Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PELUANG DAN TANTANGAN PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Sabarisman, Muslim
Sosio Informa Vol 1, No 1 (2015): Sosio Informa
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya permasalahan sosial akibat dari terbatasnya layanan sosial dasar, saat ini membutuhkanpenanganan secara holistik dan komprehensif. Dalam situasi tersebut dibutuhkan akses terhadap pelayanansosial dasar dalam rangka mencapai taraf kesejahteraan dan kualitas hidup yang memadai. Untuk menjaminterpenuhinya hak sosial dan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan sosial padatingkat lokal, nasional, dan global, maka perlu dilakukan pembaharuan sistem kesejahteraan sosial secaraterencana, terarah, terpadu dan berkesinambungan. Menyikapi tantangan perubahan sistem kesejahteraansosial tersebut, penulis mencoba mengkaji bagaimana penyelenggaraan pelayanan sosial terpadu yangdilaksanakan di tingkat kabupaten. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimanapeluang dan tantangan implementasi Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Berau KalimantanTimur, sekaligus bagaimana rumusan kebijakan ke depannya. Data kajian dalam tulisan ini, diperolehmelalui studi literatur dari berbagai referensi yang ada. Selanjutnya data tersebut dianalisis melalui metodeStrengths, Weakness, Opportunities dan Threats (SWOT). Dari kajian tersebut dapat disimpulkan bahwaimplementasi Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Berau belum optimal. Hal ini dikarenakanmasih banyak hambatan dan kendala sebagai tantangan ke depannya yang harus diperbaiki. Namun adapeluang yang harus ditingkatkan dengan diperkuat oleh kebijakan-kebijakan yang mendukung dalamPelayanan Kesejahteraan Sosial sesuai dengan tujuan yang diharapkan.Kata Kunci: pelayanan kesejahteraan sosial, peluang, tantangan.
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SUKABUMI Sabarisman, Muslim
Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang ada Kota Sukabumi yang menjadi sasaran program dinas sosial. Program penanggulangan kemiskinan telah dilaksanakan, namun demikian belum ada data yang dapat menjelaskan sejauh mana efektivitas program tersebut. Berkaitan dengan permasalahan penelitian, maka penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengetahui peran dinas sosial Sukabumi dalam penanggulangan kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi dikumpulkan melalui hasil wawancara terstruktur, studi dokumentasi terhadap hasil penelitian terdahulu, laporan-laporan dan literatur yang relevan, dan observasi. Sebagai informan, yaitu petugas dinas sosial dan instansi sektoral terkait. Hasil penelitian membuktikan, bahwa peran dinas sosial Sukabumi dalam penanggulangan kemiskinan belum mencapai tujuan secara optimal. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah dan kualitas sumber daya manusia, anggaran yang belum mendukung, koordinasi masih lemah, sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program masih terbatas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada dinas sosial untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas program dengan instansi terkait di daerah, meningkatkan intensitas konsultasi dengan instansi sosial provinsi dan pusat.
FENOMENA KENAKALAN REMAJA DAN KRIMINALITAS Unayah, Nunung; Sabarisman, Muslim
Sosio Informa Vol 1, No 2 (2015): Sosio Informa
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun ini, masyarakat dikejutkan dengan sering terjadinya tindak kriminalitas diberbagai daerah terutama di perkotaan. Tidak dipungkiri tindakan kriminalitas yang terjadi di beberapadaerah dilakukan anak remaja, yang awalnya hanya kenakalan remaja yang biasa saja. Namun denganperkembangan jaman saat ini, kenakalan remaja sudah menampakkan pergeseran kualitas kenakalan yangmenjurus pada tindak kriminalitas, seperti mencuri, tawuran, membegal, memperkosa bahkan sampaimembunuh. Mencermati fenomena tersebut, penulis mencoba mengkaji dari berbagai kajian dan literaturyang berkaitan dengan tindak kriminalitas yang dilakukan remaja.Tulisan ini merupakan studi literaturdari berbagai referensi yang ada,kemudian data tersebut di kemas sebagai bahan data dan informasi yangdapat memberikan gambaran mengenai kondisi kenakalan remaja saat ini. Adapun tujuannya adalah inginmengetahui remaja dan psikologis remaja, faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja dan pergeserankualitas kenakalan yang dilakukan remaja. Kemudian bagaimana peran orang tua, sekolah dan masyarakatdalam menanggulangi kenakalan remaja. Oleh karena itu, dalam menangani kenakalan remaja ini, perluadanya kerjasama dari berbagai elemen yang terkait, baik pemerintahan selaku penegak hukum dan tokohtokohmasyarakat untuk membiasakan hidup tentram dan damai dalam melakukan segala sesuatu sesuaidengan aturan hukum yang berlaku di masyarakat, dengan melihat sisi psikologis individual pelaku, polaasuh keluarga, komunitas dan masyarakat secara luas.Kata Kunci: kenakalan remaja, pergeseran kualitas, kriminalitas
PERAN TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN Sabarisman, Muslim
Sosio Informa Vol 5, No 2 (2019): Sosio Informa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v5i2.1715

