Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN MODEL STAD DIKOMBINASIKAN DENGAN MODEL ICM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA Sujarwo, Agus
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 16, No 1 (2015): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.285 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII B SMP N 1 Puring dengan model pembelajaran model STAD dikombinasikan dengan model ICM pada SMP Negeri 1 Puring tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi untuk mengukur motivasi belajar siswa, dan tes essay untuk mengukur prestasi siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi motivasi terhadap pembelajaran matematika dengan penerapan model STAD yang dikombinasikan dengan model ICM , dan soal tes evaluasi yang berbentuk soal uraian dalam materi kubus dan balok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Puring mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran dengan penerapan model STAD dikombinasikan dengan model ICM. Hal ini ditunjukkan dengan motivasi siswa yang sudah memenuhi indikator-indikator motivasi dan peningkatan tersebut juga ditunjukkan dengan rerata persentase motivasi belajar siswa yang mengalami peningkatan dari 57,03% pada pra siklus, menjadi 62,69% pada siklus I, dan 72,26% pada siklus II. Sedangkan untuk prestasi belajar siswa, rerata nilai mengalami peningkatan dari 66,78% pada pra siklus menjadi 70,62% pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 77,94%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model STAD dikombinasikan dengan model ICM dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Puring tahun pelajaran 2013/ 2014.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH ALIYAH DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM BERKELANJUTAN Sujarwo, Agus
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.7684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan dalam manajemen pendidikan Islam melalui studi kasus di madrasah. Kepemimpinan kepala madrasah memainkan peran krusial dalam membentuk lingkungan pendidikan yang islami dan kondusif bagi pengembangan karakter serta prestasi akademik siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, dengan informan utama berupa kepala madrasah, guru, dan staf administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah yang menerapkan kepemimpinan berbasis keteladanan, partisipatif, dan komunikatif mampu meningkatkan motivasi dan kedisiplinan di kalangan guru dan siswa. Selain itu, kepala madrasah yang aktif melakukan pembinaan karakter, pengembangan profesional guru, serta integrasi teknologi dalam kurikulum menunjukkan efektivitas dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa mengesampingkan nilai-nilai Islam. Kepemimpinan yang berbasis nilai-nilai Islami ini tidak hanya berdampak pada kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat hubungan antara madrasah, orang tua, dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif di madrasah berperan penting dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan Islam serta membangun citra positif madrasah di mata masyarakat.
AGAMA DAN NEGARA: Transformasi politik Religius Muhammad Natsir Sujarwo, Agus; Hidayat, Rahmat; Sugianto, Sugianto
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v4i2.15455

Abstract

Agama dan negara merupakan dua entitas yang saling membutuhkan, agama akan tegak kokoh jika mendapat naungan, perlindungan dan dukungan dari negara. begitupun sebaliknya negara akan tertata, tertib dan nyaman jika dalam kehidupan bernegaranya dipandu oleh nilai-nilai agama. Dalam rangka memadukan kedua intitas tersebut, tampaknya telah mengilhami pemikiran dan perjuangan Mohammad Natsir. Pada awal perjuangannya, M. Natsir bergerak pada bidang politik murni dengan misi ingin menjadikan Islam sebagai warna struktur pemerintahan negeri ini, Akan tetapi usahanya ini mendapatkan hambatan dari banyak pihak, diantaranya dari pihak yang menyatakan dirinya sebagai golongan nasionalis dan juga komunis. Hambatan ini tidak lantas menghentikan perjuangan Natsir, tetap dengan misi yang sama, yakni ingin memberikan warna Islam dalam perpolitikan yang ada di bangsa Indonesia, Perjuangan Natsir bertransformasi kepada pergerakan syiar Islam dengan mendirikan lembaga Dewan Dakwa Islamiyah Indonesia (DDII). Tema ini menarik untuk diteliti untuk mendapatkan gambaran secara keselurahan bagaimana pemikiran dan perjuangan Mohammad Natsir dalam transformasi politik religius yang ia lakukan. Dalam tulisan ini peneliti menggunakan metode Analisis konten yang didukung dengan beberapa bahan literatur seperti dari artikel jurnal, buku dan  sumber lainnya. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan ada tiga poin penting bentuk transformasi politik religius yang ditempuh oleh Muhammad Natsir, yakni; mempertahankan Islam dari paham pemisahan agama dan negara, Memperjuangkan Syariah Islam diakui secara konstitusional dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang kamil melalui Kaderisasi, ketauladanan dan penugasan. Secara sederhana maksud dari ketiga poin temuan tersebut yakni memperjuangkan Islam di kancah kenegeraan dengan basis politik yang religius.
Kerukunan Agama di Indonesia: Sebuah Kajian Teologis Praktis Sujarwo, Agus; Hidayat, Rahmat; Sugianto, Sugianto
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v6i1.15897

