Nurhadi Rangkuti
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Candi Dan Konteksnya: Tinjauan Arkeologi-Ruang Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.869 KB) | DOI: 10.30883/jba.v15i3.668

Abstract

Based on observations there is a pattern of the use of temple building materials at 29 sites spread across the alluvial plains and the Baturagung highlands (Ratu Boko hill area). The plateau is a source of agglomerate rocks. This type of rock was used by ancient humans for building materials for temples both on the alluvial plains and in the Baturagung plains. The research was conducted using an ecological-cultural approach that pays attention to the relationship between culture and the environment in an ecosystem.
Emas dan Tanah: Kasus Penguasaan Sumber-sumber Ekonomi di Sumatera dan Jawa Pada Abad VII-X Masehi (Kajian Prasasti-prasasti Masa Sriwijaya dan Mataram Kuna) Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.952 KB) | DOI: 10.30883/jba.v14i2.716

Abstract

Inscriptions are sources of past history written on stone or metal. Most of these inscriptions were issued by order of kings or rulers, generally containing the number of years, lists of high royal officials, construction of holy buildings, establishment of perdikan (sima), religions, curses, court decisions, social organizations and religious organizations. As the ruling medium, inscriptions were used to announce the regulations, powers and decisions of the rulers relating to the political-economic interests of the rulers at that time. The subject matter in this paper is, to what extent the inscriptions as the media for the rulers convey and imply the policies of the rulers in political-economic interests at that time? Are there transparent differences in the strategy of control and regulation of economic resources, of the two civilizations that have different economic resources? From the comparison of the contents of the Srivijaya era inscriptions (VII century AD) and Old Mataram inscriptions (IX-X century AD), it appears that there are differences in the way of controlling the economic resources of the two kingdoms.
Kajian 'Arkeologi Situs Masa Sejarah' Di Lasem: Pergeseran Pusat Kegiatan Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.357 KB) | DOI: 10.30883/jba.v17i1.768

Abstract

Dalam Babad Lasem tercatat peristiwa pergeseran pusat kegiatan yang ditandai dengan berpindahnya keraton dari Kriyan ke Bonang-Binangun dan akhimya dipindah lagi ke Colegawan. Dua lokasi pusat kegiatan yaitu Bonang-Binangun dan Colagawan terjadi pada masa berkembangnya pengaruh agama Islam di daerah pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kedua lokasi pusat kegiatan tersebut berada di daerah pantai. yaitu di Bonang-Binangun dan Caruban. Dipindahkannya lokasi pusat kegiatan di daerah pantai tidak mustahil karena disebabkan semakin ramainya perdagangan pada masa timbulnya Demak. sebagai kerajaan Islam di daerah pesisir.
Penetapan Sima Dalam Konteks Perluasan Wilayah Pada Masa Mataram Kuna: Kajian Berdasarkan Prasasti-Prasasti Balitung (899-910 M) Baskoro Daru Tjahjono; Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.077 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.775

Abstract

Di antara raja-raja yang memerintah Kerajaan Mataram kuna yang cukup banyak menerbitkan prasasti salah satunya adalah Dyah Balitung. Raja Balitung memerintah antara tahun 821 sanmpai 832 C atau 899 sampai 910 M dan mempunyai wilayah kekuasaan yang cukup luas. Prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja tersebut sebagian di antaranya berisi tentang penetapan sima, melalui prasasti-prasasti ini akan dikaji bagaimana konteks penetapan suatu daerah menjadi sima dengan proses perluasan wilayah pada masa Mataram Kuna.
Sistem Informasi Arkeologis Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.949 KB) | DOI: 10.30883/jba.v20i1.807

Abstract

Pembentukan SIA dengan aplikasi SIG merupakan suatu tantangan karena sarat dengan kendala. Kendala yang nyata adalah terbatasnya alat (hardware dan software) dan minimnya tenaga terlatih. Selain itu peralatan dan sistem yang baru akan mempengaruhi jalannya suatu organisasi. Untuk dapat melaksanakan SIA dengan baik tidak hanya diperlukan investasi pada komputer, digitizer, plotter, printer warna, perangkat lunak SIG sendiri, serta data spasial (peta, foto udara, citra satelit), tetapi juga melatih manajer, perencana dan pengumpul data dalam menggunakan teknologi baru pada kaitan yang tepat. Dengan terbentuknya SIA berbasis komputer, diperlukan adanya semacarn "departemen komputer" di lingkungan Pusat Arkeologi, yang khusus menangani masalah disain sitem informasi dan analisis sistem tersebut.
Terakota Masa Sejarah Di Indonesia: Fungsi Dan Teknologinya Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 21 No 1 (2001)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.489 KB) | DOI: 10.30883/jba.v21i1.833