Abstract

Melihat jumlah penduduk miskin di Indonesia masih banyak, kemiskinan menjadi salah satu masalah besar yang menjadi  perbincangan di  masyarakat  luas. Penanggulangan kemiskinan selalu digiatkan oleh berbagai lapisan masyarakat dan pemerintahan dari tahun ke tahun. Salah satu penangulangan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah (Kementerian Sosial), yaitu Bantuan Sosial Pangan Non Tunai (BPNT). Pemerintah mentransformasi bantuan sosial yang diberikan ke dalam bentuk nontunai. Diharapkan, penerima bisa menggunakan bantuan sesuai kebutuhan. Untuk proses penyaluran bantuan sosial  ini, diperlukan juga para pendamping yang melaksanakan tugas dan fungsi Pendamping Bansos Pangan di lapangan. Para pendamping ini  mempunyai kewajiban untuk menjaga kelancaran program program berkaitan dalam pengentasan kemisknanan dalam masyarakat khususnya Bansos pangan hingga sampai ke KPM. Artikel ini merupakan hasil penelusuran bahan kepustakaan atau kajian terhadap data sekunder, dan didukung hasil catatan perbincangan dengan dua orang pendamping BPNT Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan pada bulan Agustus tahun 2018. Kemudian artikel ini membahas bagaimana peran pendamping sebagai orang-orang yang ada di garis terdepan, dan bekerja bahu membahu untuk mencapai target program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan, dan secara khusus menganalisis kapasitas/peran pendamping yang mendukung dalam rangka mengoptimalkan kelompok  dan individu untuk merubah ke arah perilaku KPM hidup mandiri, disertai dengan saran untuk meningkatkan peran pendamping yang lebih baik.Kata Kunci: penanggulangan kemiskinan, bantuan sosial non tunai, pendamping sosial, peran pendamping
BANTUAN PANGAN, KEMISKINAN DAN PERLINDUNGAN SOSIAL: KASUS BELITUNG TIMUR Sabarisman, Muslim; Suradi, Suradi
Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v9i3.2038

Abstract

Studi ini menggambarkan implementasi program bantuan makanan melalui Bantuan Makanan Non Tunai (BPNT). Bantuan makanan adalah bentuk bantuan sosial, dan bantuan sosial adalah bentuk perlindungan sosial. Perlindungan sosial adalah hak keluarga miskin, dan dalam kerangka itu, bantuan makanan juga merupakan hak keluarga miskin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus yang melibatkan pejabat desa, pejabat kecamatan, organisasi non-pemerintah dan layanan sosial Kabupaten Belitung Timur. Analisis kualitatif menghasilkan informasi deskriptif. Studi ini menemukan bahwa bantuan makanan mengurangi beban pengeluaran Kelompok Penerima Manfaat (KPM) untuk kebutuhan makanan. Dilihat dari perspektif perlindungan sosial, implementasi BPNT tidak optimal karena data tidak berkualitas, KPM tidak punya pilihan atas kebutuhan pangan, diarahkan untuk mendapatkan komoditas di e-warong tertentu dan lokasi pengambilan komoditas jauh dari tempat tinggal KPM. Temuan penelitian ini bermanfaat bagi Kementerian Sosial untuk menyempurnakan desain BPNT yang memberikan wewenang kepada KPM untuk mengendalikan komoditas yang dibutuhkan. Studi tentang BPNT telah banyak dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Tetapi sangat terbatas publikasi yang menganalisis dari perspektif perlindungan sosial. Menempatkan bantuan makanan dalam kerangka perlindungan sosial menjadi penting, karena melalui bantuan makanan ini KPM diharapkan berdaya. Kata kunci: bantuan sosial, pangan, kemiskinan, perlindungan sosial.
Kesejahteraan Semu dalam Dialektika Perilaku Bunuh Diri di Kabupaten Gunung Kidul: Tinjauan Sosial Psikologis Hakim, Lukman Nul; Prayoga, Reza Amarta; Ganti, Mery; Sabarisman, Muslim; Hidayatulloh, A. Nururrochman
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3235

