Supriono, Agung
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sindrom Neurosis Manusia Modern dan Syair Musik Gereja sebagai Kanal Kebudayaan Sasongko, Michael Hari; Supriono, Agung
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i1.835

Abstract

Munculnya berbagai bencana di segala bidang yang dialami manusia modern dewasa ini semakin membuat manusia mengidap neurosis: manusia dilanda kecemasan dan berujung pada kekecewaan-kekecewaaan. Berbagai kekecewaan itu membuat penyakit spiritual yang serius, yakni hilangnya harapan dan optimisme. Ini terjadi karena-menurut bahasa Sigmund Freud-Ego tidak lagi menjadi subjek individualitas manusia, tetapi telah menjadi hamba bagi Id, yang menyebabkan manusia telah kehilangan keberadabannya. Di sinilah musik gereja tampil, bukan hanya sebagai karya seni belaka, melainkan bentuk seni musik yang memiliki kuasa Roh lantaran syair-syairnya berorientasi pada Alkitab. Oleh karena itu, maka syair-syair musik gereja secara tidak langsung juga memiliki kuasa penyembuhan, selain secara psikologis juga memberi rasa nyaman, aman, damai, dan sejuk.
Sindrom Neurosis Manusia Modern dan Syair Musik Gereja sebagai Kanal Kebudayaan Sasongko, Michael Hari; Supriono, Agung
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i1.835

Abstract

Munculnya berbagai bencana di segala bidang yang dialami manusia modern dewasa ini semakin membuat manusia mengidap neurosis: manusia dilanda kecemasan dan berujung pada kekecewaan-kekecewaaan. Berbagai kekecewaan itu membuat penyakit spiritual yang serius, yakni hilangnya harapan dan optimisme. Ini terjadi karena-menurut bahasa Sigmund Freud-Ego tidak lagi menjadi subjek individualitas manusia, tetapi telah menjadi hamba bagi Id, yang menyebabkan manusia telah kehilangan keberadabannya. Di sinilah musik gereja tampil, bukan hanya sebagai karya seni belaka, melainkan bentuk seni musik yang memiliki kuasa Roh lantaran syair-syairnya berorientasi pada Alkitab. Oleh karena itu, maka syair-syair musik gereja secara tidak langsung juga memiliki kuasa penyembuhan, selain secara psikologis juga memberi rasa nyaman, aman, damai, dan sejuk.