Abstract

Abstract;Religious differences are part of sunatullah. Indonesia itself consists of various religions, which of course causes social problems and conflicts. This research provides an insight into the condition of inter-religious harmony in Indonesia from an Islamic religious perspective. The research process was carried out using qualitative methods based on literature data with content analysis and using the theory of Agreeing in Disagreement offered by Abdul Mukti Ali to achieve religious harmony, especially in Indonesia. Based on the results of research in Indonesian society, the reality is that not all regions and individuals use Agree in Agreement, namely, on the other hand, there are those who do not agree with this due to several factors, both internal and external, such as economic and political causes. Some areas that do not apply the theory of harmony occur in the areas of Ambon, North Maluku-Maluku, Poso, Sampit and Sambas, as well as several other areas, so this could trigger problems of harmony between religious communities in Indonesia.Keywords:Difference; Religious Harmony. Abstrak;Perbedaan agama merupakan bagian dari sunatullah. Di Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam agama yang tentunya hal ini menyebabkan masalah dan konflik sosial. Penelitian ini memberikan pandangan mengenai kondisi kerukunan antar umat beragama di Indonesia melalui perspektif agama islam. Proses penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang berdasarkan pada data kepustakaan dengan analisis isi (content analysis) dan menggunakan teori Agree in disagreement (setuju dalam ketidaksetujuan) yang ditawarkan oleh Abdul Mukti Ali untuk mencapai kerukunan umat beragama khususnya di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dalam masyarakat Indonesia realitanya tidak semua wilayah dan individu yang menggunakan Agree in disagreement yaitu pada sisi lain ada yang tidak setuju dengan hal tersebut karena beberapa faktor baik internal maupun eksternal seperti disebabkan oleh ekonomi dan politik. Beberapa daerah yang tidak menerapkan teori kerukunan tersebut terjadi pada wilayah Ambon, Maluku-maluku Utara, Poso, Sampit dan Sambas, serta beberapa daerah lainnya maka hal ini bisa menjadi pemicu terjadinya problem kerukunan antar umat beragama di Indonesia.Kata Kunci:   Kerukunan Beragama; Perbedaan.
Implementasi Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Karakter: Strategi Pembangunan Karakter Siswa di Madrasah Sujarwo, Agus
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1174

Abstract

The purpose of this study is to investigate the management of Islamic education based on the character based on the context of the development of Madrasas students. The main purpose of this study is to identify the management strategy that can be implemented in Madrasus in creating character characters, thanks to Islamian educational approaches. This study uses a method of reviewing the literature and analyzing various relevant reading sources, such as books, magazines, articles, and previous studies related to Islam education and character training management. Research results indicate that natural -based educational management can be implemented using three major pillars. First, integration into the learning process of the character learning program. Second, the role of Maras leaders in the supply of samples and politics management that supports the formation of personality. Third, when creating an environment that supports the development of student characters, it is to strengthen the sluggishness and cooperation between families and communities. Some of the challenges faced are the lack of trained human resources in character education and the lack of synergy between schools, parents and society. In conclusion, character-based management of Islamic madrasah education is very important to create a generation that is not only academically intelligent but also possesses noble character. For this reason, more comprehensive policies and closer cooperation between schools, parents and society are needed to implement personality education
Implementasi Fungsi Manajemen Pada Pembelajaran Kitab Akhlaqul Banin Untuk Meningkatkan Akhlakul Karimah di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung Lampung Selatan Supriono, Agung; Sujarwo, Agus; Uliyah, Taqwatul
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2564

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of management functions in the integrated learning of the Akhlaqul Banin Book at the Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung Islamic Boarding School with a focus on improving students’ morals. This study uses a descriptive qualitative approach to understand the implementation of management functions in the learning of the Akhlaqul Banin Book at the Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung Islamic Boarding School and its influence on students’ morals. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, analyzed thematically based on management functions and moral indicators such as discipline, politeness, responsibility, and empathy. Data triangulation was used to ensure validity, while informants were selected by purposive sampling. The results of the study indicate that the success of the Akhlaqul Banin Book learning in improving morals at the Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung Islamic Boarding School is influenced by the implementation of structured and consistent management functions, including planning, organizing, and directing. Careful planning establishes moral targets such as discipline, courtesy, responsibility, and empathy, while organizing the tasks of teachers, caregivers, and group mentors ensures guidance tailored to the students' needs. Active guidance through lectures, practices, and daily moral guidance fosters students' motivation to emulate and internalize moral practices. The integration of these three management functions creates a holistic learning mechanism that supports character formation, behavioral transformation, and the ongoing internalization of noble morals within the Islamic boarding school environment.  
Reconstructing the Philosophy of Science in Islamic Educational Management: Theoretical Foundations and Contemporary Challenges Shobri, Muwafiqus; Wijaya, Mohamad Sugi; Ermansyah, KMS; Sujarwo, Agus
Jurnal Inovatif Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2026): January
Publisher : UII Darullughah Waddawah Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jimpi.v5i1.4273

Abstract

The development of Islamic educational management is confronted with increasingly complex conceptual challenges driven by globalization, digital transformation, and the growing demand for modern educational governance, thereby necessitating a strong and contextually grounded philosophical foundation. This article aims to reconstruct the philosophy of science underlying Islamic educational management as a theoretical framework capable of addressing contemporary challenges while remaining firmly rooted in Islamic values. The study employs a qualitative approach through a literature-based inquiry using narrative review and integrative review strategies, enriched by critical philosophical analysis of relevant scholarly publications in the fields of philosophy of science, educational management, and Islamic education. The findings reveal that existing theories and practices of Islamic educational management remain largely fragmented, with a dominant reliance on modern managerial paradigms that have not been fully integrated with Islamic ontological, epistemological, and axiological dimensions. A philosophical reconstruction is therefore required to reaffirm an Islamic educational ontology centered on the concept of insan kamil, an integrative epistemology that synthesizes revelation, rational inquiry, and empirical experience, and an axiology that positions tauhid, justice, and maslahah as the core orientations of educational management. This article contributes to strengthening the theoretical foundation of Islamic educational management by offering a holistic and contextual conceptual framework, while also providing strategic implications for the development of more adaptive, ethical, and sustainable managerial policies and practices within Islamic educational institutions in the contemporary era.