Abstract

Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya rata-rata sebanyak 30 orang. Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah pola perilaku bunuh diri di Kabupaten Gunung Kidul.  Bagaimanakah penjelasan mengenai fenomena Pulung Gantung di Kabupaten Gunung Kidul. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pihak terkait dalam menyusun langkah preventif perilaku bunuh diri di Gunung Kidul. Metode penelitian kualitatif dengan teknik penelitian wawancara dan kajian literatur digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Untuk alasan etis, wawancara tidak dilakukan kepada penyintas ataupun keluarga pelaku bunuh diri, melainkan kepada pihak yang terlibat dalam penanganan bunuh diri di Gunung Kidul, diantaranya pihak pemerintah daerah, rumah sakit, kepolisian, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bunuh diri lebih banyak berjenis kelamin laki-laki, berusia diatas 58 tahun, berprofesi sebagai petani, dengan cara gantung diri, pada pukul 2 sampai dengan 3 dinihari, sering dilakukan di bulan maret, dengan motif faktor usia, penyakit menahun, dan tekanan ekonomi. Paling banyak terjadi Kelurahan Semin, Gedangsari, dan Wonosari. Penanganan fenomena bunuh diri membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah harus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lansia. Program Posyandu Lansia harus di intensifkan dengan menyasar kesehatan fisik dan psikis. DPRD harus mengawasi implementasi program pemerintah daerah. Perlu keterlibatan akademisi dan masyarakat
Peran Pendampingan Program Keluarga Harapan dan Program BPNT Dalam Penanganan Stunting: Studi Kasus di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Sabarisman, Muslim; Sulubere, Muhammad Belanawane
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.3333

Abstract

Abstrak: Studi ini meneliti bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako membantu mencegah stunting di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara. Dalam studi kasus ini, data dikumpulkan dari 30 responden, yang terdiri dari ibu rumah tangga yang memiliki anak balita, pendamping, dan stakeholder dari pemerintahan yang terlibat dalam pencegahan stunting. Pedoman wawancara terstruktur digunakan untuk pengumpulan data, dan analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan PKH dan Program Sembako membantu mencegah anak balita di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara dari stunting. Dalam hal ini, pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak mereka. Selain itu, PKH dan Program Sembako juga dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan dan ketersediaan bahan makanan yang bergizi, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Untuk memberikan dampak positif yang lebih besar dalam mencegah stunting di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara, penelitian ini menyarankan agar pendampingan PKH dan Program Sembako terus dikembangkan dan ditingkatkan. Selain itu, perlu dilakukan lebih banyak inovasi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan stunting, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Kata Kunci : PKH, Pendampingan, pencegahann stunting, pengetahuan, keterampilan, kesehatan
Kontribusi Model Kewirausahaan Sosial dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi dan Jaringan Sosial Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Mojokerto Sabarisman, Muslim; Arifin, Johan; Sulubere, Muhammad Belanawane
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 1 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i1.3502

