Fransiska Nuning, Fransiska
Bagian Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Hasil Preparasi Servikal pada Model Kerja Gigi Tiruan Jembatan Nuning, Fransiska; Oktanauli, Poetry; Oktanauli, Poetry; Tyawati, Herjanti; Tyawati, Herjanti
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan preparasi tepi servikal merupakan elemen terpenting dalam mengevaluasi sebuah restorasi. Restorasi yang baik didapat dari hasil pencetakan yang akurat dengan tepi servikal yang sesuai. Sebuah restorasi dapat dikatakanberhasil bertahan di dalam rongga mulut jika tepi servikal dapat beradaptasi dengan permukaan garis tepi preparasi.Penelitian dilakukan pada 57 pasien dari mahasiswa yang sedang melakukan kerja di klinik prostodonsia. Kriteriapenelitian adalah tepat dan tidak tepat berdasarkan penelitian terdahulu yang mendapatkan hasil evaluasi sebanyak 70% pada model kerja. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi preparasi servikal pada model kerja yang termasuk tepat sebanyak 78,95%.ABSTRACT: Evaluation of Cervical Working Model Bridge Preparation. The accuracy of the cervical edge preparationis the most important element in evaluating a restoration. Good restoration results obtained from accurate impressionwith cervical corresponding side. A restoration was successful to survive in the oral cavity if it can adapt to the cervical edge surface preparation line side. The study was conducted on 57 patients of the students who are doing work in clinics Prosthodontics. Research criteria are appropriate and not appropriate based on previous research that gets results of the evaluation as much as 70% on the operating model. The results showed the assessment of cervical preparation in proper working model that included as many as 78,95%.
PENGARUH REBUSAN DAUN SIRIH 50% DAN 70% TERHADAP PENURUNAN JUMLAH Candida albicans PADA PLAT RESIN AKRILIK Heat Cured nuning, fransiska
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.783

Abstract

Gigi tiruan yang terbuat dari resin akrilik sering menjadi tempat pertumbuhan Candida albicans, dan bila tidak dibersihkan dengan baik akan menyebabkan Candidiasis. Gigi tiruan dapat dibersihkan untuk menghilangkan pertumbuhan Candida albicans, salah satunya adalah menggunakan tanaman daun sirih. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui berkhasiat sebagai antijamur dan desinfektan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan desain posttest control group design. Sampel penelitian yang digunakan yaitu 27 plat resin akrilik heat cured berukuran 10x10x2 mm. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 9 plat resin akrilik heat cured, yang direndam dalam rebusan daun sirih 50%, 70% dan aquadest sebagai kelompok kontrol selama 30 menit. Sebelum penelitian, plat resin akrilik direndam dalam saliva buatan selama 1 jam. Setelah dibilas dengan larutan NaCl fisiologis 0,85%, plat resin akrilik diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC didalam suspensi Candida albicans 108 CFU/ml. Kemudian dilakukan pengenceran seri 10-3, diambil 1 ml diteteskan pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) lalu diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC. Selanjutnya perhitungan Candida albicans dengan colony counter.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis.  Berdasarkan hasil analisa diperoleh nilai p= 0.000 (p<0.05), hal ini menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan bermakna antara masing-masing kelompok sampel. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rebusan daun sirih 50% dan 70% dapat menurunkan jumlah Candida albicans pada plat resin akrilik heat cured. Rebusan daun sirih 70% lebih menurunkan jumlah Candida albicans pada plat resin akrilik heat cured dibanding rebusan daun sirih 50%.
Pengaruh perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Hertiana, Elin; Ardiani, Femia Ayu; Nuning, Fransiska; Dewi, Susi R. Puspita
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.111222

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas merupakan material yang paling umum digunakan untuk basis gigi tiruan. Kebersihan gigi tiruan yang tidak dijaga dengan baik dapat menimbulkan penumpukan plak serta interaksi mikroorganisme yang menyebabkan peradangan yang disebut denture stomatitis. Salah satu mikroorganisme yang berperan menjadi penyebab denture stomatitis adalah bakteri Streptococcus mutans. Bahan desinfeksi alami yang berasal dari tanaman herbal dapat digunakan sebagai alternatif bahan kimia. Daun kemangi memiliki kandungan senyawa aktif minyak atsiri, tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian eksperimental laboratoris ini menerapkan post-test only group design. Jumlah sampel sebanyak 24 plat resin akrilik polimerisasi panas berukuran 10 x 10 x 2 mm. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu perendaman dalam ekstrak daun kemangi 10% selama 15 menit dan 30 menit serta perendaman dalam akuades sebagai kontrol negatif selama 15 menit dan 30 menit. Jumlah rata-rata Streptococcus mutans setelah perendaman selama 15 menit dalam ekstrak daun kemangi 10% adalah 17.333,33 CFU/ml dan dalam akuades adalah 108.333,33 CFU/ml. Jumlah rata-rata Streptococcus mutans setelah perendaman selama 30 menit dalam ekstrak daun kemangi 10% adalah 27.333,33 CFU/ml dan dalam akuades adalah 135.000 CFU/ml. Jumlah Streptococcus mutans setelah perendaman dalam ekstrak daun kemangi lebih sedikit dibandingkan dengan hasil perendaman dalam akuades, dengan hasil independent sample T-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn) 10% selama 15 menit potensial menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.