraksi RNA yang berbeda pada jaringan mantel kerang biru agar dapat dihasilkan kualitas dan kuantitas RNA yang baik untuk analisis genomik. Dua metode ektraksi RNA yaitu menggunakan RNAqueous Phenol-free total RNA Isolation dan TRIzolTM. Reagent. Data berupa hasil deskriptif dan kuantitatif, RNA yang telah berhasil diekstraksi dinilai kualitas dan kuantitasnya dengan menggunakan alat Agilent 5300 Fragment Analyzer. Penggunaan RNAqueous Phenol-free total RNA Isolation dalam mengekstraksi jaringan mantel kerang biru tidak dapat dilakukan dengan baik. Penggunaan metode ekstraksi RNA dengan Kit TRIzolTM Reagent menghasilkan ekstrak RNA jaringan mantel kerang biru dengan nilai konsentrasi total RNA berkisar 48,91-392,38 ng mL-1, nilai RNA Quality Number (RQN) berkisar 7,6-9,6 dan rasio 28S:18S berkisar 0-3,5. Metode TRIzolTM Reagent kit memiliki efektifitas lebih baik dalam menghasilkan ekstrak RNA pada jaringan mantel kerang biru dengan kualitas dan kuantitas RNA yang baik.The blue mussel (Mytilus edulis) is a sentinel species that can survive in various environmental conditions, even in high pressure areas, but its physiological abilities has not been widely known. Marine physiological regulation can be known by knowing the characteristics of the biota genotype through genomic analysis. One of the steps required in genomic analysis is RNA extraction. Obtaining good quality and quantity of RNA is an important first step for further genomic analysis. This study aimed to compare different RNA extraction methods in blue mussel mantle tissue, so that it is expected to produce good RNA for genomic analysis. Two RNA extraction methods used were RNAqueous Phenol-free total RNA Isolation and TRIzolTM. Reagents. The data were in the form of descriptive and quantitative results, the quality and quantity of RNA that has been successfully extracted is assessed using the Agilent 5300 Fragment Analyzer. The use of RNAqueous Phenol-free total RNA Isolation in extracting mantle tissue of blue mussel cannot be carried out well. The use of the RNA extraction method with the TRIzolTM Reagent Kit produced RNA extract of blue mussel mantle tissue with total RNA concentration values ranging from 48,91-392,38 ng mL-1, RNA quality number (RQN) ranging from 7.6-9.6 and ratio of 28S:18S ranging from 0-3.5. The TRIzolTM Reagent kit method had better effectiveness in producing RNA extract from blue mussel mantle tissue with good quality and quantity of RNA.
HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA IBU PADA MASA POST PARTUM DENGAN MENYUSUI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS ULU MORO’O NIAS BARAT TAHUN 2022 Gulo, Hendrika Hartati; Novita, Regina Vidya Trias; Simbolon, Anna Rejeki
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Volume 7, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i1.5183

Abstract

The WHO recommends that exclusive breastfeeding for six months must be carried out worldwide because it has benefits for both mother and baby, and is the baby's right to get breast milk. This study aims to determine whether there is a relationship between maternal breast care in the postpartum period and exclusive breastfeeding at the Ulu Moro'o Health Center, West Nias. This research is a quantitative study using an analytic design with a cross-sectional approach. The number of 60 respondents is based on the Slovin formula, with a total sampling in December 2021. Data collection uses a questionnaire about characteristics and breast care. The results showed that the majority (90%) were female reproductive age 20-35 years old, household work (91.7%), multiparous (61.7%), normal delivery (90%), and breastfeeding history was not the first experience (78.3%). The results of the chi-square test showed that there was no relationship between breast care (massage p= 0.467; warm or cold compresses p= 0.601) of mothers during the postpartum period with exclusive breastfeeding, so it was concluded that breastfeeding problems could not only be overcome by breast care such as massage or breastfeeding. However, it requires the cooperation of health workers in making skin-to-skin contact and IMD which is the first step in maintaining breastfeeding. The Puskesmas is expected to provide alternatives or other methods of breast care as well as education at least twice during pregnancy to mothers according to government regulations and intensive assistance to mothers in carrying out breast care education.
IDENTIFIKASI MOLEKULAR DAN STRUKTUR FILOGENETIK MOLUSKA (GASTROPODA DAN BIVALVIA) DI PERAIRAN BIAK, PAPUA Simbolon, Anna Rejeki; Aji, Ludi Parwadani
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 13, No 1 (2021): (April) 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.13.1.2021.%p