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji kontribusi intervensi berbasis kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan jaringan sosial bagi penerima program bantuan sosial transfer bersyarat Indonesia, Program Keluarga Harapan. Melalui studi kasus pada Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) di Kabupaten Mojokerto, digunakan metode kualitatif dengan data yang dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan tinjauan dokumentasi dari penerima manfaat, pendamping sosial, dan dinas pemerintah daerah. Temuan menunjukkan bahwa ProKUS berhasil mendorong peningkatan relatif pendapatan keluarga melalui berbagai kegiatan usaha mikro seperti produksi sepatu dan penjualan makanan keliling. Selain itu, interaksi dalam komunitas kewirausahaan ini memperkuat jaringan sosial di kalangan penerima manfaat, menciptakan solidaritas dan saling dukung yang merupakan faktor penting bagi keberhasilan usaha. Akan tetapi terdapat beberapa tantangan dalam implementasi ProKUS, di antaranya keterbatasan modal, kurangnya keterampilan kewirausahaan, dan kendala akses teknologi. Studi ini merekomendasikan peningkatan akselerasi model peningkatan pendapatan KPM PKH melalui model kewirausahaan dengan pelatihan usaha yang lebih relevan, akses modal yang berkelanjutan, dan kemudahan izin administrasi usaha. Dengan mengatasi tantangan ini dan memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas usaha lokal, ProKUS berpotensi menciptakan keluaran ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat PKH menuju keamanan finansial yang merupakan prasyarat vital bagi upward mobility.   Kata kunci: Kewirausahaan, kewirausahaan sosial, kemandirian ekonomi, jaringan sosial.
Kesejahteraan Semu dalam Dialektika Perilaku Bunuh Diri di Kabupaten Gunung Kidul: Tinjauan Sosial Psikologis Hakim, Lukman Nul; Prayoga, Reza Amarta; Ganti, Mery; Sabarisman, Muslim; Hidayatulloh, A. Nururrochman
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3235

Abstract

Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya rata-rata sebanyak 30 orang. Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah pola perilaku bunuh diri di Kabupaten Gunung Kidul. Bagaimanakah penjelasan mengenai fenomena Pulung Gantung di Kabupaten Gunung Kidul. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pihak terkait dalam menyusun langkah preventif perilaku bunuh diri di Gunung Kidul. Metode penelitian kualitatif dengan teknik penelitian wawancara dan kajian literatur digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Untuk alasan etis, wawancara tidak dilakukan kepada penyintas ataupun keluarga pelaku bunuh diri, melainkan kepada pihak yang terlibat dalam penanganan bunuh diri di Gunung Kidul, diantaranya pihak pemerintah daerah, rumah sakit, kepolisian, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bunuh diri lebih banyak berjenis kelamin laki-laki, berusia diatas 58 tahun, berprofesi sebagai petani, dengan cara gantung diri, pada pukul 2 sampai dengan 3 dinihari, sering dilakukan di bulan maret, dengan motif faktor usia, penyakit menahun, dan tekanan ekonomi. Paling banyak terjadi Kelurahan Semin, Gedangsari, dan Wonosari. Penanganan fenomena bunuh diri membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah harus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lansia. Program Posyandu Lansia harus di intensifkan dengan menyasar kesehatan fisik dan psikis. DPRD harus mengawasi implementasi program pemerintah daerah. Perlu keterlibatan akademisi dan masyarakat.
Peran Pendampingan Program Keluarga Harapan dan Program BPNT Dalam Penanganan Stunting: Studi Kasus di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Sabarisman, Muslim; Sulubere, Muhammad Belanawane
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.3333

Abstract

Abstrak: Studi ini meneliti bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako membantu mencegah stunting di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara. Dalam studi kasus ini, data dikumpulkan dari 30 responden, yang terdiri dari ibu rumah tangga yang memiliki anak balita, pendamping, dan stakeholder dari pemerintahan yang terlibat dalam pencegahan stunting. Pedoman wawancara terstruktur digunakan untuk pengumpulan data, dan analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan PKH dan Program Sembako membantu mencegah anak balita di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara dari stunting. Dalam hal ini, pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak mereka. Selain itu, PKH dan Program Sembako juga dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan dan ketersediaan bahan makanan yang bergizi, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Untuk memberikan dampak positif yang lebih besar dalam mencegah stunting di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara, penelitian ini menyarankan agar pendampingan PKH dan Program Sembako terus dikembangkan dan ditingkatkan. Selain itu, perlu dilakukan lebih banyak inovasi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan stunting, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Kata Kunci : PKH, Pendampingan, pencegahann stunting, pengetahuan, keterampilan, kesehatan