Abstract

Masa sejarah di Indonesia, diawali dengan adanya tulisan-tulisan pada batu yang berasal dari India, dengan huruf Pallava, yang dimulai dari abad IV-V Masehi. Dalam artikel ini pengamatan terhadap terakota masa sejarah dibatasi, sejak adanya pengaruh India, khususnya agama Hindu-Buddha, hingga masa meluasnya pengaruh agama Islam di Indonesia pada abad XVI Masehi. Pembatasan ini sengaja dilakukan oleh karena bahan tulisan ini diperoleh dari hasil pengamatan terakota yang terdapat pada beberapa situs arkeologi yang berasal dari masa-masa tersebut (historic sites). Untuk memperkaya informasi tentang terakota tradisional, dipaparkan tradisi pembuatan terakota oleh beberapa kelompok masyarakat etnik di Indonesia.
Bibliografi Beranotasi Tentang Situs Keraton Ratu Boko Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.726 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.867

Abstract

Situs Keraton Ratu Boko yang terletak di alas bukit di daerah Prambanan, Yogyakarta, merupakan peninggalan arkeologi masa Kerajaan Mataram Kuna (abad ke-8-10 Masehi). Kompleks percandian ini terdiri dari tiga kelompok bangunan, yaitu (1) Bagian barat, berupa halaman bertingkat tiga. Ketiga halaman tersebut dihubungkan oleh gapura-gapura yang tertutup (paduraksa). Pada halaman-halaman tersebut terdapat sisa-sisa bangunan yang sekarang sudah dipugar, (2) Bagian tenggara, berupa sekelompok bangunan yang terdiri atas dua bagian. Satu bagian berupa lantai batu dengan pagar keliling dari batu. Bangunan ini disebut "pendopo". Bagian lainnya berupa kolam-kolam dengan bangunan-bangunan yang disebut "keputren", dan di sekitarnya terdapat bangunan-bangunan kecil berbentuk candi yang terletak di atas kolam-kolam, (3) bagian timurlaut, merupakan tiga buah gua yang terletak di lereng bukit. Selain ketiga kelompok tersebut, masih banyak peninggalan-peninggalan lain yang bentuk maupun fungsinya tidak jelas.
Geografi Kepurbakalaan Indonesia Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 23 No 2 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.545 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i2.882

Abstract

Tulisan ini berkenaan dengan geografi kepurbakalaan Indonesia, yang isinya meliputi karakteristik peninggalan arkeologis, persebarannya, serta kaitannya dengan lingkungan. Tujuan akhir dari makalah ini adalah mengidentifikasi situs-situs yang rawan bencana (alam dan manusia) melalui pemetaan situs-situs arkeologis dan bentanglahannya di seluruh Indonesia.
Jalan Masuk Kota Majapahit: Kajian Situs-Situs Arkeologi di Kecamatan Sumobito, Jombang, Jawa Timur Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 25 No 1 (2005)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1531.168 KB) | DOI: 10.30883/jba.v25i1.910

Abstract

The remnants of past community activities on the banks of the Brantas tributary in the Sumobito District have raised problems regarding the site's function. Are the sites located on the riverbank a river port site as the entrance to the Majapahit city area in the Trowulan area? This paper aims to determine the function of the site and answer the problem of access to the city of Majapahit in Trowulan, Mojokerto, especially from the northwest.
JALAN MASUK KOTA MAJAPAHIT: KAJIAN SITUS-SITUS ARKEOLOGI DI KECAMATAN SUMOBITO, JOMBANG, JAWA TIMUR Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol. 25 No. 1 (2005)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v25i1.910

Abstract

The remnants of past community activities on the banks of the Brantas tributary in the Sumobito District have raised problems regarding the site's function. Are the sites located on the riverbank a river port site as the entrance to the Majapahit city area in the Trowulan area? This paper aims to determine the function of the site and answer the problem of access to the city of Majapahit in Trowulan, Mojokerto, especially from the northwest.