Abstract

Perairan Biak di wilayah Papua termasuk kawasan segitiga terumbu karang dengan tingkat keanekaragaman spesies yang tinggi, salah satu diantaranya adalah Phylum Moluska, namun lebih dari 90% spesies Moluska belum terdokumentasi secara akurat. Sebagai biota dengan keanekaragaman spesies yang tinggi, kesamaan morfologi cangkang moluska sering ditemukan sehingga menyebabkan kesulitan dalam identifikasi yang tepat. Untuk hal tersebut penanda molecular “DNA mitokondria cytochrome oxidase I” (mt-COI), biasa disebut DNA barcoding , dapat diterapkan untuk identifikasi species. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies Moluska dengan menggunakan DNA barcoding serta menyusun struktur filogenetik Moluska di perairan Biak, Papua. Contoh biologi Moluska diambil dengan metode jelajah di area padang lamun pada saat air surut. Analisis DNA menggunakan primer universal LCO 1490 dan HCO 2198, pengeditan dan pengurutan sekuen DNA dengan program Geneious ver 9 dan program BLAST. Struktur filogenetik dilakukan dengan metode neighbor joining (NJ) pada model Kimura-2. Hasil menunjukkan spesies moluska yang berhasil diidentifikasi secara molecular terdiri dari 23 spesies dengan tingkat kesamaan 97-100%. Pohon filogenetik menunjukkan pengelompokkan spesies berdasarkan ordo, famili hingga genus yang berbeda. Nerita sp. memiliki jarak genetik terendah dan nilai bootstrap yang tinggi serta memiliki kesamaan warna dan pola yang hampir sama sehingga sering terjadi kesalahan identifikasi secara morfologi. Hasil analisis memperlihatkan DNA barcoding dapat digunakan dalam identifikasi spesies moluska dengan cepat dan akurat serta memberikan keragaman spesies yang tinggi. Identifikasi secara molekular dengan menggunakan DNA barcoding dapat dijadikan alat dalam mengidentiifkasi spesies moluska secara lebih tepat sehingga pengelolaan spesies akan tepat sasaran serta bermanfaat bagi kajian pengelolaan selanjutnya.Biak waters in the Papua region are included in the coral reef triangle area with a high level of species diversity, one of which is the Mollusc Phylum, but more than 90% of Mollusc species have not been accurately documented. As a biota with high species diversity, similarity in morphology of mollusk shells is often found, causing difficulties in proper identification. For this reason, the molecular marker “mitochondrial DNA cytochrome oxidase I” (mt-COI), commonly called DNA barcoding , can be applied for species identification. This study aims to identify mollusc species using DNA barcoding and compose the phylogenetic structure of molluscs in the waters of Biak, Papua. Mollusc biology samples were taken by roaming the seagrass area at low tide. DNA analysis using universal primers LCO 1490 and HCO 2198, editing and sequencing DNA with the Geneious ver 9 program and the BLAST program. The phylogenetic structure was carried out using the neighbor joining (NJ) method on the Kimura-2 model. The results show that the mollusk species that have been identified molecularly consist of 23 species with a similarity level of 97-100%. The phylogenetic tree shows the grouping of species based on different orders, families and genera. Nerita sp. has the lowest genetic distance and high bootstrap value and has almost the same color and pattern so that morphological identification errors often occur. The results of the analysis show that DNA barcoding can be used in the identification of mollusk species quickly and accurately and provides high species diversity. Molecular identification using DNA barcoding can be used as a tool in identifying mollusk species more precisely so that species management will be well targeted and useful for further management studies.
PENGGUNAAN DNA BARCODING DALAM MENGIDENTIFIKASI LARVA GASTROPODA (FAMILY CYMATIIDAE) DI PERAIRAN KEPULAUAN SANGIHE- TALAUD, SULAWESI UTARA Simbolon, Anna Rejeki; Ompi, Medy; Widyastuti, Ernawati; Wulandari, Diah Anggraini
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 13, No 3 (2021): (DESEMBER) 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.13.3.2021.%p

Abstract

Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud merupakan wilayah pemijahan hewan laut, sehingga berbagai jenis larva hewan laut dapat ditemukan di wilayah ini. Identifikasi larva gastropoda secara morfologi sangat sulit dilakukan karena tingginya kesamaan morfologi antar spesies pada fase larva. DNA Barcoding dapat digunakan untuk mengidentifikasi larva berbagai hewan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi larva gastropoda dari Family Cymatiidae di Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud. Sampel larva diambil dengan menggunakan alat Issaac Kid Midwater Tramp (IKMT) di kedalaman 1000 m di bawah permukaan laut pada siang dan malam hari. Barcoding DNA menggunakan primer universal LCO 1490 dan HCO 2198, pengeditan dan alignment sekuen DNA dalam Geneious ver. 9 dan identifikasi menggunakan BLAST di GenBank NCBI. Pohon filogenetik dikonstruksi menggunakan metode neighbor joining (NJ) dan model Kimura-2i dalam MEGA X. Sebanyak 39 spesimen larva Cymatiidae terdiri atas 6 genus yaitu Reticutriton, Monoplex, Turritriton, Cymatium, Gutturnium, dan Ranularia; lima spesies teridentifikasi: Reticutriton pfeifferianus, Monoplex aquatilus, Monoplex comptus, Cymatium cingulatum dan Gutturnium muricinum, dengan tingkat kesamaan 97,32-100%. Berdasarkan pohon filogenetik sebagian sekuen individu termasuk kelompok monofiletik sedangkan genus Monoplex bersifat polifiletik dan mengelompok dalam genus yang berbeda dengan nilai boostrap yang cukup tinggi. Jarak genetik antar spesies berkisar 0,0761-0,1737 dengan jarak genetik antar spesies terendah pada Monoplex comptus dan Reticutricon pfeifferianus. Penelitian ini menyimpulkan DNA barcoding dapat digunakan dalam mengidentifikasi larva Gastropoda khususnya family Cymatiidae. Identifikasi jenis hewan laut secara dini menjadi salah satu kunci penting dalam pengelolaan lestari jenis hewan laut. Identifikasi larva yang tepat akan berguna dalam pengelolaan konservasi suatu wilayah perairan.The seas around the Sangihe-Talaud Islands are a spawning ground for marine animals, so many marine animals' larva can be found in this area. Morphological identification of gastropod larvae is complicated because of the high morphological similarities between species in the larval stage. DNA Barcoding can be used to identify the larvae of various marine animals. This study aims to identify gastropod larvae, especially the family Cymatiidae, in the waters around the Sangihe-Talaud Islands. Larvae samples were collected using an Isaac Kid Midwater Tramp (IKMT) at a depth of 1000m below sea level day and night. DNA barcoding used the universal primers LCO 1490 and HCO 2198. DNA sequences were edited and aligned in Geneious ver nine and identified using the NCBI GenBank BLAST routine. A phylogenetic tree was constructed using the neighbor-joining (NJ) method with the Kimura-2 model. 39 Cymatiidae larvae were identified as belonging to 6 genera: Reticutriton, Monoplex, Turritriton, Cymatium, Gutturnium, and Ranularia; five species were identified: Reticutriton pfeifferianus, Monoplex aquariums, Monoplex computers, Cymatium cingulated and Gutturnium muricinum, with a similarity 97.32-100%. Based on the phylogenetic tree, some of the individual sequences belong to monophyletic groups, while the Monoplex genus is polyphyletic and grouped into several genera with relatively high bootstrap values. The genetic distance between species ranged from 0.0761-to 0.1737 with the lowest inter-species genetic distance between Monoplex computers and Reticutricon pfeifferianus. This study concludes that DNA barcoding can be used to identify gastropod larvae, in particular the family Cymatiidae. Early identification of marine animal species is an important key to the sustainable management of marine animals. Identification of gastropod larvae can support the conservation management of marine waters.